85 Peserta Dik Secaba PK Rindam Jaya Jakarta Digembleng di Gunung Bundar Ciampea Bogor
* Menjadi Prajurit TNI Harus Fisik Prima
Jakarta Laras Post Online - Menjadi anggota TNI msih menjadi daya tarik bagi pemuda dan pemudi Indonesia yang ingin berkarir di militer. Akan menjadi kebanggaan bila peserta tes nantinya dapat direkrut menjadi pasukan elite, seperti diantaranya Kopasus, infantry dan lain sebagainya. Artinya meniti karir sekaligus berjuang membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Jakarta Laras Post Online - Menjadi anggota TNI msih menjadi daya tarik bagi pemuda dan pemudi Indonesia yang ingin berkarir di militer. Akan menjadi kebanggaan bila peserta tes nantinya dapat direkrut menjadi pasukan elite, seperti diantaranya Kopasus, infantry dan lain sebagainya. Artinya meniti karir sekaligus berjuang membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
harga mati adalah salah satu alasan mereka ingin menjadi anggota TNI.
Fakta menunjukkan bahwa banyak sekali peserta tes yang gagal atau tidak lulus dalam tes penerimaan calon anggota TNI, walaupun sebenarnya mereka memenuhi standar. Dalam penerimaan anggota TNI khususnya TNI AD memang bukan bakat atau potensi yang dimiliki yang menjadi standar ukuran, tetapi juga fisik prima dan mental kejiwaan yang kuat juga menjadi pertimbangan utama. Sehingga, diharapkan diperoleh anggota TNI baru yang berkualitas dan professional, serta mampu memenuhi tuntutan tugas.
Demikian dipaparkan Wakil Komendan (Wadandik) Rindam Jaya Jakarta Mayor Kopasus Lasno, pada saat persiapan Berganda oleh para siswa Secaba PK kepada Laras Post di Lapangan Doper Gunung Bundar, Ciampea Bogor Minggu (16/03) kemaren.
Dikatakan Mayor Lasno, lebih lanjut. Dari sebanyak 1700 lebih pendaftar secaba pk Tahun Angkatan 2013 yang diterima hanya sedikitnya 85 orang, yang saat ini segera akan melaksanakan latihan ganda diantaranya materi yang diberikan adalh IC. IC artinya persiapan fisik dan mental perajurit di tengah medan tempur menghadapi serangan tembak dari pihak musuh atau lawan.
Di mana setelah 85 orang siswa dik secaba pk tersebut dididik secara fisik, mental ediologi dan rangkaian materi ilmu militer waktu siang maupun malam di Rindam Jaya Jakarta selama 4 bulan lebih, saat ini mereka melaksanakan Latganda di Gunung Bundar Ciampea Bogor selama 7 hari berturut-turut yang akan dimulai Senin hari ini (17/03) dan akan kembali ke Mako Rindam Jaya Jakarta, setelah mereka menyelesaikan rangkaian kegiatan ilmu strategi kemiliteran.
Dalam persiapan berganda tersebut Minggu Pukul 00.7 pagi , telah dihadiri diantaranya Kabaglat Rindam Jaya Lekol Infantri Jodi Setiawan, Wadandik Mayor Lasno, Danki Kapten Budi Pramono, para Danton diantaranya Letnan Bunasri, 20 personil pelatih handal, dan puluhan personil pelatih pendukung yang lainnya telah siap untuk melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya masing-masing.
Sementara itu, Danki (Komendan Klas) Secaba PK Rindam Jaya Jakarta, Kapten Budi Pramono, kepada Laras Post di tengah kesibukannya persiapan berganda tersebut memaparkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dulu bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) oleh masyarakat masih dipandang sebagai sebuah institusi yang menjanjikan masa depan cerah. Kepastian jaminan social, gaji, uang makan, tunjangan keluarga, dan kesempatan berkarier untuk semua prajurit merupakan daya tarik utama parta pemuda untuk menjadi anggota prajurit TNI.
Selain fisik yang prima, motivasi yang kuat, disiplin tinggi, serta kesehatan jasmani dan rohani, turut mempengaruhi kesempatan untuk diterima menjadi prajurit TNI. Sebagai pasukan utama pembela bangsa dan NKRI, prajurit TNI dituntut mempunyai fisik yang prima disegala medan. Ujar Kapten Budi Pramono, penuh semangat.
“Seperti yang akan kami laksnakan saat ini. Untuk mendidik fisik dan mental para siswa dari latganda melempar granat, menembak jarak tempuh amunisi seratus sampai tiga ratus meter. Maka sebanyak 1900 amunisi yang akan dimuntahkan di latganda ini”. Ujar Kapten Budi, menambahkan. (Her)




Post a Comment