Header Ads


Hari Pendidikan Nasional di SDS Angkasa 04 Jakarta Timur

Para siswa  SDS 04 Angkasa, Jakarta Timur, terlihat menggunakan baju adat atau baju yang mewakili profesi tertentu, 
seusai acara kegiatan peringatan Hardiknas Jumat (2/05/2014) Minggu 
lalu, di halaman SDS 04 Angkasa, Jaktim.
Jakarta, Laras Post Online - (Jumat: 02/05/2014) Pendidikan itu penting bagi kita semuanya, maka setiap tahun diperingati. Maksudnya, agar kita semuanya tidak melalaikan akan pentingnya pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari Jumat 2 Mei Minggu lalu diperingati oleh para siswa sekolah dengan berbagai cara. Selain mengikuti upacara ada pula sekolah yang mengharuskan para muridnya menggunakan baju adat atau baju yang mewakili profesi tertentu. Hari Pendidikan Nasional juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan.
Suasana berbeda, Jumat pagi itu (2/05/14) Minggu lalu, tampak di SDS Angkasa 04 Jakarta Timur. Para siswa hadir ke sekolah tanpa mengenakan seragam, melainkan baju daerah. Ya, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, pihak sekolah mengharuskan para siswanya untuk menggunakan baju daerah atau baju yang mewakili profesi tertentu. 
Acara peringatan Hari Pen­didikan Nasional di SDS 04 Angkasa cukup meriah, seperti terlihat di halaman sekolah SDS 04 Angkasa, yang lokasinya di Kawasan Komplek Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Acara peringatan Hardiknas tersebut disambut meriah oleh para orang tua murid yang hadir. Selain itu kalangan orang tua siswa menyambut positif kegiatan memperingati hari pendidikan nasional tersebut. Dan bagi orang tua, yang lebih penting adalah kualitas pendidikan yang meningkat.
Dalam kesempatan itu, ditengah hiruk pikuk puncak acara ada pihak orang tua murid yang enggan disebut namanya mengatakan, “agar pemerintah tidak mengubah kurikulum hingga akibatnya membuat bingung baik pihak sekolah dan siswa dalam melaksanakan tugas materi pelajaran,” katanya. 
Sementara itu, Mendiknas M. Nuh, saat berketepatan peringatan hari pendidikan nasional ter­sebut mengatakan, mengajak me­ningkatkan layanan dan keterjangkauan pendidikan, demi mempersiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Republik Indonesia.
Untuk itu pihaknya akan memperbaiki jangkauan di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.  Menurut Mendiknas M. Nuh, lebih lanjut mengatakan, peringatan hari pendidikan nasional bisa menjadi ajang introspeksi bagi para guru pengajar untuk semakin memperbaiki kualitas dan pelayanannya. Katanya. 
Selain tiu, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan dedikasi tinggi agar cita-c ita bangsa mencitak generasi penerus, berkualitas dan mampu menjunjung tinggi harkat martabat serta membangun daerah masing-masing. Tegas M. Nuh, menambahkan. (Her)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.