Home Ads

Bisnis

Featured post

Panglima TNI Kunjungi Yonif 731/Kabaresi Maluku

Ambon, Laras Post. Bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa malam ini saya bisa hadir di tengah kolam renang yang masih kering ini. Saya data...

Uji Coba Pengoperasian Bandara Abdulrachman Saleh

Bandara Abdulrachman Saleh Malang
Malang, Laras Post - Terminal keberangkatan Bandara Abdulrachman Saleh Malang Hari ini Kamis (28/5) dilakukan uji coba pertama penggunaannya.   Direncanakan Uji coba ini akan dilakukan hingga tanggal 10 Juni 2015 dan akan langsung dilakukan evaluasi.  Bila hasil evaluasi menunjukkan tidak terdapat permasalahan atau kendala dalam proses pengoperasiannya, maka Terminal Keberangkatan tersebut akan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur.
Sejalan dengan uji coba pertama tersebut, pagi tadi Kadislog Lanud Abd Saleh, Letkol Tek Rudolf P. Buulolo, SE., MM., bersama Bapak A. Imanadji dari Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada dua pengguna jasa transportasi udara yang datang paling awal dan melakukan Checkin di Bandara Abd Saleh.  Kedua calon penumpang pesawat tersebut mendapat kalungan bunga dan souvenir cantik.
Happy Flight Sir, demikian kata Kadislog kepada calon penumpang pesawat yang dikalungi bunga sembari mengatakan �semoga bapak merasa lebih nyaman dengan terminal keberangkatan yang baru ini�. 
 Fasilitas utama bandara yang sangat fital yang sudah berhasil dioperasikan ini dibangun pada pertengahan tahun 2011 dengan biaya APBD Jawa Timur. Diharapkan kedepannya Bandara Abdulrachman Saleh bisa menjadi Bandara internasional terbatas  yang bisa melayani penerbangan ke negara Singapura, Malaysia dan pergi haji tentunya dengan penambahan runway yang saat ini  2250 m menjadi 2900 m..(Tim, Penau)

Konsultasi Teknis, Tim Usaf Dengan Teknisi Tni Au Di Lanud Iwj


Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T. M.D.S, beserta para penerbang dan teknisi mendengarkan penjelasan dari Tim TCG USAF di Skatek 042 Lanud Iswahjudi, Rabu (27/5/15).
Magetan, Lartas Post -  (27/5/15). Selama tiga hari tim Technical Coordination Group(TCG), In Country Review (ICR), dari United States Air Force  (USAF) melaksanakan konsultasi permasalahan teknis dan engineering dengan teknisi pesawat F-16 A/B/C/D TNI Angkatan Udara, selama tiga hari, di Skadron Teknik 042 Lanud Iswahjudi, Selasa (26/5/15).

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T. M.D.S, beserta pejabat terkait menyambut kedatangan tim TCG USAF mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Lanud Iswahjudi, semoga dengan adanya konsultasi seperti ini terjalin kerjasama yang baik antara USAF denga TNI Angkatan Udara.

Tim TCG, selain melaksanakan konsultasi yang meliputi structural engineering, electrical systems, ECS and feul system, avionics systems dan mechanical and hydraulics system, juga mengadakan kunjungan ke Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. (Penau/Tim)

Pameran Produk Unggulan Garirahkan Ekonomi Kerakyatan

Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anaz saat meninjau stand Pameran Produk Unggulan UMKM dlm rangka MTQ Jatim ke 26 di Kabupaten Banyuwangi.
Banyuwangi, Laras Post � Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Jawa Timur ke-26 Tahun 2015 di Banyuwangi, pada pelaksanaan MTQ tahun ini, juga diselenggarakan pameran produk unggulan.
 Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, H Akhmad Sukardi  mengatakan, dengan pameran produk unggulan bersamaan dengan penyelenggaraan MTQ diharapkan akan mampu menggairahkan perekonomian.
�Seluruh peserta asal Jatim ikut berpartisipasi dan masyarakat memanfaatkan betul momen ini, seperti belajar mengenai produk-produk unggulan atau berdagang,� ujarnya saat membuka Pameran Produk Unggulan dalam rangka MTQ Jatim ke-26, pada Sabtu (23/5/2015) di Gazebo Blambangan Kabupaten Banyuwangi.
Menurutnya, gairah pameran produk unggulan dan pelaksanaan MTQ Jatim ke-26 ini akan membawa gairah terhadap perekonomian Banyuwangi.
Ia mempersilahkan masyarakat untuk datang ke pameran produk unggulan. �Bagi yang belum punya pengalaman berdagang, bisa belajar produk-produk apa yang bisa dijual. Disini juga ada produk unggulan dari ponpes. Bagi yang sudah berpengalaman, bisa belajar untuk meningkatkan kualitas barang-barang yang dipamerkan,� tuturnya.
Sukardi menambahkan, gairah lainnya adalah karena di Banyuwangi juga diselenggarakan pembukaan MTQ Jatim ke-26. Artinya, selama seminggu penuh bumi Banyuwangi akan digemakan oleh wahyu illahi. Jadikan momen ini untuk beribadah sekaligus mencari berkah. �Semoga gairah acara-acara ini bisa membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim� lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, kegiatan ini akan memberi manfaat bagi taaruf ekonomi di Jatim, khususnya Banyuwangi. �Transaksi ekonomi dari penyelenggaraan pameran dan MTQ ini akan berdampak positif bagi perekonomian Banyuwangi,� ungkapnya.
Peresmian Pameran Produk Unggulan dalam rangka MTQ Jatim ke-26 ini diikuti oleh peserta dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim dan diselenggarakan pada 23-30 Mei 2015 di Gazebo Blambangan Banyuwangi. (tim)

LANUD IWJ KIRIM 40 ORANG CASIS CATAM

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T., M.D.S., bersama pejabat terkait memeriksa postur dari salah satu peserta Pantukhir, diruang rapat Markas Lanud Iswahjudi,
Magetan, Laras Post - Penlanud Iwj, Magetan (19/5/15).  Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T. M.D.S, beserta pejabat terkait, mengadakan sidang Panthukirda yang diikuti oleh 77 casis Tamtama, diruang rapat Markas Lanud Iswahjudi, Senin (18/5/15).

Dalam sidangnya Danlanud Iswahjudi, selain melihat secara nyata kondisi phisik peserta, juga mengadakan pemeriksaan dan mengevaluasi hasil tes dari awal hingga akhir oleh panitia daerah, sehingga dapat diputuskan postur yang benar-benar memenuhi syarat untuk menjadi Calon Tamtama TNI Angkatan Udara, sehingga sebanyak 40 orang dari 77 peserta Panthukirda Lanud Iswahjudi dinyatakan lolos.

