Tragedi Odong-odong, 4 Meninggal Belasan Luka Parah
Bekasi, Laras Post Online - Menyusul peristiswa tragis tabrakan maut antara mobil Odong-odong dengan mobil molen, pada Selasa (6/5/2014) di sekitar wilayah Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi yang menelan korban Empat orang meninggal dunia, sejumlah pihak meminta agar polisi menertibkan Odong-odong.
Ketua DPC Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) Kabupaten Bekasi, H Sanen Awaludin mengatakan, perlu diambil tindakan tegas untuk menertibkan Odong Odong yang beroperasi di Jalan Raya. “Jika dibiarkan sangat mungkin akan terjadi peristiwa yang sama dan memakan korban lebih besar,” ujarnya.
Ia menuturkan, Odong odong merupakan kendaraan untuk rekreasi hasil modifikasi mobil tua, sehingga kurang layak jika digunakan di jalan raya. “Sebaiknya kendaraan semacam itu, hanya boleh digunakan di lingkungan perumahan dan perlu dilakukan pembinaan terhadap pengemudi maupun pemiliknya, agar lebih hati-hati dalam mengoperasikan Odong-odong,” ungkapnya.
Sebelumnya, warga digemparkan dengan kecelakaan maut Odong-odong yang mengangkut warga Mega Regensi Blok G 24 Rt 03/20 Desa Sukaragam Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi untuk berekreasi di sekitar pemukiman mereka.
Namun entah mengapa, Odong-odong naas itu, kali ini tidak hanya berputar-putar mengelilingi Perumahan, tapi melesat jauh hingga wilayah antara Lippo Cikarang dan Kawasan Delta Mas. Tepatnya di depan PT Hankook, kendaraan hasil modifikasi itu tabrakan sehingga seluruh penumpangnya terpental keluar dan mengalami luka-luka, bahkan ada yang meninggal dunia.
Menurut salah satu korban selamat, Mario, kecelakaan tersebut terjadi di depan PT Hankook dimana secara tiba-tiba mobil molen dari PT Pionir menabrak mobil odong-odong dengan keras, akibatnya para penumpang berjatuhan dan menurut saksi mata di lokasi yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, saat kejadian ada sekitar 4 orang meninggal di tempat dan lainnya terluka parah.
Saksi lain mengatakan, tabrakan terjadi karena mobil molen menghindari motor vario yang melesat dari arah berlawanan, karena berusaha menghindari motor justru mobil molen menabrak mobil odong-odong. “Kejadiannya sangat cepat sekali pak, karena mobil molen berusaha menghindari tabrakan dengan motor vario yang melesat kencang dari arah berlawanan, sehingga supir molen membanting stir ke arah kanan dan menabrak mobil odong-odong,” ujarnya.
Melihat banyak korban yang berjatuhan, pihak Perusahaan Hankook langsung mengerahkan kendaraannya membawa para korban ke beberapa rumah sakit terdekat yaitu RS Hosana Medika dan RS Permata Keluarga.(EYP)




Post a Comment