Gelombang Tinggi Putus Akses Bawean, DPRD Gresik Usulkan KMP Drajat Paciran Jadi Kapal Cadangan
Gresik, Laraspost - Gelombang laut tinggi yang melanda perairan Gresik-Bawean kembali menghambat aktivitas penyeberangan. Kondisi gelombang di atas satu meter menyebabkan seluruh layanan kapal menuju Pulau Bawean terhenti, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kabupaten Gresik menggelar audiensi lintas sektor bersama Dinas Perhubungan, KSOP Gresik, operator kapal, serta perwakilan masyarakat Bawean pada Rabu (6/8/2026).
Dalam pertemuan itu, DPRD merekomendasikan pengerahan KMP Drajat Paciran sebagai kapal cadangan saat kapal reguler tidak dapat beroperasi akibat cuaca buruk. Selain itu, DPRD juga mengusulkan penyiapan anggaran darurat sebesar Rp5 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi dampak gangguan transportasi laut.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam, mengatakan keberadaan kapal cadangan dengan kapasitas lebih besar menjadi kebutuhan mendesak agar konektivitas menuju Bawean tetap terjaga ketika gelombang tinggi terjadi. Menurutnya, pemerintah juga tengah memproses pembangunan dermaga khusus untuk kapal jenis Ro-Ro atau ferry.
Sementara itu, KSOP Gresik menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Pemberian izin keberangkatan kapal akan tetap mengacu pada hasil pemantauan kondisi cuaca yang dilakukan secara berkala setiap tiga jam.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan masyarakat Bawean yang tergabung dalam KWBG, PBG, dan Imbas turut menyampaikan sejumlah usulan. Mereka berharap tersedia kapal alternatif yang mampu beroperasi pada kondisi gelombang lebih tinggi, adanya kesepakatan standar batas aman gelombang, serta regulasi khusus agar persoalan transportasi laut menuju Bawean tidak terus berulang setiap tahun.
Masyarakat menilai terputusnya akses penyeberangan tidak hanya berdampak pada distribusi barang dan sektor pariwisata, tetapi juga menghambat mobilitas warga yang membutuhkan layanan kesehatan di daratan Gresik.
Sebagai tindak lanjut, DPRD meminta Dinas Perhubungan segera menyusun jadwal operasional KMP Drajat Paciran untuk melayani penyeberangan ke Bawean ketika kapal reguler tidak dapat berlayar akibat cuaca ekstrem. (ADV/Ahmad Mubin)



Post a Comment