Target Polri di Tahun 2022 dalam Rapat Kerja dengan Komisi 3 DPR RI, Lahirkan 16 Rangkaian Kegiatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan Rapat Kerja dengan Komisi 3 DPR RI, Senin (24/01).

JAKARTA, LARAS POST - Polri memiliki 16 target kegiatan pada tahun 2022. Seperti terungkap dalam dalam Rapat Kerja dengan Komisi 3 DPR RI, Senin (24/1/2022).

16 target kegiatan Polri itu, terdiri dari: 

1. Peningkatan Kesejahteraan Personil melalui program perumahan dan kesehatan.

2. Pemberlakuan sistem kredit poin untuk pembinaan karir di SDM Polri.

3. Peningkatan Sinergitas dengan TNI dengan kegiatan bersama pada level pelaksana.

4. Meminimalisir komplain masyarakat terkait pelayanan kepolisian.

5. Pemberitahuan layanan kepolisian dengan nomor tunggal 110.

6. Pelayanan publik yang cepat, mudah dan terukur  berbasis teknologi informasi (PRESISI POLRI).

7. Penyiapan sarana dan prasarana bagi masyarakat kelompok rentan dan berkebutuhan khusus.

8. Rekrutment Proaktif dan penambahan kuota Bhabinkamtibmas dan Bakomsus.

9. Transformasi polsek sebagai basis revolusi dan Bhabinkamtibmas sebagai pusat informasi dan problem solver.

10. Virtual police - sarana edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan Sosmed pada ruang siber.

11. Perluasan E-tle untuk menjaga Marwah dan wibawa polri serta meningkatkan kepatuhan masyarakat.

12. Penerapan Restoratif Justice.

13. Perkara Unlawful killing (Rekomendasi Komnas HAM).

14. Dukungan pengendalian pandemi Covid-19.

15. Pendampingan program pemulihan ekonomi nasional.

16. Pemberlakuan sistem pengaduan online yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana kontrol.

Selain itu Polri juga memilik rencana pengembangan struktur Organisasi, yakni:

1. Pengembangan Korps Brimob Polri

2. Pengembangan Pusdokes Polri

3. Pengembangan Div TIK Polri

4. Pengembangan Dir Tipikor menjadi Kortas Tipikor.

5. Pengembangan struktur Direktorat PPA.

6. Pengembangan struktur Direktorat Siber di tingkat Polda.

7. Pengembangan Div Hubinter Polri dan,

8. Pengembangan SOPS Polri.

Untuk itu Polri akan meningkatkan jumlah rekrutment Polri Tahun Anggaran 2022 sebanyak 23.029 personel.

Penambahan Bintara Polri diarahkan untuk :

1. Korps Brimob Polri, 

2. Densus 88,

3. Bhabinkamtibmas dan 

4. Polres-Polres.

Lebih lanjut, Polri akan membangun Program satu data Polri dengan mengintegrasikan data polri secara keseluruhan baik di tingkat pusat sampai ke daerah.

Kegiatan lainnya, Pengamanan agenda G20.

Kemudian Polri akan menerapkan pola pendekatan baru konflik Papua dari ops nemangkawi menjadi ops Damai Cartenz 2022 dan Ops Rasaka Cartenz 2022.

1. Operasi Damai cartenz diarahkan ke 5 Kabupaten yang rawan gangguan yaitu : Puncak Jaya, Intan jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan dengan pola penebalan personil yang memiliki kemampuan jungle warfare, intelijen, dan komunikasi Binmas Noken. 

2. Ops Rasaka Cartenz diarahkan ke 24 wilayah selain yang menjadi sasaran ops Damai Cartenz, dengan mengedepankan giat preemtif dan preventif melalui Binmas Noken.

Kemudian, untuk mendorong perubahan kultur dan budaya Polri yang dekat dan dicintai masyarakat dengan strategi : 

1. Pelayanan Publik (layanan cepat, mudah dan tidak bertele-tele, disertai petugas yang ramah dan humanis serta kualitas pelayanan harus bisa dirasakan oleh masyarakat setiap lokasi pelayanan harus menyediakan pengaduan dan penanganan complain).

2. Penegakan hukum (jaga Wibawa dan Marwah Polri, berpihak kepada masyarakat terutama kelompok yang lemah, beri kepastian hukum, kedepankan Restoratif Justice, penegakan hukum sebagai upaya terakhir (Ultimum remedium, junjung tinggi HAM).

Disebutkan kepada setiap pimpinan diseluruh tingkatan Kapolri selalu tekankan untuk:

1. Menjadi pemimpin yang melayani masyarakat dan anggota polri sebagai prioritas. 

2. Pemimpin harus turun langsung kelapangan untuk memahami situasi, kesulitan anggota dan harapan masyarakat.

3. Pemimpin harus berani keluar dari zona nyaman, meninggalkan budaya organisasi yang buruk di masa lalu menuju transformasi ke arah organisasi yang lebih baik.

Sementara itu filosofi kepemimpinan ini diwujudkan secara nyata melalui kegiatan : 

1. Temu warga - menemui warga secara langsung tanpa membedakan status sosial untuk mendengarkan dan menyelesaikan permasalahan warga secara langsung.

2. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PJU sbg langkah jemput bola dengan membuka kantor dilapangan sehingga bisa ketemu langsung dengan warga dan juga sebagai bentuk komunikasi publik karena dapat menghilangkan sumbatan komunikasi dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

Kapolri juga menekankan agar setiap Pimpinan Polri disetiap tingkatan dapat menjadi teladan bagi anggotanya, krn ikan busuk dari kepala. oleh karena itu setiap pimpinan harus memiliki 3 kompetensi yaitu: 

1. Kompetensi teknis (pengetahuan yang terspesialisasi, pengetahuan hukum, manjemen program dan strategi, manajemen sumberdaya).

2.  Kompetensi etika (manjemen nilai, penalaran moral, moralitas individu, moralitas publik dan etika organisasi (tribrata dan catur prasetya).

3. Kompetensi leadership (penilaian dan penetapan tujuan, ketrampilan manajemen, gaya manajemen, ketrampilan politik dan organisasi, evaluasi).

Kapolri menegaskan, Polri tidak anti kritik, adanya kritik sebagai evaluasi untuk perbaikan Polri kedepan.

Hal yang terpenting adalah bagaimana polri dapat merespon dengan cepat dan mengelola masukan dari masyarakat. 

"Anggota yang telah melakukan pelanggaran akan kita proses dan anggota yang berprestasi akan diberikan reward. Untuk itu kami akan mengadakan Hoegeng Reward sebagai bentuk apresiasi kepada anggota." pungkasnya. (Her)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.