Selanjutnya bagi yang dinyatakan lulus Panthukirda, calon siswa tamtama tersebut diberangkatkan ke Lanud Adisoemarmo Solo guna mengikuti seleksi tingkat pusat. (Dispennum/Tim)

Kabag Humas Kabupaten Kediri M. Haris Setiawan: Sejumlah Ruas Jalan Di Kabupaten Kediri Rusak

M.Haris Setiawan
Kediri, Laras  Post Online - Banyaknya jalan rusak dihampir seluruh wilayah Kabupaten Kediri, seperti berlubang, bergelombang dan aspal mengelupas dikeluhkan warga setempat. Kerap terjadi kecelakaan sesama pemakai jalan karena menghindari lubang besar sehingga terjadi jatuh korban fatal bahkan sampai meninggal dunia. 
Pantauan dilapangan ruas jalan rusak paling parah di perbatasan Blitar menuju wilayah Kabupaten Kediri, mulai Desa Bedali Kecamatan Ngancar, kemudian masuk wilayah Kecamatan Wates, Plosoklaten, hingga Desa Watugede. Jalan tersebut selain lubang � lubang menganga besar juga sempit dan bergelombang, selain itu pula tidak ada pengurukan tanah yang tergerus air sehingga badan jalan dengan tanah lebih tinggi aspalnya, sangat membahayakan bagi pengendara yang mau menepi bila berpapasan dengan kendaraan lain. Akibatnya kendaraan bisa jatuh atau terguling. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya belum ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah maupun Propinsi Jawa Timur.
Fenomena yang sama juga didapati pada jalur jalan dari perempatan Desa Bogo Kecamatan Plemahan hingga masuk wilayah Kec. Kunjang. Kemudian jalan diwilayah Desa Ngadi Kecamatan Mojo dari arah Desa Jeli Kecamatan Karangrejo Tulungagung kondisinya tidak jauh berbeda.
Yang paling memprihatinkan adalah akses jalan menuju kawasan wisata SLG. Tepatnya di Desa Wonosari Kecamatan Pagu,akses jalan itu oleh warga setempat ditutup dengan batang pohon pisang sebagai tanda peringatan dan sudah berlangsung beberapa Tahun lamanya. Hingga kini kondisinya tetap sama belum ada sentuhan perbaikan dari pihak Pemerintah Daerah Kediri.
Saidi, (51) warga Dusun Sumberjo, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, mengatakan, bahwa pada ruas jalan tersebut  1 bulan lalu ada korban meninggal akibat terperosok  di jalan  berlobang, kebetulan korban meninggal itu adalah penduduk Desa Brenggolo, berusia remaja. �Bahkan 3 hari lalu juga terjadi  kecelakaan terperosok di jalan rusak itu,  tetapi korban tidak meninggal,� ujarnya.
Begitu pula di jalan antara perempatan Bogo, Kecamatan Plemahan dan Kecamatan Kunjang  juga kerap terjadi Laka Lantas akibat kondisi jalan yang rusak tersebut. Keterangan itu diperoleh dari Tono warga yang setiap hari mangkal dijalan tersebut sambil berjualan legen.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kediri, Ananta belum dapat memberi keterangan terkait bidang tugasnya itu, dilimpahkan kepada Kabag. Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Kediri.
Ditemui terpisah Kabag. Humas dan Protokol Pemkab. Kediri M. Haris Setiawan menjelaskan, memang kondisi jalan dibeberapa wilayah di Kabupaten Kediri seperti disebutkan tadi banyak yang rusak bahkan berlubang disana-sini, terlebih pada musim penghujan Tahun ini, jalan semakin parah rusaknya. Oleh karena itu Bupati Kediri dr Hj. Harianti Sutrisno sudah mengintruksikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri supaya ber hati-hati bila berkendara baik siang hari maupun malam hari.
Namun demikian katanya lagi, terus diupayakan perbaikan dengan cara menambal yang rusak dan menutup yang berlubang untuk menghindari terjadinya ketidak nyamanan para pengguna jalan dan menghindari terjadinya kecelakaan.
�Perlu pula disadari, mengingat luasnya jalan yang ada di Kabupaten Kediri, baik jalan Protokol, jalan raya maupun jalan di pedesaan, maka perlu ada pengaturan. Hal itu juga terkait dengan aturan birokrasi yang menempatkan skala prioritas  terhadap jalan yang akan diperbaiki atau akan dibangun jalan baru,� katanya menutup.(rud).

Pemerintah Kabupaten Blitar Terbitkan Perbup Terkait ADD dan DD

Plt Kepala Bapemas Kabupaten Blitar Joni Setiawan, S.Sos, Msi
Blitar, Laras Post  Online- Pemerintah Kabupaten Blitar menyambut positif lahirnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Selain mengatur beberapa hal tentang desa, juga memberikan peluang bagi pembangunan desa, satu diantaranya program pemerintah berupa dana desa yang nilainya cukup besar.
Namun pengolahan dana desa tetap harus dilakukan secara tepat, baik tepat sasaran, tepat manajemen maupun tepat dalam pencatatan dan pelaporan. Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Blitar telah menerbitkan dua peraturan bupati, yakni menyangkut besaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN.
Plt Kepala Bapemas Kabupaten Blitar Joni Setiawan, S.Sos, Msi mengungkapkan, Perbup tersebut akan segera disosialisasikan. 
Seperti diketahui, ADD mencapai 115 Miliyar sedangkan Dana Desa sekitar 33 Miliyar.Penggunaaan dana tersebut sesuai kebutuhan , karakterisrik , kewenangan desa yang mengacu RPJMDES. 
Sementara itu, untuk desa di Kabupaten Blitar maksimal desa akan menerima dana ADD sekitar Rp.520 juta dan dari Dana Desa sekitar Rp.150 juta. Hal ini juga disesuaiakan dengan indikator desa masing- masing yang meliputi, luas wilayah, jumlah penduduk, tingkat kemiskinan desa, kondisi geografis dan indeks kemahalan kontruksi.
Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol tersebut juga menggungkapkan, saat ini pemerintah daerah sedang menunggu pelaksanaan regulasi dari pusat sehingga sinkron dengan daerah. 
Dia juga berharap , dengan singkronnya  antara pusat dan daerah , kesamaan  visi  dan misi yang notabene menuju masyarakat sejahtera dan mandiri dapat terwujud.
Pemerintah berharap dengan adanya Anggaran Dana Desa ,  pembangunan dapat merata. Tidak saja dipusat kota, namun pembangunan juga merata di seluruh pelosok desa. Sekedar mengingatkan ,  prioritas  dana desa untuk menggerakkan  perekonomian desa, semua sumber daya  bisa dimanfaatkan secara tepat sehingga mewujudkan desa yang mandiri. (sp/ adv)

