Masyarakat Bekasi Jangan Hanya Jadi Penonton
![]() |
| Ilustrasi |
Bekasi, Laras Post - Kabupaten Bekasi sudah begitu berkembang, dan semua mata bisa menyaksikan berbagai perkembangan tersebut. Namun, jangan sampai dengan perkembangan yang sangat pesat itu masyarakat Kabupaten Bekasi hanya menjadi penonton tanpa terlibat di dalamnya atau ikut merasakan hasilnya.
Karenanya, tokoh masyarakat Cikarang Utara, H Nurdin, berharap BBWM jangan direcoki kepentingan politik supaya BUMD ini bisa melakukan kegiatan usahanya dengan leluasa, karena ini kesempatan masyarakat dan warga Kabupaten Bekasi untuk bisa menjadi pelaku usaha melalui kegiatan yang bernaung dalam Badan Usaha Milik Daerah.
Bina Bangun Wibawa Mukti yang bergerak di sektor oil dan gas semestinya harus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi. Karena, dengan terlibatnya PT BBWM pada sektor oil dan gas berarti akan ada keuntungan yang didapat berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan APBD inilah Pemerintah Daerah memprogramkan berbagai kegiatan pembangunan. “Kita jangan cuma jadi penonton, tetapi harus jadi pelaku,” ungkap Direktur Utama PT BBWM, Prananto Sukodjatmoko.
Saat ini, setiap tahunnya PT BBWM memang sudah bisa membagikan keuntungan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi sebesar Rp 35 Milyar. Namun begitu, masyarakat tentunya berharap, PT BBWM bisa terus meningkatkan keuntungan dan pasokan pada PAD menjadi meningkat pula.
Untuk meningkatkan usaha, agar pembagian keuntungan ke pemerintah daerah terus meningkat, sebenarnya bukan hal yang mustahil. Apalagi diakui Prananto, besarnya potensi gas Kabupaten Bekasi bisa mencapai 70 juta kaki kubik per hari dari jumlah produksi saat ini 32 juta kaki kubik perhari. Cadangan gas Kabupaten Bekasi, terang Prananto, salah satu yang terbesar di Pulau Jawa.
Dengan potensi gas sebesar itu, PT BBWM sebenarya bisa melakukan pengembangan investasi, khususnya Elpiji. Namun sayang, sebagaimana disebutkan Direktur Operasionalnya Adhi Fadilah, saat ini PT BBWM belum memiliki kilang gas sendiri. Baru pada 2016 mendatang, BBWM akan memiliki kilang gas sendiri sebagai penyerahan dari PT Odira Energy Persada sesuai perjanjian kerjasama antara investor. Kerjasama berlangsung sejak 23 November 2004. Dengan demikian semua asset PT Odira, termasuk kilang gas, menjadi milik BUMD PT BBWM pada 23 November 2016 mendatang.
Namun satu hal, berdasarkan hasil evaluasi sementara oleh Direksi dan Kepala Kilang, diketahui bahwa sekitar 50 persen aset harus diremajakan, seperti kompresor, pipa, dan filter. Peremajaan peralatan ini tentuntya masih menjadi tanggungjawab PT Odira Energy Persada sebelum diserahkan ke PT BBWM. “Sehingga saat kilang gas resmi diambil alih produksi tidak shut down (jatuh),” kata Direktur Operasional PT BBWM Adhi Fadilah.
Bukan cuma itu, rencana PT BBWM membangun kilang baru pada 2016 mendatang, diyakini akan membuat BUMD ini akan semakin mampu meningkatkan pendapatan asli daerah(PAD) kepada pemerintah daerah.. Kilang gas baru mampu memproduksi elpiji setara dengan kilang gas yang telah ada.
Dengan investasi yang terus berkembang, keuntungan yang bakal terus meningkat, niscaya pembagian keuntungan kepada pemerintah daerah pun akan terus meningkat. Dengan keuntungan yang terus meningkat, CSR yang akan diberikan PT BBWM juga akan semakin besar. Jika BBWM tidak melakukannya, kita sebagai rakyat Kabupaten Bekasi berhak menagihnya.
Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah sikap optimistis jajaran Direksi PT BBWM yang bertekad mengubah BUMD minyak dan gas milik Pemerintah Kabupaten Bekasi itu dari keadaan pasif menjadi aktif berinvestasi. PT BBWM punya alasan kuat untuk bisa mencapai target tersebut: pertama, PT BBWM telah ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) profesional. Kedua, perusahaan telah menguasai teknologi pengolahan gas. Ketiga, punya modal tanpa bergantung pada pihak lain. Tiga hal inilah yang membuat Direksi PT BBWM sangat yakin mampu membawa perusahaan berlari kencang untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat yang terus meningkat. ( djoko. w)
Karenanya, tokoh masyarakat Cikarang Utara, H Nurdin, berharap BBWM jangan direcoki kepentingan politik supaya BUMD ini bisa melakukan kegiatan usahanya dengan leluasa, karena ini kesempatan masyarakat dan warga Kabupaten Bekasi untuk bisa menjadi pelaku usaha melalui kegiatan yang bernaung dalam Badan Usaha Milik Daerah.
Bina Bangun Wibawa Mukti yang bergerak di sektor oil dan gas semestinya harus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi. Karena, dengan terlibatnya PT BBWM pada sektor oil dan gas berarti akan ada keuntungan yang didapat berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan APBD inilah Pemerintah Daerah memprogramkan berbagai kegiatan pembangunan. “Kita jangan cuma jadi penonton, tetapi harus jadi pelaku,” ungkap Direktur Utama PT BBWM, Prananto Sukodjatmoko.
Saat ini, setiap tahunnya PT BBWM memang sudah bisa membagikan keuntungan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi sebesar Rp 35 Milyar. Namun begitu, masyarakat tentunya berharap, PT BBWM bisa terus meningkatkan keuntungan dan pasokan pada PAD menjadi meningkat pula.
Untuk meningkatkan usaha, agar pembagian keuntungan ke pemerintah daerah terus meningkat, sebenarnya bukan hal yang mustahil. Apalagi diakui Prananto, besarnya potensi gas Kabupaten Bekasi bisa mencapai 70 juta kaki kubik per hari dari jumlah produksi saat ini 32 juta kaki kubik perhari. Cadangan gas Kabupaten Bekasi, terang Prananto, salah satu yang terbesar di Pulau Jawa.
Dengan potensi gas sebesar itu, PT BBWM sebenarya bisa melakukan pengembangan investasi, khususnya Elpiji. Namun sayang, sebagaimana disebutkan Direktur Operasionalnya Adhi Fadilah, saat ini PT BBWM belum memiliki kilang gas sendiri. Baru pada 2016 mendatang, BBWM akan memiliki kilang gas sendiri sebagai penyerahan dari PT Odira Energy Persada sesuai perjanjian kerjasama antara investor. Kerjasama berlangsung sejak 23 November 2004. Dengan demikian semua asset PT Odira, termasuk kilang gas, menjadi milik BUMD PT BBWM pada 23 November 2016 mendatang.
Namun satu hal, berdasarkan hasil evaluasi sementara oleh Direksi dan Kepala Kilang, diketahui bahwa sekitar 50 persen aset harus diremajakan, seperti kompresor, pipa, dan filter. Peremajaan peralatan ini tentuntya masih menjadi tanggungjawab PT Odira Energy Persada sebelum diserahkan ke PT BBWM. “Sehingga saat kilang gas resmi diambil alih produksi tidak shut down (jatuh),” kata Direktur Operasional PT BBWM Adhi Fadilah.
Bukan cuma itu, rencana PT BBWM membangun kilang baru pada 2016 mendatang, diyakini akan membuat BUMD ini akan semakin mampu meningkatkan pendapatan asli daerah(PAD) kepada pemerintah daerah.. Kilang gas baru mampu memproduksi elpiji setara dengan kilang gas yang telah ada.
Dengan investasi yang terus berkembang, keuntungan yang bakal terus meningkat, niscaya pembagian keuntungan kepada pemerintah daerah pun akan terus meningkat. Dengan keuntungan yang terus meningkat, CSR yang akan diberikan PT BBWM juga akan semakin besar. Jika BBWM tidak melakukannya, kita sebagai rakyat Kabupaten Bekasi berhak menagihnya.
Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah sikap optimistis jajaran Direksi PT BBWM yang bertekad mengubah BUMD minyak dan gas milik Pemerintah Kabupaten Bekasi itu dari keadaan pasif menjadi aktif berinvestasi. PT BBWM punya alasan kuat untuk bisa mencapai target tersebut: pertama, PT BBWM telah ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) profesional. Kedua, perusahaan telah menguasai teknologi pengolahan gas. Ketiga, punya modal tanpa bergantung pada pihak lain. Tiga hal inilah yang membuat Direksi PT BBWM sangat yakin mampu membawa perusahaan berlari kencang untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat yang terus meningkat. ( djoko. w)




Post a Comment