Luhut Menyatakan Utang Indonesia Terkecil, Kamrussamad : Jelaskan Dasarnya
![]() |
| Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad (tengah). |
JAKARTA, LARAS POST - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan utang Indonesia sebesar Rp 7.000 triliun merupakan salah satu yang terkecil di dunia. Ia juga menyebut utang itu digunakan untuk proyek yang mendorong perekonomian negara.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad meminta Menko Luhut menjelaskan dasarnya.
"Besar dan kecil harus ada pembandingnya. Apakah dari PDB, nominal, pertumbuhan, atau faktor-faktor lain, seperti income per capita. Sehingga, sebaiknya Pak Luhut menjelaskan dasarnya apa bisa mengatakan utang Indonesia adalah yang terkecil," katanya.
Menurutnya, kalau dilihat dari nominal, Malaysia saat ini utang pemerintahnya sebesar 3.500 triliun rupiah. Sementara Indonesia saat ini, utang pemerintah per 30 Juni sebesar Rp 7.123,62 triliun.
"Padahal, income per capita Malaysia saat ini mencapai US 10.400 dollar, sementara Indonesia masih di angka US 4.000 dollar. Besar kecil perlu ada dasar pembandingnya." paparnya.
"Secara rasio utang terhadap PDB, memang saat ini kita masih aman. Saat ini rasio PDB nya sebesar 39,56 persen. Sementara banyak negara lain yang di atas 40 persen bahkan sampai 100%." jelasnya.
Indonesia, kata Kamrussamad, menurut International Debt Statistics Bank Dunia 2022, saat ini menjadi Top 10 Low- and Middle-Income Borrowers. Posisi Utang Luar Negeri Indonesia menurut laporan World Bank 2022, sebesar USD.417 miliar.
"Jumlah ini lebih tinggi dibanding negara berkembang lain, seperti Vietnam US$ 125 miliar, Thailand US$ 204 miliar, Filipina US$ 94 miliar, dan Mesir US$ 131 miliar. Secara pertumbuhan angka, utang luar negeri Indonesia juga meningkat 30,9 persen sejak 2016." ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, memang tidak semua utang luar negeri ini adalah utang pemerintah. Ada yang swasta atau penugasan BUMN. "Tapi kalau mereka tidak sanggup bayar, ini juga akan menjadi beban pemerintah. Ini yang kerap kali tersembunyi. Hidden debt." imbuhnya.
"Karena itu, sebaiknya Pak Luhut jelaskan dasarnya apa lebih detail. Apalagi di tengah ancaman krisis geopolitik dan ekonomi global yang sedang tidak pasti seperti ini. Sikap waspada perlu dikedepankan." pungkasnya. (Ari/Her/As)



Post a Comment