Selain Rumah Tanah Kuburan Pun Harus Di Bongkar

Pasuruan Laras Post Online - Eksekusi yang dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri Bangil, Propinsi Jawa Timur, terus berlanjut. Jika pada Jumat (10/4/2015) yang dibongkar adalah rumah tinggal tergugat, selaku pihak yang kalah, kini kuburan leluhur tergugat, juga dibongkar.
Pembongkaran kuburan dilakukan oleh warga desa setempat pada Minggu (19/4/2015) dengan disaksikan anggota Polsek Wonorejo, Kabupaten Bantul. Setelah pengadilan memenangkan penggugat, an. Juwariyah
Pada Laras Post edisi lalu, diberitakan, terjadi eksekusi di desa Karang Menggah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, 3 rumah dan satu lahan areal makam. 
Areal makam seluas hampir 150 m2 merupakan tanah makam keluarga dari tergugat dan sanak keluarga tergugat. Pembongkaran makam pun dilakukan, setelah pihak penggugat menyalakan mercon/petasan sebagai bentuk rasa syukur dan lega dari selesainya permasalahan sengketa tanah yang sudah sekian lama tidak ada ujung pangkalnya.
Setelah dibongkar, jasad almarhum Sene�i yang meninggal diperkirakan sekitar tahun 70 an sudah berupa tulang belulang. Jasad berupa tulang belulang itu pun lalu dibungkus kain kafan, setelah mendapat petunjuk dan arahan dari para pemuka agama di desa Karang Menggah/Wonorejo.
Keluarga tergugat yang kalah pun sudah merasa legowo, daripada nanti dibelakang hari kuburan orang tuanya dipermasalahkan lagi, lebih baik hari itu juga dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum desa Karang Menggah.  (nugroho).

Bazaar Blitar Djadoel V Tahun 2015

Blitar, Laras Post Online - Demi memeriahkan hari jadi Kota Blitar ke-109, Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar bazaar Blitar Dizaman doeloe (Blitar Djadoel) ke-V. Agenda ini dilaksanakan mulai Rabu (15/4/2015) sampai dengan Minggu (19/4/2015). Jika pada tahun lalu agenda dilaksanakan di sepanjang Jl Merdeka dan Jl Kenanga, tahun ini dilaksanakan di Alun-alun Kota Blitar.
Koordinator Blitar Djadoel V, Drs Muhson mengungkapkan, kegiatan Blitar Djadoel V dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Blitar ke-109, yang dilaksanakan Pemerintah Kota Blitar bersama masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan kepada Pemerintah dan masyarakat Kota Blitar.
Selain itu, agenda ini juga sebagai media untuk menumbuhkembangkan semangat cinta budaya asli indonesia, mempertahankan nilai positif tradisi dan budaya bangsa, sekaligus memperkuat karakter dan jati diri warga Kota Blitar.
�Serta dalam rangka menerapkan semboyan rukun agawe santoso, sebagai media promosi potensi Kota Blitar sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat,� kata Muhson.
Tahun ini bazaar Blitar Djadoel dilaksanakan di alun-alun, mengingat pada sekitar tahun 90-an Kota Blitar memiliki pasar murah yang dikenal dengan istilah PPAP (Pameran Pembangunan dan Arena Promosi) yang tempatnya juga di alun-alun Kota Blitar. Juga diharapkan  tidak  menggangu arus lalu lintas.
Untuk peserta dan pengisi stand, diikuti semua SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Blitar, BUMN, BUMD, ORMAS, organisasi perempuan, perbankan, pengrajin, seniman dan pengusaha. Jumlah stand kurang lebih 138 yang akan memamerkan makanan olahan tradisional, kesenian tradisional djaman doeloe, benda-benda djaman doeloe, handycraft, foto-foto djaman doeloe dan kampoeng dolanan.
�Untuk semua stand-stand yang mengikuti bazaar djadoel ini juga akan dilombakan dan dinilai oleh tim juri. Selain dari dalam Kota, kami juga menyediakan 38 stand untuk Kabupaten/Kota se-Jawa Timur,� ujarnya.
Pada Bazaar Blitar Djadoel V tahun 2015 ini, para pengunjung juga berkesempatan untuk mendapatkan dooprize dan hadiah utama sepeda motor dengan cara mengisi kupon yang telah disediakan oleh panitia dan akan diundi pada saat malam penutupan hari Minggu tanggal 19 April 2015.
Walikota Blitar, Samanhudi Anwar berharap, Bazaar Blitar djadoel V ini bisa dikunjungi masyarakat lebih banyak. Baik dari dalam maupun dari luar Kota Blitar. Apalagi isi Bazaar Blitar Djadoel V tahun 2015 ini semakin lebih lengkap dari tahun-tahun sebelumnya.
��Melalui kegiatan ini para pengunjung akan dapat menikmati gambaran Kota Blitar pada jaman dulu. Seperti dipesankan Bung Karno, kita tidak boleh lupa dengan sejarah. Kita juga tidak boleh lupa dari mana kita berasal, dulu kita seperti apa, agar saat ini dan di masa mendatang kita bisa menjadi manusia yang lebih baik,� kata Samanhudi.
Selain itu, bazaar ini juga menggambarkan situasi dan kondisi Kota Blitar jaman dulu. Sehingga pihaknya berharap para pengunjung akan dapat menikmati gambaran Kota Blitar pada jaman dulu. 
Kepada para penjaga stand dan seluruh pengunjung bazaar pihaknya juga meminta untuk berpakaian djadoel dengan harapan bisa mencintai budaya asli Indonesia yang adiluhung dan sesuai dengan jati diri serta kepribadian bangsa Indonesia.
�Bazaar Djadoel adalah wujud nyata dari semangat ekonomi kreatif. Saya yakin efek ekonomi dari bazaar djadoel ini akan sangat besar. Selain itu, mudah-mudahan kegiatan ini dapat memperkuat ikatan persatuan kita sebagai wong Blitar yang punya semboyan rukun agawe santoso,� imbuhnya. (sp)

