Misteri MH370 Mulai Terkuak Pesawat Sengaja Menyimpang Dari Rute
Jakarta, Laras Post Online - Misteri raibnya pesawat Malaysia Airlines MH370, secara perlahan mulai terkuak, pesawat berpenumpang 227 jiwa dengan 12 awak penerbangan itu, ternyata sengaja menyimpang dari rutenya tanpa diketahui alasannya.
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Razak, akhir pekan lalu menyebutkan, pesawat sengaja menyimpang dari rutenya dengan penyebab yang belum diketahui.
Najib menyatakan, kini penyelidikan difokuskan kepada keterlibatan awak dan penumpangnya yang diduga terlibat dalam pembelokkan arah terbang pesawat secara sengaja itu.
Menurutnya, pesawat kemungkinan menggunakan salah satu dari dua koridor penerbangan yang bukan rute Malaysia Airlines tujuan Beijing, yaitu ke arah timur Malaysia. Sebaliknya menggunakan salah satu dari dua koridor rute penerbangan ke arah barat.
“Kedua koridor itu adalah koridor utara, dari Thailand sampai Asia Tengah untuk berakhir di Eropa, dan koridor selatan yang biasa dipakai untuk Timur Tengah yang juga bisa berakhir di Afrika,” ujar Najib dalam keterangannya.
Ia mengungkapkan, transponder pesawat yang vital bagi komunikasi pesawat telah dimatikan dengan sengaja. “Entah oleh awaknya atau penumpang di dalamnya,” tegasnya.
Keluarga Penumpang Sedikit Lega Usai Pemerintah Malaysia mengungkap informasi terbaru yang menyebutkan, temuan data radar, Malaysia Airlines MH370 itu, telah menyimpang dari kota tujuan di Beijing, China.“Kami terus menunggu perkembangan informasinya. Setidaknya apa yang disampaikan oleh Perdana Menteri Najib Tun Razak dapat melegakan,” kata Selamat Omar, orang tua dari salah satu penumpang MH370 dalam wawancara dengan stasiun televisi Astro Awani, Sabtu, (15/3/2014).
Selamat Omar berharap, para penumpang dapat ditemui dalam keadaan selamat. “Dan tentunya saya turut berdoa agar semua penumpang dalam keadaan selamat,” ungkapnya.
Selain menyampaikan temuan menurut data radar, PM Malaysia juga menyampaikan kronologi hilangnya pesawat MH370 yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Dipastikan bahwa sistem komunikasi pesawat bernama Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) mati sebelum pesawat mencapai pantai timur Semenanjung Malaysia.
Kemudian, transponder pesawat dimatikan dekat perbatasan (wilayah kewenangan) menara pengawas pesawat Malaysia dan Vietnam.
Pesawat yang sebelumnya terlihat pada radar utama Angkatan Udara Malaysia dipastikan adalah Penerbangan MH370. Kesimpulan ini didasarkan dari data mentah satelit dari penyedia jasa data satelit.
MH370 kemudian berbalik (dari rute seharusnya). Kemudian terbang ke arah barat untuk kembali ke Semenanjung Malaysia sebelum terbang ke arah barat laut (atau 180 derajat melawan rutenya).
Komunikasi terakhir antara pesawat dan satelit adalah Sabtu 8 Maret pukul 8.11 pagi waktu Malaysia.
Sampai titik di mana sudah menjadi jangkauan radar militer utama, gerakan pesawat disimpulkan sebagai manuver pesawat yang dikendalikan dengan sengaja seseorang dalam pesawat.
Tim investigasi tengah membuat kalkulasi lebih jauh yang akan mengindikasikan sejauh mana pesawat itu telah terbang setelah titik kontak terakhir ini, demi menyempurnakan pencarian.
Komunikasi terakhir dari pesawat dengan satelit adalah di salah satu dua koridor (penerbangan), yaitu koridor utara yang membentang kira-kira dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan di Asia Tengah sampai Thailand utara, atau koridor selatan yang membentang kira-kira dari Indonesia ke Samudera Hindia.
Pihak berwenang memfokuskan kembali penyelidikan kepada awak dan penumpang pesawat tersebut.
Kendati media memberitakan telah terjadi pembajakan, pihak berwenang akan terus menyelidiki semua kemungkinan mengenai apa yang menyebabkan MH370 menyimpang dari jalur penerbangan aslinya.
Malaysia mengakhiri operasi pencarian di Laut China Selatan dan mempertimbangkan untuk mengalihkan semua sumber daya ke Samudera Hindia.
Pihak berwenang terus bekerjasama dengan negara-negara relevan (termasuk Indonesia) untuk meminta semua informasi yang relevan untuk pencarian, termasuk data radar.
Karena kedua koridor baru penerbangan itu membutuhkan peran serta banyak negara, maka berbagai kedutaan besar asing di Malaysia telah diundang untuk briefing mengenai informasi baru oleh Menteri Luar Negeri Malaysia dan para pakar teknik.
Kementerian Luar Negeri telah diperintahkan untuk mengadakan briefing penuh dengan pemerintah-pemerintah asing yang warganya menjadi penumpang pesawat MH370.
Malaysia Airlines mengabarkan informasi terbaru ini kepada para keluarga penumpang MH370 sejak pagi hari lalu.
14 negara, 43 kapal perang dan 58 pesawat terlibat dalam pencarian ini
Otoritas penerbangan AS (FAA), Badan Keselamatan Transportasi AS (NTSB), Badan Penyelidikan Kecelakaan Udara (AAIB) menjadi bagian dalam tim bersama dengan berbagai pihak berwenang Malaysia. (as/ram)




Post a Comment