Header Ads


Perombakan Kabinet Maret 2016?

Karikatur
Jakarta, Laras Post - Rumor reshuffle (perombakan) Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, terus berkembang. Bahkan belakangan beredar secara berantai, nama sejumlah menteri yang bakal dicopot. Lalu, benarkah reshuffle kabinet akan dilakukan dalam waktu dekat?

Menanggapi pertanyaan wartawan soal perombakan kabinet, Presiden Jokowi, meminta para menteri Kabinet Kerja untuk bekerja dengan baik, karena urusan perombakan kabinet adalah hak prerogratif presiden dan tidak bisa dipengaruhi pihak lain.

Presiden Jokowi juga enggan memastikan kapan perombakan kabinet ia lakukan, bisa bulan Januari atau bisa nanti. "Kenapa harus bulan ini, bulan 1, kan bisa bulan 2, memang harus bulan 1? Bisa juga kan bulan berikutnya, Maret," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai makan malam bersama wartawan, pada Jumat (8/1/2016) di Istana Negara.

Ketika didesak kapan akan mengumumkan reshuffle, Presiden menjelaskan. "Bisa saja dua jam sebelum pelantikan saya umumkan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menegaskan, dirinya tidak dapat didorong atau didikte oleh siapapun dalam menentukan kabinet. 

“Kamu juga tidak usah ikut dorong-dorong dikte-dikte. Kamu juga ikut-ikut mendesak-desak. Itu hak prerogatif presiden,” lanjut Jokowi, saat ditanya wartawan usai menghadiri penandatanganan kontrak kegiatan tahun anggaran 2016, di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, pada Rabu (6/1/2016).

Tidak Terpengaruh
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah tidak terpengaruh rumor perombakan kabinet yang beredar di masyarakat. 

Ia menyatakan, rumor yang beredar mengenai perombakan kabinet berasal dari sumber yang tidak jelas, sehingga tidak akan mempengaruhi kinerja menteri yang diisukan akan dicopot.

"Siapa yang menyebarkan rumor, itu enggak penting. Istana tidak tergantung pada rumor," kata Pramono, kepada wartawan, pada Jumat (8/1/2015) di Kantor Presiden, Jakarta.

Pramono menegaskan, perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, sehingga keputusan Presiden Jokowi jika nantinya kembali merombak kabinet tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun. 

Ia menduga, rumor perombakan kabinet kemungkinan sengaja dihembuskan oleh pihak yang menginginkan posisi menteri. Namun menurutnya, upaya seperti itu biasanya tidak berhasil. "Rumor-rumor itu yang membuat ya orang yang ingin jadi menteri, tapi biasanya tidak kesampaian," ujarnya. (her, sg, ram)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.