Sering Terjadi Bantuan Sapi Salah Sasaran

lustrasi
Pasuruan, Laras Post Online � Bantuan sosial pemerintah kepada para petani berupa ternak sapi sering terjadi adanya penyimpangan, mulai dari rekayasa proposal hingga penjualan sapi. Akibatnya bantuan sosial itu menjadi tak tepat sasaran.
 Seperti yang terjadi di Desa Putat Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, bantuan pemerintah tahun 2014 berupa 10 ekor sapi, diduga kuat salah sasaran, karena warga yang mengajukan proposal bantuan sapi, justru tidak memperolehnya. Bantuan sapi yang diajukan ternyata diterima oleh warga Desa Ngerong Kecamatan Gempol.
Aktivis LSM Garda Pasuruan, Iman Ghazali belum lama ini menyebutkan, tidak hanya salah dalam penyaluran bantuan. Tapi sapi yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan proposal. Sapi kurus dan berumur masih dibilang pedet (sapi kecil). �Kesalahan dan penyimpangan tersebut bisa dikategorikan sebagai tindak korupsi,� lanjutnya.
Menurut Imam, banyaknya kesalahan dalam penyaluran bantuan, memang lebih sering difasilitasi oleh oknum aparatur negara itu sendiri. �Kesannya  memang terjadi pembiaran atas kesalahan-kesalahan yang terjadi di lapangan,� ujarnya.  
Sementara itu dari Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Sugeng menepis kabar yang ada, PPL Kecamatan Gempol bersikeras bahwa proposal tersebut adalah untuk desa Ngerong bukan desa Putat.
Ketua Kelompok tani Margo Rukun  Masduki belum bisa ditemui untuk mengklarifikasi perihal bantuan sapi tersebut. (nugroho)

DPRD Tulungagung Kembali Menggelar Rapat Paripurna Istimewa

Suasana rapat Paripurna DPRP Tulungagung
Tulungagung, Laras Post Online - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (25/4/2015) mengelar rapat paripurna istimewa dalam rangka penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ tahun angaran 2014, di ruang rapat DPRD setempat.
Rapat Paripurna dihadiri Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE serta wakilnya Drs. Maryoto Birowo MM, Ketua DPRD ,Wakil DPRD dan Sekertariat DPRD Tulungagung, Kepala SKPD, anggota fraksi fraksi serta undangan lainya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tulungagung menyampaikan,bahwa memberikan rekomendasi sebanyak 22 poin penting secara inti isi dalam rekomendasi tersebut menjanjikan untuk kesejahteraan rakyat tulungagung. �Kami akan dengan segera menindak lanjuti dalam poin poin itu besama ini akan memanggil SKPD terkait,� ujarnya

Menurut Bupati, rekomendasi lembaga leislatif ini akan di evaluasi secara langsung oleh pemkab Tulungaung akan tetapi dalam pelaksanaanya akan disesuaikan kondisi di lapangan.
�Saya berharap kerjasama yang baik akan terus terjalin dan menindak poin penting itu tentu menyesuaikan kondisi di lapangan,� tambahnya

Sebagian poin rekomendasi tersebut yang secara langsung di sampaikan oleh Heru Santoso sesuai dengan kewenagan intansi terkait antara lain Bagian Hukum melakukan peningkatan kesadaran hukum kepada masyarakat dengan cara penyuluhan, dalam bidang pemerintahan bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sampai aparat desa, dalam bidang pendidikan meminta perubahan Perbub No. 28 tahun 2014 tentang Pendanaan Pendidikan, regruping sekolah dasar karena jumpah siswanya tidak sesuai denan dapodik, BPMPD menyiapkan prasarana penunjang UU tentan dana desa, Dinsosnakertrans banyak angaran yan tidak terserap, PDAM yang menggunakan angaran melebihi Pagu.

Selain itu Heru Santoso politisi PDIP perjuangan yang duduk sebagai Sekretaris Komisi B DPRD Tulungagung, menyampaikan DPRD akan mendorong pemerintah daerah untuk segera dengan serius mengevaluasi apa yang tertera didalam poin poin penting yang telah di sebutkan.

�Pemkab harus juga segera menyelesaikan dengan adanya tumpang tindih tugas antara SKPD yang perlu dilakukan penataan kembali karena dalam kontek ini juga termasuk salah satu poin penting lkpj tersebut,� ungkapnya. (tim)

DPRD Tulungagung Kembali Menggelar Rapat Paripurna Istimewa

Suasana rapat Paripurna DPRP Tulungagung
Tulungagung, Laras Post Online - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (25/4/2015) mengelar rapat paripurna istimewa dalam rangka penyampaian rekomendasi DPRD terhadap LKPJ tahun angaran 2014, di ruang rapat DPRD setempat.
Rapat Paripurna dihadiri Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, SE serta wakilnya Drs. Maryoto Birowo MM, Ketua DPRD ,Wakil DPRD dan Sekertariat DPRD Tulungagung, Kepala SKPD, anggota fraksi fraksi serta undangan lainya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tulungagung menyampaikan,bahwa memberikan rekomendasi sebanyak 22 poin penting secara inti isi dalam rekomendasi tersebut menjanjikan untuk kesejahteraan rakyat tulungagung. �Kami akan dengan segera menindak lanjuti dalam poin poin itu besama ini akan memanggil SKPD terkait,� ujarnya

Menurut Bupati, rekomendasi lembaga leislatif ini akan di evaluasi secara langsung oleh pemkab Tulungaung akan tetapi dalam pelaksanaanya akan disesuaikan kondisi di lapangan.
�Saya berharap kerjasama yang baik akan terus terjalin dan menindak poin penting itu tentu menyesuaikan kondisi di lapangan,� tambahnya

Sebagian poin rekomendasi tersebut yang secara langsung di sampaikan oleh Heru Santoso sesuai dengan kewenagan intansi terkait antara lain Bagian Hukum melakukan peningkatan kesadaran hukum kepada masyarakat dengan cara penyuluhan, dalam bidang pemerintahan bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sampai aparat desa, dalam bidang pendidikan meminta perubahan Perbub No. 28 tahun 2014 tentang Pendanaan Pendidikan, regruping sekolah dasar karena jumpah siswanya tidak sesuai denan dapodik, BPMPD menyiapkan prasarana penunjang UU tentan dana desa, Dinsosnakertrans banyak angaran yan tidak terserap, PDAM yang menggunakan angaran melebihi Pagu.

Selain itu Heru Santoso politisi PDIP perjuangan yang duduk sebagai Sekretaris Komisi B DPRD Tulungagung, menyampaikan DPRD akan mendorong pemerintah daerah untuk segera dengan serius mengevaluasi apa yang tertera didalam poin poin penting yang telah di sebutkan.

�Pemkab harus juga segera menyelesaikan dengan adanya tumpang tindih tugas antara SKPD yang perlu dilakukan penataan kembali karena dalam kontek ini juga termasuk salah satu poin penting lkpj tersebut,� ungkapnya. (tim)

Gebyar PAUD Dan Kelompok Bermain Kecamatan Paciran Dalam Rangka Hari Kartini

Saat Wawancara Ibu Fadli Dengan UPT Kecamatan Paciran
Lamongan, Laras Post  Online - Gebyar lomba Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan di Aula UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Sabtu 25 April 2015 menggelar lomba antara lain, lomba mengecap yaitu mengecap gambar misalnya pelepah pisang, buah wortel, buah mentimun dipotong-potong dibentuk apa yang dimaksud lalu dicelupkan kepewarna lalu ditempelkan, para peserta dari anak-anak Kelompok Bermain dan anak TK se Kecamatan Paciran.

