Permukaan Tanah Jakut Menurun Lebih Cepat
![]() |
| Zona Merah Jakarta 3m, 6 meter, dan 8m, wilayah-wilayah ambles jika tanah turun baru 3m, 6 meter, dan 8m. |
Jakarta, Laras Post Online - Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta mencatat, penurunan muka tanah di Jakarta Utara merupakan yang tercepat di DKI. Seperti beberapa daerah di wilayah Kecamatan Penjaringan, penurunan muka tanahnya bisa mencapai 18 sentimeter pertahun, sehingga menjadi sangat rawan banjir.
Kepala Unit Limbah Lingkungan dan Air Tanah, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Bawa Sarasa mengatakan, penurunan muka tanah di Jakarta Utara merupakan tercepat, hal ini disebabkan kondisi tanah yang lebih lunak dari wilayah lain, terlebih, penggunaan air tanah hingga 6-8 juta meter kubik pertahun, berpengaruh sekitar 14-15 persen terhadap penurunan muka tanah.
Menurutnya, kondisi itu, diperparah dengan beban berat di atas tanah seperti bangunan dan kendaraan berat, menyebabkan Jakarta Utara relatif lebih cepat penurunannya dibanding wilayah lain. “Salah satunya yang paling tinggi ialah daerah Pluit, Penjaringan, mencapai 18 sentimeter pertahun,” jelasnya, Sabtu (10/5/2014) di Jakarta.
Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Utara, Wagiman Silalahi mengatakan, penurunan muka tanah menyebabkan air laut lebih tinggi dari sebagian daratan, sehingga mengakibatkan air dari hulu maupun hujan yang tercurah, sulit mengalir ke lautan, dan akhirnya meluap ke darat. “Jakarta Utara bila ingin bebas dari genangan harus dibangun sistem polder yang terintegrasi,” ujarnya.
Wagiman menyatakan, sistem polder yang dimaksud adalah seperti sistem tata air kawasan Pantai Indak Kapuk (PIK). Sistem polder di sana terdiri dari tanggul, kanal, waduk, sistem saluran, sub surface drainase, stasiun pompa, hingga sistem pembuangan (flushing) yang terintegrasi. Terbukti, selama puluhan tahun belakangan ini, kawasan seluas 200 hektare itu bebas dari banjir. Padahal, lokasi PIK berada di bibir pantai. “Dengan sistem polder, debit air dalam kanal terkontrol. Bila volumenya tinggi akan dipompa dibuang ke laut,” jelasnya.
Namun menurutnya, sebelum diwujudkan sistem polder, dalam jangka pendek akan dibangun rumah pompa di lima lokasi yaitu, hilir Kali Kamal Muara, Kali karang, Kali Angke, Kali Ciliwung Lama dan hilir Kali Sentiong Sunter. (tim)




Post a Comment