Kondisi Polkam Belum Siap Hadapi MEA
Jakarta, Laras Post On;ine – Politik dan Keamanan (Polkam) Republik Indonesia dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015 mendatang. Pasalnya, kesiapan Polkam Indonesia menghadapi MEA baru sekitar 50 persen.
“Polkam kita masih terseok-seok. Masih banyak yang harus dibenahi,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) I Gusti Agung Wesaka Puja, Kamis (13/3) di Fakultas Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Puja menilai kendala Polkam tersebut, masih dapat dibenahi saat MEA sedang bergulir. Pasalnya, industri pertahanan dan demokratisasi Indonesia kini tengah bergeliat maju.
Menurutnya, MEA adalah sebuah proses untuk mengembangkan kemampuan Polkam Indonesia di kancah percaturan masyarakat global. Pelaksanaan MEA yang dimulai 31 Desember 2015 akan menjadi tonggak sejarah. “Tonggak itu juga bagian dari proses,” ujarnya.
Puja menjelaskan saat ini unsur sosial dan budaya yang paling siap menghadapi MEA. Prosentase unsur sosial dan budaya menghadapi MEA telah mencapai 90 persen. Meskipun begitu, masih banyak pula pekerjaan rumah Kemenlu untuk memenuhi kekurangan dalam unsur sosial budaya. “Masih ada diskriminasi gender, itu PR besar yang harus diselesaikan, begitu pula kesehatan apalagi kesejahteraan sosial kita,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan menilai, persoalan politik dan keamanan di Asia Tenggara memang besar.
Menurutnya, hal itu terutama menyangkut konflik politik di Laut Cina Selatan yang melibatkan beberapa negara Asean dan Asia Timur. Indonesia meskipun tidak terlibat dalam konflik politik itu tetap tidak dapat menghindarinya. “Kita dapat kelola konflik Laut Cina Selatan agar saling menguntungkan Asean dan negara Asia Timur,” ungkapnya. (her)




Post a Comment