Acara tersebut dihadiri para guru PAUD dengan anak-anak berjumlah sekitar 1000 (seribu) termasuk guru kelompok bermain dan TK. Hadir Sekcam Paciran, Koramil dan juga jajaran dari Polsek Paciran, ikut pula memeriahkan Madmumah istri dari Bupati Lamongan H. Fadli, SH.

Semua itu berkat kerja keras kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Paciran dalam rangka menyemarakkan Hari Kartini. Acara gebyar tersebut dimeriahkan dengan lomba karaoke oleh guru PAUD seluruh lembaga yang ada di Kecamatan Paciran. Perlembaga mengeluarkan satu peserta sedangkan jumlah lembaga ada 58 lembaga se Kecamatan Paciran.

Pada kesempatan itu, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Paciran, Utomo, S.Pd. MM mengatakan, anak didik di usia dini adalah sebagai pondasi/pilar bangsa dan negara, maka sebagai orang tua/guru harus memberikan pendidikan yang positif sehingga nantinya bisa menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa, agama dan negara. 

Sementara, Madmumah menghimbau agar anak-anak usia dini diberi konsumsi makanan yang bergizi untuk menunjang pertumbuhan anak. �Marilah anak-anak diberi makanan yang bergizi, sehingga bisa menjadi anak yang pandai dan cerdas,� ujarnya. (MUNAWAR)

Dinas Peternakan Gelar Kontes Kambing Etawa

Saat penyerahan tropi oleh kepala Dinas Peternakan Kabupaten blitar  dan  Saat seleksi peranakan kambing etawa
Blitar, Laras Post Online - Tingkatkan potensi peranakan kambing etawa, Dinas Peternakan Gelar Kontes. Kambing etawa yang disebut juga sebagai kambing jamnapari, didatangkan dari India. Saat ini, di Kabupaten Blitar banyak peternak peranakan kambing etawa. Selain pemeliharaannya yang mudah, keuntungan lain dari hewan ini adalah harga jualnya yang tergolong mahal dan harga susu yang dihasilkan kambing etawa juga mahal. 
Melihat potensi itu, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar membudidayakan jenis kambing etawa  dengan tujuan untuk mendongkrak perekonomian para peternak kambing. Untuk meningkatkan minat peternak, Dinas Peternakan juga mengelar Kontes Peranakan Kambing Etawa, pada Rabu (22/4/2015) di Pasar Hewan Terpadu kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.
Kepala Dinas  Kabupaten Blitar , Ir. Mashudi dalam acara tersebut mengatakan, dengan adanya Kontes  Kambing Peranakan Etawa ini, diharapkan agar para peternak saling bertukar pengalaman untuk meningkatkan kualitas ternaknya. 
Ia menyebutkan, rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan 6 kali  dalam setahun, dengan tujuan meningkatkan potensi ternak Kambing Etawa di Kabupaten Blitar. Juga mengoptimalisasikan keberadaan Pasar Hewan Terpadu Di Kelurahan Dandong Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. �Kontes  Kambing Etawa ini juga sebagai ajang seleksi kambing-kambing peranakan etawa berkualitas super guna menyongsong Kontes Nasional yang akan diadakan di Jogjakarta,� ujarnya.
Sementra itu Gus Ipul selaku pengurus ASPENAS Kabupaten Blitar mengatakan, kontes peranakan  kambing etawa ini cukup meriah karena dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Ir. Mashudi, DPRD Kabupaten Blitar Guntur Wahono. Kontes peranakan  Kambing Etawa ini diikuti oleh 104 peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Kontes peranakan  kambing etawa ini di nilai berdasarkan kelas, kelas A kategori poel peuh, kelas B kelas poel 1 sampai  3, kelas C tinggi kambing 75 cm selagi belum poel, kelas D tinggi 65 cm sampai 75 cm , kelas E kambing umur dibawah 1 bulan tinggi 65 cm, dan kategori ekstrim dihitung dari berat badan dengan penilaian 11 kriteria (postur tubuh , kepala, telinga, mulut, bulu, gembel, rewos, ekor, warna, alat kelamin, pasung ). 
Selain Kontes peranakan kambing etawa disana juga diadakan pamera kambing jenis Saanen yang didatangkan dari Australia, kambing ini memilik tinggi maksimal 70 cm betina dengan penghasil susu 3 sampai 4 liter perhari.  
Seperti diketahui , tinggi kambing etawa ini berkisar antara 90 cm hingga 127 cm dan kambing etawa betina antara 92 cm. Berat kambing etawa jantan bisa mencapai 91 kg. Sedangkan kambing etawa betina hanya 63 kg. Telinga panjang terurai ke bawah. Kambing etawa bertanduk pendek dan mampu menghasilkan susu hingga 1Liter/hari. (SP)

Pengelolaan Tempat Wisata Di Tulung Agung Belum Maksimal

Pantai Popoh
Tulungagung, Laras Post Online - Minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata seperti Pantai Popoh dan Argowilis Tulungagung dan wisata lainya membuat sektor tersebut menuai sorotan. Sebelumnya Komisi C berharap Dinas Pariwisata untuk melepaskan kedua sektor tersebut agar dikelola oleh swasta atau bekerjasama dengan pihak ketiga 
Saat dimintai keterangan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Agus mengatakan, menyesalkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung kurang maksimal mengelola sektor wisata padahal sektor wisata memiliki potensi tinggi untuk meningkatkan PAD.
�Jika dibandingakan dengan kabupaten tetangga seperti Trenggalek potensi wisata di Tulungagung sangat tertinggal dan pastinya perlu dukungan dari Pemerintah Kabupaten untuk dikerjasamakan dengan pihak ke 3,� ujarnya.
Sedangkan menurut Kasi Pariwisata disbudparpora Tulungagung Gatot Sunu, sektor Pariwisata saat ini tidak dikelola oleh Dinas Pariwisata. Pihak hanya mengelola pengembangannya saja dan pengelola kegiatannya adalah Perusahaan Daerah Aneka Usaha atau PDAU.
Sementara Disbutparpora mengeluhkan persediaan anggaran yang tersedia minim mengingat mendongkrak potensi pengunjung wisata memerlukan banyak biaya harapannya pemerintah menganggarkan dana lebih besar untuk pengembangan pariwisata di Tulungagung.
�Dengan persediaan anggaran yang hanya sekitar 300 juta pertahun saja jika digunakan upaya pengembangan pariwisata sangat sulit dilakukan,� ujarnya (top)

