'Ngopi Bareng' Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Bersama Pimpinan Ponpes se-Jadetabek Bahas Liga Santri

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Untung Budiharto dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran ketika menggelar acara 'Ngopi Bareng' bersama para pimpinan pondok pesantren se Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi, di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (10/3/2022) pagi.

JAKARTA, LARAS POST - Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Untung Budiharto dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, menggelar acara 'Ngopi Bareng' bersama pimpinan pondok pesantren se Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi, Kamis (10/3/2022) pagi di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Cililitan. Acara yang berlangsung beberapa jam ini diikuti sebanyak 125 pimpinan Ponpes se Jadetabek 

Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran tak hanya memberikan pembekalan materi tentang peran pondok pesantren dan kamtibmas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, serta mitigasi terkait moderasi beragama dan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, dan juga ancaman dari bahaya radikalisme. 

Untung Budiharto mengajak semua pihak agar waspada terkait penyebaran radikalisme. Ia menyebut radikalisme telah menyebar hampir ke semua kalangan. "Saya sudah sampaikan mereka masuk ke dalam semua lini, tentara saja dimasuki. Radikalisme itu ke semua arah, baik TNI-Polri, masyarakat, pesantren, wartawan, saya rasa itu ke seluruh pelosok juga dimasuki," tuturnya. 

Pangdam Jaya menceritakan salah satu pengalamannya. "Saya juga hampir jadi korbannya. Ada yang datang ke tempat saya, diskusi tentang agama. Tetapi, lama-lama dia menjelekkan pemerintah, menyimpulkan bahwa pemerintah tidak islami," papar Pangdam Jaya. 

"Berikutnya mereka menawarkan solusi, yaitu khilafah. Setelah itu mereka meminta dorongan, meminta dukungan," Untung Budiharto melanjutkan ceritanya."Saya tantang, bagaimana caramu, kamu konstitusi nggak bisa, ikut pemilu nggak mau, terus bagaimana kamu mau mendirikan Islam di sini. Rupanya, dia terobsesi dengan yang dilaksanakan di Iran, revolusi Islam. Saya bilang no, karena itu akan merusak bangsa saya," tegas Pangdam Jaya. 

Terkait radikalisme yang sudah mulai menyisir berbagai kalangan, Untung Budiharto menjelaskan tentang perlu dilakukannya program mitigasi, khususnya pada TNI. Salah satunya melalui sosialisasi kepada setiap anggota. 

"Kita harus memitigasi arah radikalisme. Oleh karena itu, TNI AD, terutama Kodam Jaya, melakukan introspeksi diri, evaluasi diri, melalui sosialisasi kepada prajurit agar tidak terkena paham radikalisasi yang mereka lancarkan," terang Pangdam Jaya. 

Liga Santri

Pada kesempatan ini, Pangdam Jaya juga menyampaikan perkembangan mengenai rencana penyelenggaraan Liga Santri, turnamen sepak bola yang melibatkan para santri. 

'Ngopi Bareng' juga menjadi sosialisasi lanjutan mengenai Liga Santri, menyemai penyamaan inspirasi dan visi antara TNI, Polri dan jajaran pimpinan Ponpes. Bahkan, ujarnya, Liga Santri juga menjadi salah satu rekrutmen atau penjaringan prajurit yang bersumber dari kalangan santri. 

Liga Santri 2022 digelar dengan memperebutkan Piala Kasad. Turnamen ini diselenggarakan dengan dukungan Kemenpora, PSSI dan Asprov PSSI DKI Jakarta. Kompetisi ini diharapkan juga menjadi sarana pencarian pemain berbakat. 

Menurut rencana, Liga Santri dilangsungkan seusai Idul Fitri 2022, akan diawali dengan penyisihan tingkat kabupaten/kota mulai 20 Juni hingga 30 Juli 2022. 

Lalu berlanjut ke tingkat provinsi di bulan Agustus hingga September 2022 dan tingkat nasional di bulan September hingga 22 Oktober 2022. Semua ini nantinya diawasi Asosiasi Kabupaten/Kota dan Asosiasi Provinsi PSSI, bekerja sama dengan komando wilayah TNI AD setempat. 

Tim-tim terbaik dari provinsi akan melangkah ke putaran nasional yang rencananya berlangsung di Jakarta. (Her/As)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.