Jadi Sentra Kunjungan Wisata Dunia, Bali Wajib Dijaga Bersama
JAKARTA, LARAS POST - Provinsi Bali yang menjadi destinasi wisata dunia tercoreng dengan ulah beberapa orang tidak bertanggung jawab.
Sebut saja salah satunya adalah senator Australia, Pauline yang menyatakan bahwa Bali penuh kotoran sapi. Dan itu jelas sangat menghina Bali.
Dia menyebut dalam sebuah pidato beberapa waktu lalu bahwa Bali penuh kotoran sapi di mana hewan tersebut bebas berkeliaran dan kotoran bertebaran di mana mana.
Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Dr. Togar Situmorang, SH, MH, MAP, CMED, CLA menyayangkan kenapa belakangan ini banyak pihak di luar Pulau Bali memberikan suatu gambaran buruk terhadap Pulau 1000 Pura, seperti mengingatkan belum lama ada pengaduan masyarakat di Polda Bali terkait pernyataan “Bali banyak anak monyet, di Bali anak monyet Suka nyolong barang,” “Habis nyolong kabur”, apalagi pas pandemic tuh kurang makan tuh nyerang ke warga warga”, makanya anak monyet”.Kita salah satu orang yang kena” dari Youtuber inisial DC dan sekarang disoal oleh orang asing seorang wanita Senator Pauline Hanson dan atas pernyataan tersebut dianggap sangat menghina Bali.
"Terbukti bahwa pernyataan tersebut dari dua pernyataan orang tersebut tentang Bali jelas itu tidak sesuai fakta dan sangat mengganggu kehidupan proses pemulihan pariwisata khusus Bali. Bali itu pusat parawisata yang banyak dikunjungi para turis mancanegara dan termasuk turis Australia, bahkan mereka sudah banyak yang menetap di Bali," ujar Togar Situmorang dalam rilisnya yang diterima redaksi, Selasa (9/8/2022)..
Atas tuduhan diduga penghinaan kepada kehidupan di Bali melalui akun Instagram @senatorpauline hanson tersebut, Togar akan mempelajari apakah ada dugaan penghinaan. Bila ada, maka dia akan berkonsultasi dengan pihak aparat hukum, terutama Direktorat Kriminal Khusus untuk membuat pengaduan secara resmi.
"Diharapkan aparat hukum bisa merespon tuduhan atas penghinaan terhadap Bali serta mengirim surat resmi ke Embassy Australia di Bali," paparnya.
Untuk diketahui, Dr. Togar Situmorang selaku salah satu warga yang menetap di Bali bisa meyakinkan bahwa di Bali tidak ada sapi berkeliaran, bahkan membuang kotoran di jalan dan jelas pernyataan Pauline tidak sesuai fakta dan jelas menghina Bali.
"Saya berharap Bali jangan diusik oleh siapa pun, karena saat ini sedang berusaha bangkit. Dan kegiatan lapangan pekerjaan sudah mulai bergairah, jangan ganggu ketenangan dan kebangkitan ekonomi di Bali," terang Togar Situmorang yang memiliki kantor di Jl. Raya Banjar Gumecik Gg Melati No.8, By Pass Prof. IB Mantra, Ketewel, Jl.Teuku Umar Barat No.10, Krobokan, dan Jl. Pejaten Raya No.78, Rt 006/Rw 05, Kel. Pejaten Barat serta Jl. Terusan Jakarta No.181 Ruko Harmoni Kav.18,Antipani Bandung. (red)



Post a Comment