40 Orang Ikuti Bintek dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa

Purbalingga, Laras Post Online - Sebanyak 40 orang Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemda Purbalingga mengikuti bintek dan ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa di Aula Andrawina Owabong, Senin (13/4). Pelaksanaan bintek ini merupakan kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsoed Purwokerto dengan Pemda Purbalingga.
Ketua Penyelenggara Bintek, Sunarto mengatakan tujuan kegiatan bintek agar pengadaan barang/jasa di Pemda Purbalingga terlaksana secara efesien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil dan akuntabel berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bintek akan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 13 April sampai 16 April 2015.
�Peserta Bintek sebanyak 40 orang ini, merupakan hasil seleksi tes pada tanggal 30 Maret kemarin,  sebanyak 75 orang,� ujar Sunarto
Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto mengatakan peningkatan anggaran APBD harus diimbangi dengan peningkatan SDM yang mengelolanya. APBD sebanyak 1,5 triliun pada tahun 2015 bukan angka yang kecil, sehingga jika tidak diimbangi dengan manajemen yang baik maka anggaran yang besar tidak akan ada manfaatnya bagi masyarakat.
�Angka ini akan tidak ada artinya jika kita tidak melakukan manajemen yang baik, angka ini akan memiliki value yang tinggi, jika kita bisa mengelolanya dengan baik,� ujar Sukento
Berdasarkan data dari Bagian pembangunan, anggaran APBD tahun ini digunakan untuk membiayai 84 program, 1.587 kegiatan dan 1.972 paket pekerjaan. APBD tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 5,13 persen dari APBD tahun 2014 atau terjadi kenaikan sebesar Rp. 78,24 miliar.
Adanya bintek ini, Bupati berharap dapat meningkatakan kinerja para ASN di lingkungan Pemda Purbalingga yang selama ini telah baik. Untuk diketahui kinerja Pemda dari tahun 2011, 2012 dan 2013 telah mengalami peningkatan yang cukup baik di tingkat Nasional. Hal tersebut terlihat dengan diterimanya penghargaan oleh Mendagri berupa penghargaan Purnakarya Nugraha pada tahun 2014.
� Penilaian kinerja pada tahun 2011 Purbalingga pada urutan 5, tahun 2012 pada urutan 6 dan pada tahun 2013 pada urutan ke 3, dan pada tahun 2014 nanti kita berharap tetap masuk 10 besar Nasional, � pungkas  Sukento. (Agus.P)

Pengelola Warung Remang Remang Ketar Ketir

Lamongan, Laras Post  Online � Pengelola warung remang remang, nampaknya mulai ketar ketir. Bupati Lamongan, Fadeli mulai geram dengan warung remang remang yang berbau maksiat itu, karena telah menjalar hingga pelosok desa di Wilayah Lamongan, Jawa Timur.
Sebelumnya, Fadeli menerima masukan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mantup, Sujutno, ketika Fadeli melakukan kunjungannya ke Mantup. Mendapat masukan tersebut, bupati kemudian meminta Camat Mantup Zubaeri untuk segera menutup warung remang-remang yang ada di Mantup.
Fadeli mengatakan, penutupan warung remang remang, menjadi tanggungjawab camat sebagai kepala wilayah. �Jika anda mau berusaha mengurangi adanya kemaksiatan yang muncul karena warung remang � remang, maka keberkahan akan dirasakan camat dan rakyatnya,� ujarnya, pada Kamis (15/1/2015) seusai salat Dzuhur  di Masjid SMK Muhammadiyah Mantup.
Fadeli menyatakan, penutupan warung  remang � remang seharus tidak hanya berlaku di Mantup, tapi untuk semua camat, yakni di 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mantup menyampaikan,  ada begitu banyak warung remang-remang di Mantup yang berpotensi menimbulkan kemaksiatan.
Menurutnya, sudah beberapa kali dilakukan operasi oleh yang berwenang, namun nampaknya selalu bocor dan hasilnya nihil. 
Ia menegaskan, penutupan warung remang remang sesungguhnya tidak terlalu sulit, karena, menurutnya, jika tempat maksiat yang besar-besar bisa ditutup, kenapa warung remang remang yang relatif kecil dan tidak memiliki ijin resmi, tidak bisa ditutup. (war)

Waspada Jelang UN Pungli Bermunculan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Ir.Budi Iswoyo, MM 
Malang,Laras Post Online - Pratek pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah terhadap orang tua siswa masih terus bermunculan, menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) baik di Sekolah Dasar (SD) maupun di tingkat SMP dan SMA atau sederajat. 
Padahal berbagai regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan sektor Pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, mulai dari UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terutama pasal 34, melarang tegas setiap bentuk pungutan di sekolah baik yang dikelola pemerintah atau swasta dan pemerintah daerah.
Larangan tersebut dipertegas lagi oleh PP No. 32/2013 tentang Standar Pendidikan Nasional, sebagai perubahan dari PP No 19/2005. Larangan untuk melakukan pungutan terhadap sekolah yang dikelola pemerintah termasuk pemerintah daerah juga di keluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud No. 60/2011, tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan pada Satuan Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Ir.Budi Iswoyo, MM ketika dikonfirmasi Laras Post mengatakan, sumbangan di perbolehkan pada sekolah yang dikelola pemerintah atau sekolah swasta termasuk pemerintah daerah. �Akan tetapi konteks sumbangan tersebut harus di baca secara hati-hati. Hal ini mengacu pada Permendikbud No 42/2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan,� ungkapnya kepada Laras Post, Rabu (8/4/2015) di ruang kerjanya.
Budi mengingatkan, sumbangan harus bersifat sukarela, tidak mengikat dan tidak ditentukan oleh satuan pendidikan baik jumlah maupun jangka waktu pembayarannya, karena dalam pasal 9, satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan pemerintah dan/atau pemerintah daerah, dilarang memungut biaya satuan pendidikan, bahkan dalam pasal 11, secara tegas siswa yang tidak mampu dilarang untuk dipungut biaya.
Ir Budi Iswoyo, MM menambahkan, jangan sampai satuan pendidikan melakukan pungutan biaya untuk Ujian Nasional (UN) mendatang karena semua sudah dianggarkan oleh pemerintah. �Bila itu (pungutan biaya � red) masih tetap dilakukan oleh pihak sekolah maka akan diberikan sanksi, karena sudah sangat melanggar peraturan yang berlaku,� paparnya. (al)

