KIPI Paska Vaksinasi, Satgas: Jangan Panik Segera Penanganan Dini Bila Anak Bergejala
| Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. |
JAKARTA, LARAS POST - Pemerintah mengimbau agar masyarakat tak panik bila terdapat anak bergejala kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI), segera penanganan dini atau laporkan ke Puskes terdekat.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, apabila seorang anak yang menerima vaksin COVID-19 mengalami indikasi gejala Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), meminta agar para orang tua tidak panik.
Beberapa indikasi gejala tersebut seperti nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,8 derajat celsius, maupun gejala mirip flu dan menggigil selama 1 - 2 hari.
"Maka kami meminta masyarakat untuk tidak panik. Orang tua bisa melakukan upaya penanganan dini," jelasnya saat menjawab pertanyaan media ketika memberikan keterangan pers terkait perkembangan Covid-19, Selasa (14/12/2021).
Langkah penanganan dini yang dimaksud ialah membuat anak cukup beristirahat dan minum obat penurun panas jika diperlukan. Serta upayakan agar anak mengkonsumsi air putih yang cukup. Lalu, jika terdapat rasa nyeri di tempat bekas suntikan, usahakan tetap gerakan dan gunakan lengan anak.
"Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin setelah melakukan penanganan dini," lanjutnya.
Setelah melakukan penanganan dini, orang tua agar segera melaporkan temuan KIPI yang dialami anak ke Puskesmas atau ke sentral vaksinasi. Hal ini akan menjadi input evaluasi pelaksanaan vaksinasi kedepannya serta penanganan lebih lanjut. (tb/Her)


Post a Comment