PT Unilever Indonesia, TBK Raih Penjualan RP 30,8 Triliun Pada 2013
Jakarta, Laras Post Online - Penjualan bersih yang mencapai Rp 30,76 triliun yang didapat PT Unilever Indonesia Tbk ternyata merupakan pencapaian kinerja keuangan yang bagus dan meningkatkan pangsa pasar. "Di tengah merosotnya daya beli dan kepercayaan konsumen akibat naiknya harga kebutuhan pokok, dan lainnya, kami mampu meningkatkan pendapatan 12,7 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk, Maurits Lalisang saat jumpa wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham PT Unilever Indonesia, Tbk, di Ballroom 2, Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
Peningkatan penjualan bersih tersebut didapat dari dua segmen yaitu home and personal care yang menyumbang 72,9 persen dan sisanya disumbang dari foods and refreshment. "Laba bersih di tahun 2013 naik sebesar 10,6 persen menjadi Rp 5,35 triliun dan marjin laba berada di posisi 17,4 persen," ujar Maurits. Jumlah aset pun diakui Maurits naik menjadi Rp 13,35 triliun yang merupakan peningkatan sebesar 11,4 persen dari tahun sebelumnya. Deviden yang dibayarkan kepada pemegang saham untuk tahun 2013 berjumlah Rp 5,3 triliun kepada lebih dari 371 perusahaan (Rp 701 per saham) yang akan dibayarkan pada 15 Juli 2014, dengan representasi 100 persen rasio pembayaran. Pertumbuhan dua digit baik di top maupun bottom line dikatakan Maurits berasal dari posisi kokohnya fundamental bisnis yang menjadi kunci kesuksesan PT Unilever Indonesia, Tbk, dalam meraih peningkatan penjualan. Dikatakan Maurits, strategi Unilever Indonesia untuk bertumbuh dikenal dengan sebutan 4G Model yang tak lain adalah Grow Consistently, Grow Competitively, Grow Profitably, dan Grow Responsibly. Area yang pertama yaitu bertumbuh secara konsisten atau Grow Consistently mampu menggenjot konsistensi Unilever Indonesia selama 10 tahun dan meraih CGAR 14,7 persen, berkat adanya model pengembangan pasar yang jitu dengan 3 elemen utama. "Menarik lebih banyak konsumen, meningkatkan jumlah konsumsi untuk tiap produk, serta menciptakan inovasi produk yang
yang menawarkan lebih banyak manfaat bagi penggunanya," kata Maurits. Ditahun ini, untuk memenuhi dan memberikan pelayanan terbaik pada konsumennya, serta menarik daya beli masyarakat, PT Unilever Indonesia berdiri di payung momen lebaran yang akan datang di bulan Juli. "Permintaan menjelang lebaran meningkat 35-40 persen dari biasanya, tentu ini akan kami gunakan untuk memberikan kepuasaan kepada konsumen," ujar Maurits. Berdiri sejak 1933, PT Unilever Indonesia kini sudah menaungi 40 produk brand, dengan kepemilikan pabrik sebanyak delapan yang berlokasi di wilayah Jababeka enam pabrik dan dua pabrik lainnya di Surabaya, serta 6719 total karyawan di tahun 2013. ”Kami adalah perusahaan yang memiliki kemampuan distribusi sangat luas, ada 1 juta toko diseluruh Indonesia yang menjual produk kami, yang membanggakan kami katakan bahwa di setiap rumah tangga paling tidak ada satu produk Unilever," ujar Maurits. Untuk kedepannya, seperti yang dikatakan Maurits, perseroan melihat bahwa iklim operasional sepanjang 2014 masih tetap penuh tantangan seiring pergulatan Indonesia menghadapi defisit neraca pembayaran, suku bunga yang tinggi serta volatilitas nilai rupiah. "Dengan makin matangnya Indonesia sebagai negara demokrasi, kami percaya bahwa risiko dampak negatif yang ditimbulkan terhadap iklim bisnis adalah kecil," kata Maurits. Sedangkan dalam jangka waktu panjang, pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Indonesia dengan penghasilan yang meningkat serta banyaknya penduduk usia muda menawarkan peluang yang besar untuk perkembangan bisnis. "Kami terus memonitor peluang untuk pertumbuhan di area-area yang belum terjamah khususnya di daerah yang tengah berkembang pesar di Indonesia," tutur Maurits. (maslim)




Post a Comment