Penyidik Periksa Anggota DPRD Kabupaten Malang Terkait Kasus Perselingkuhan

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat 
Malang, Laras Post Online - Lukito Eko Purwandono, anggota DPRD Kabupaten Malang yang menjadi tersangka kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan, dalam pemeriksaan pada Kamis (9/4/2015) dicecar 28 pertanyaan oleh penyidik Polres Malang mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. 
Sayangnya begitu keluar dari ruang penyidikan, sekretaris komisi B DPRD itu enggan berkomentar kepada awak media. Lukito yang yang mengenakan kemeja biru donker keluar dengan langkah cepat. Dengan didampingi istri dan dua penasihat hukumnya, Agus Saifulloh dan Abdul Halim, Lukito hanya menggelengkan kepalanya sesekali tersenyum. �Silakan tanya ke pihak kepolisian,� ujar Agus Saifulloh.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat menyebutkan, di antaranya yang dikonfirmasikan soal dugaan kebersamaan Lukito dengan wanita yang diduga sebagai selingkuhannya, Ice Trisnawati, warga Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare. Wahyu menyebutkan, ada sekitar tiga wilayah pertemuan yang dilakukan keduanya. �TKP sementara ada di Malang Raya, Pasuruan, dan Blitar,� ujarnya. 
Mayoritas tempat pertemuannya adalah penginapan atau hotel. Wahyu menambahkan, pihaknya telah mengambil keterangan lebih dari tujuh orang termasuk orang-orang terdekat Lukito dan dari beberapa pihak penginapan. Kasus yang melanggar Pasal 284 tentang Hubungan Intim di Luar Nikah itu memenuhi dua alat bukti. �Saksi-saksi menguatkan mereka (Lukito-Ice) bertemu di penginapan atau hotel. Selain itu, mereka juga memakai identitas orang lain saat check in,� jelas Wahyu.
 Dari keterangan saksi itu, juga mengatakan bahwa tujuan dilakukan pertemuan ke penginapan untuk kepentingan pekerjaan. Yang paling menguatkan, lanjut Wahyu, dikonfirmasinya sebuah foto yang menunjukkan kemesraan keduanya. Lukito pun tak membantah sebuah foto yang ditunjukkan oleh penyidik tersebut. �Benar, kami juga mengkonfirmasi sebuah foto kepada tersangka (Lukito),� ujar mantan Kasat Reskrim Tuban ini. 
Dijelaskan Wahyu, foto itu memerlihatkan dua pasang lawan jenis berpelukan di sebuah tempat seperti pantai. Rencana selanjutnya dalam penyelidikan dugaan perselingkuhan atau perzinahan ini, pihak reskrim mengagendakan tahap konfrontir dengan Ice, tepatnya pada minggu mendatang.
Seperti diketahui, kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan Lukito ini mencuat sejak ada laporan dari warga kepada DPRD pada 4 Desember 2014 lalu. BK DPRD sempat menggelar mediasi pada 9 Januari lalu. Dalam upaya mediasi ini, Lukito menolak tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Sebaliknya, Sukma mengaku memiliki bukti kuat. Karena tidak membuahkan hasil, BK kemudian menyarankan untuk membawa kasus ini ke polisi. Sukma Raharja, suami sah dari Ice Trisnawati pun ikut melaporkan peristiwa memalukan itu ke Polres Malang.(gus/al)

Tukang Sapu Masjid Menjadi Kepala Desa

Suasana Desa Golokan
Gresik, Laras Post  Online - Kata orang roda selalu berputar, artinya kehidupan seseorang dapat dipastikan tidak selalu dirundung duka, pasti suatu saat ada senyum gembira. Tangisan tentu berakhir dengan tawa, kesulitan pasti terbentang  kemudahan, kegagalan-kegalan akan ditemui dengan  kesuksesan dan hati nan susah suatu saat akan bahagia.
Adalah dialami oleh, Muhammad Khusaini, pria kelahiran Gresik, 17 juli 1967 ini adalah seorang marbot Masjid Al Falah Golokan Sidayu Gresik. Di samping itu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya ia  membuka biro jasa mengurus KTP, KK, Akte lahir, SIM, SHM  dan perpanjangan STNKB.
Tahun 2007 diadakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan dua Calon Kades. Calon yang pertama adalah H. Suberi (Calon Incumbent) dan calon ke dua  Muhammad Khusaini. Persaingan begitu ketat, hitungan perolehan selalu berkejar-kejaran. Hitungan terakhir ada selisih 34 Suara untuk Muhammad Khusaini dari total pemilih yang mempunyai hak pilih lebih dari 2.000 orang. Alhasil Muhammad Khusaini sebagai Kepala Desa terpilih untuk masa bakti 2007-2013.
Tahun 2013 masa jabatan habis, maka kembali digelar Pilkades, dengan calon 3 calon, yaitu Muhammad Khusaini (Calon incumbent), Muslikhan (Mantan Perangkat desa) dan Nasruddin Toha (Perangkat aktif yang mengundurkan diri). Pesta digelar pada Maret 2013 dan hasil akhir pemilihan adalah Muhammad Khusaini terpilih kembali menjadi Kepala Desa periode tahun 2013-2019. 
Saat ditanya, kiat apa bisa terpilih lagi menjadi kepala desa untuk period ke 2?. Pria yang beristrikan Lailatul Umroh dan beranak dua ini  mengatakan, agar tepilih dalam pencalonan apa saja,  trik yang bisa digunakan adalah budayakan 4STMJ. S pertama harus punya Sifat Salam, tebarkan kedamaian di hati banyak orang dan jangan senang bikin resah. S yang kedua adalah Senyum, tebarkan pesona senyuman dihadapan orang yang anda temui, jangan bermuka cemberut atau masam. S yang ketiga adalah Sabar,  yang dimaksud adalah sabar dikala menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-larangannya dan sabar disaat memperoleh ujian berupa musibah. S yang terakhir adalah Syukur. 
�Ya, syukur itu ada 3 komponen pertama kita yakini nikmat yang kita peroleh adalah semata karena karunia Allah. Kedua kita mengucapkan Alhamdulillah atas nikmat yang kita peroleh dan yang ketiga adalah kita gunakan nikmat itu sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pemberi nikmat,� ujarnya. 
Sedang T yang dimaksud adalah Tepo Seliro, harus bisa menempatkan diri dihadapan mereka. Tidak angkuh, tidak siapa aku siapa kamu. M adalah Musyawarah, biasakan dalam memecahkan segala urusan untuk kepentingan orang banyak dengan mengedepankan  musyawarah. Dan yang terakhir J  adalah Jangan. Yang dimaksud  adalah jangan berbuat akhlaq tercela, misalnya Jangan Pelit, jangan Dusta, jangan Sombong, jangan Sok kuasa, jangan sok tahu,  jangan iri hati, jangan adu domba, jangan menyusahkan orang lain, jangan ingkar janji, jangan sia-siakan amanat dan lain-lain.  
�Jika 4STMJ itu dilakukan oleh  Calon,  Insya Allah banyak orang yang akan memberikan kepercaannya kepada Calon �.  �4STMJ dilakukan, Penentunya adalah Taqdir Allah yang Kuasa�, tandasnya.
Menyinggung hasil pembangunan  yang telah diperoleh mulai dari tahun 2007 hingga sekarang, Kepala Desa yang berjenggot itu menuturkan, bantuan yang telah diperoleh baik dari Pemerintah Pusat, Propinsi , Kabupaten maupun hasil Swadaya Masyarakat dapat dibagi menjadi 2, yaitu pembengunan fisik dan non fisik.
Pembangunan Fisik meliputi antara lain, 17 tempat peribadatan direnofasi,  yaitu Masjid Al Falah, Masjid Al Munawir dan Mushollah-Mushollah antara : Mushollah Al Huda, Al Ikhlas, Al Jadid, Al Furqon, Ulil Albab, Attaqwa, Al Hikmah, Al Firdaus, Al Muhajirin, At Taqwiyatul Muslimin, Al Hidayah, Al Jinnah, Khusnul Khotimah, Elit  dan Mushollah Nahdhotul Ummah.
9. Lembaga Pendidikan dibangun dan atau direnofasi,  yaitu TK Aisyiyah 25, TK Nahdlotul Ummah, SD Negeri Golokan, MI Nahdotul Ummah, MI Muhammadiyah, SDLB Muhammadiyah , SMPLB Muhammadiyah , SMALB Muhammadiyah dan SMP Muhammadiyah 9 Sidayu. 18 itik jalan untuk penerangan, yaitu di Jalan Protokol RW 1, RW 2, RW 3 dan RW 4, jalan menuju Kuburan Timur dan barat,  Jalan RT 4 RW 2,  RT 1 RW 3, RT 2 RW 3, RT 2 RW 4 , RT 3 RW 4, RT 4 RW 4,  RT 5 RW 4, RT 6 RW 4, RT 3 RW 5, RT 4 RW 5, RT 5 RW 5, RT 6 RW 5. 5 Km Pengerukan saluran air Pertanian, yaitu di sawah kebun, sawah Jeding ke timur, di Gladak 1 dan gladak 2. 1 Km Pembangunan Plensengan, di Salluran Lingkungan Perumahan RT 1 RW 1, RT 2 RW 1 dan RT 1 RW 3, Pembangunan Gapuro, Pembangunan Balai Desa.
Pembangunan Tempat ganti pakaian Wasid dan Pemain Sepak bola, Pembangunan Lumbung Desa, Pembangunan Tempat Pembuangan sampah Sementara, Pengeramikan Rumah, Rumah Tangga Miskin, yaitu rumah Sumiyateni, Tiyani, Yatemi, Senirah, Mataji, Supandi, Sulikhan, Tony, Yasminten, Ngatminah, Umiyah dan Sugawe.
Pugar Rumah, Rumah keluarga Miskin, yaitu rumah Sun�an, Sugawe, Meskan, Ras, Sumiyati, Karmuah dan Mujiati. 
Pembangunan Kamar kecil dan WC, yaitu di rumah ibu Mudriyah, musyarofah dan Yatemi, Penghijauan lahan di  area kuburan, jalan Protokol RW 1, Rw 2, Rw 4 dan Jalan Poros desa Golokan-Kertosono.
Penghijauan di lahan penduduk dengan ditanami bibit jati,  mangga, nangka, jambu biji, sawo, Pepaya, pisang ambon , Sirsak,   rambutan   dan kelapa. (MUHAMMAD HUSAINI)

