Perkokoh Toleransi, Pangdam Jaya Gelar Ngopi Bareng Lintas Agama

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Untung Budiharto foto bersama sejumlah tokoh lintas agama se-Jabodetabek, seusai acara Ngopi Bareng di Aula Sudirman Makodam Jaya, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (27/01).

JAKARTA, LARAS POST - Dalam rangka pelaksanaan pembinaan antar umat beragama, Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Untung Budiharto, menggelar acara “Ngopi Bareng Pangdam Jaya” bersama sejumlah tokoh lintas agama se-Jabodetabek, di Aula Sudirman Makodam Jaya, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (27/01/2022).

Dalam Acara Ngopi Bareng hadir para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Buddha dan Hindu serta Konghucu dan beberapa unsur Ormas lainya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan teritorial TNI AD melalui pembinaan kerukunan umat beragama, guna mencegah konflik sosial antar umat beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Mayjen TNI Untung Budiharto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk merangkai interaksi dan komunikasi serta berdiskusi tentang banyak hal berikut mencari solusi, terutama persoalan-persoalan krusial yang tengah terjadi di masyarakat.

"Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita agar terus berupaya memupuk hubungan yang harmonis dilandasi kebersamaan dan persaudaraan yang kuat," kata Pangdam Jaya.

Selain itu, lanjut Pangdam Jaya, kekompakan antar instansi pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat menjadi syarat utama dan harus terus dipertahankan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar mengatakan, kegiatan ngopi bareng yang diadakan Kodam Jaya adalah salah satu upaya pembinaan teritorial TNI AD yang bertujuan memperkuat kesatuan dan persatuan.

Lebih lanjut, Boy Rafli mengingatkan, berdasarkan suatu riset, media sosial menjadi sarana strategis untuk menyebarkan faham radikal terorisme.

Ia menjelaskan, para pengguna, internet mencapai 202 juta penguna. 80 % penguna Internet, para penguna media sosial, dan 60% pada umumnya digunakan kaum milenial.

Disebutkan, menurut hasil riset di Tahun 2021, terjadi peningkatan 14% media sosial dan konten kontennya mengandung radikalisme yang mengarah kepada terorisme.

"Kami mengajak kepada penguna media sosial  dapat menggunakan  media sosial secara bijak dan benar dan tidak menyebarkan hoax," ungkap Boy Rafli.

Menurutnya, pertemuan ini memberikan bukti bangsa Indonesia masih tetap konsisten dalam upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama mencegah upaya-upaya provokasi dan hasutan yang pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama.

Diakhir kegiatan, Pangdam Jaya menyebutkan, dengan merebaknya Covid-19 varian Omixron, merupakan tanggung jawab bersama.

Sebelum acara Ngopi bareng Pangdam juga menyempatkan apel bersama di markas besar Kodam Jaya sekaligus mengecek kesiapan kekuatan pasukan. 

Acara “Ngopi Bareng” Pangdam Jaya bersama sejumlah tokoh lintas agama se-Jabodetabek ini berjalan lancar dengan nuansa penuh keakraban dan bersinergi, dari awal pelaksanaan sampai selesai dengan senantiasa mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. (Tim)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.