Tak Mencapai Target Anggaran Proda Diturunkan
![]() |
| Ilustrasi |
Sertifikasi tanah melalui Proda di Kabupaten Bantul pada tahun 2013 ditargetkan 1.500 bidang tanah, namun target itu hanya tercapai sebesar 70 persen.
Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Effendi mengatakan, akibat minimnya serapan Proda, maka tahun ini anggaran untuk Proda diturunkan. Proda diharapkan dapat membuatkan sertifikat untuk 1.500 bidang tanah, tetapi tahun 2014 ini diturunkan menjadi 900. “Sayang sekali sebenarnya karena ini kan program dari pemerintah bagi masyarakat yang kesulitan untuk mengesahkan tanahnya,” kata Agus, Minggu (18/5).
Sebab itu, Agus berharap, agar Proda dapat terlaksana sesuai target anggaran yang telah ditetapkan. Pada tahun 2013 lalu, anggaran untuk Proda mencapai Rp 1,5 miliar, tetapi tahun ini menurun menjadi Rp 1 miliar.
Disebutkan, salah satu kendala minimnya serapan Proda disebabkan jumlah tenaga pengukur tanah yang dimiliki Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bantul terbatas. “Kami sangat berharap agar BPN semakin meningkatkan kapasitasnya. Agar program ini juga dapat maksimal,” tambahnya.
Kepala BPN Bantul, Tugas Dwi Padma mengakui, selama ini BPN memiliki keterbatasan tenaga pengukur tanah. Tenaga yang dimiliki BPN hanya berjumlah sembilan orang, padahal jumlah masyarakat yang mengajukan cukup banyak.
Kondisi ini menjadi semakin sulit lantaran BPN juga harus melaksanakan program sertifikasi lain seperti Prona, Larasita dan ditambah Proda. Belum lagi dengan instansi lain yang juga melaksanakan sertifikasi tanah dan memerlukan tenaga dari BPN. (her)




Post a Comment