SMAN 1 Kepanjen Gelar Doa Bersama Jelang UN

Malang, Laras Post Online - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kepanjen Kabupaten Malang menggelar Doa Bersama dalam rangka mensukseskan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran  2015. 
Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Malang H Rendra Kresna, didampingi Prof Dr. Mudjia Raharjo Rektor Universitas Islam (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Pimpinan Jamaah Alhikmah Malang Raya Gus Adib Fanani serta Muspika Kecamatan Kepanjen (1/4/15) lalu.
Kepala Sekolah SMAN 1 Kepanjen Drs. H. Masykuri, MM dalam laporannya mengaku sangat bahagia karena sekolah yang dipimpinnya ini, kedatangan tamu istimewa yaitu Bupati Malang dan Rektor UIN di saat pihaknya menggelar kegiatan Doa bersama dalam rangka sukses UN tahun ajaran  2015. 
�Saya sangat bangga dan senang sekali Bapak Bupati dan Rektor bisa hadir, kedatangan beliau ini tentunya, merupakan sebuah penghargaan bagi kami keluarga besar  SMAN 1 Kepanjen. Saya berharap kepada beliau untuk bisa memberikan arahan serta motivasi kepada kami baik guru maupun para siswa-siswi yang akan mengikuti kegiatan UN tahun ajaran 2015 bisa sukses,� ungkapnya.
Kegiatan ini, lanjut H Masykuri, merupakan bentuk wujud rasa syukur kepada Allah SWT, agar apa yang dicita-citakan sukses UN 2015 yang akan diselenggarakan pada tanggal 13-17 April 2015 nanti bisa berjalan dengan lancar dan sukses seperti pada tahun-tahun sebelumnya. �Kami menargetkan untuk nilai bisa mencapai 5,5 nilainya,� terangnya.
Pada kesempatan yang sama Bupati Malang H Rendra Kresna mengatakan kepada para siswa-siswi yang hadir pada acara tersebut, bahwa kesuksesan itu bukan hanya hasil kerja keras saja, �Jangan merasa sombong dengan kesuksesan yang kalian raih nantinya. Perlu  diingat kesuksekan bukan semata karena kerja keras kalian, tetapi kesuksesan tersebut merupakan ridho dari Allah SWT,� katanya.
Terkait dengan hasil akhir yang sudah disampaikan oleh Kasek SMAN 1 Kepanjen Bupati berharap sebisa mungkin nilainya lebih dari 5,5. Karena Bupati menilai SMAN 1 Kepanjen punya segudang prestasi yang sudah diraih baik di tingkat Nasional bahkan tingkat Internasional. 
�SMAN 1 Kepanjen ini merupakan sekolah favorit di Kabupaten Malang, sekolah ini tak kalah dengan SMAN lainnya seperti di Kota Malang. Saya berharap kepada siswa-siswi disini agar lebih giat dalam belajar, dan yang tak kalah penting lagi saya sampaikan berdoalah agar apa yang kalian cita-citakan bisa terkabul, kalau bisa nilai lebih dari 5,5 dari apa yang disampaikan oleh Pak Masykuri,� ungkap Bung Rendra sapaan akrab Bupati malang ini diikuti ucapan amin oleh semua peserta yang hadir pada acara tersebut. (al)

Back To Top