Tiba di Amerika Presiden Jokowi Disambut Dubes RI Untuk AS
![]() |
| Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana tiba di Pangkalan Militer Andrews, Amerika Serikat (AS), Minggu (25/10) sekitar pukul 12.30 Waktu Setempat. |
Washington DC, Laras Post - Setelah melewati penerbangan panjang lebih dari 27 jam Pesawat Kepresiden Republik Indonesia, Boeing Business Jet 2 (BBJ2), akhirnya mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Amerika Serikat (AS), Minggu (25/10/15) sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat (12.30 WIB).
Dalam kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat kali ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan akan berlangsung selama tiga hari. Dan yang kunjuungan yang terakhir di Silicon Valley, Los Angles, AS untuk mengadakan pertemuan bersama para pengusaha teknologi informasi (TI).
Dalam kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat kali ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan akan berlangsung selama tiga hari. Dan yang kunjuungan yang terakhir di Silicon Valley, Los Angles, AS untuk mengadakan pertemuan bersama para pengusaha teknologi informasi (TI).
Presiden Jokowi langsung disambut oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, dan beberapa duta besar negara ASEAN.
Turut menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Pangkalan Udara Andrews itu, Kepala Protokol Negara Amerika Serikat Peter A Selfridge, dan Atase Pertahanan RI di Washington Brigjen Pudjo Wahjono.
Dari Bandar Udara Andrews Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung bertolak ke Blair House tempat dimana Presiden akan menginap selama berada di Washington DC.
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana dijadwalkan akan berada di Washington DC selama 3 hari.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ke Washington DC itu adalah Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Kepala BKPM Franky Sibarani. Sementara di Washington DC sudah tiba lebih dahulu Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno Marsudi, Menkominfo Rudiantara, dan Mendag Thomas Lembong.
Demi Penghematan Jokowi Rela Terbang Lebih Lama
Demi efisiensi biaya alias pengiritan, Presiden Jokowi rela menjalani penerbangan lebih lama demi biaya perjalanan yang lebih murah.
Pesawat Kepresidenan berjenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2). Pesawat itu hanya bisa terbang maksimal 10-12 jam. Nah, perjalanan ke AS membutuhkan waktu lebih lama dibanding daya tahan terbang pesawat itu.
Dengan fakta tersebut, maka Pesawat Kepresidenan harus beberapa kali transit dalam perjalanan dari Jakarta ke Washington DC. Total perjalanan pun jadi lebih lama.
Jika lewat jalur komersil total lama penerbangan Jakarta-Washington sekitar 23 jam dengan satu kali transit, maka perjalanan Pesawat Kepresidenan lebih lama, totalnya mencapai 27 jam 30 menit dan dua kali transit. Pesawat Kepresidenan akan transit di Abu Dhabi dan Schipol, baru kemudian terbang ke Washington DC.
Waktu tempuh 27 jam 30 menit juga diperlukan Pesawat Kepresidenan untuk membawa pulang Presiden Jokowi dari San Fransisco ke Jakarta pada Kamis 29 Oktober. Dalam perjalanan pulang, Pesawat Kepresidenan akan transit di Honolulu dan Guam. Metode perjalanan ini disebut Seskab Pramono Anung lebih murah dibandingkan menyewa pesawat komersil.
"Memang beliau sangat ingin perjalanan itu ngirit. Dibandingkan dengan jalur komersial, Presiden ingin lebih irit," kata Pramono Anung usai mengantar Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2015).
Sekilas tentang BBJ-2
Pesawat Kepresidenan dibeli di masa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan harga USD 91,2 juta atau sekitar IDR 820 miliar, dengan perincian USD 58,6 juta untuk badan pesawat, USD 27 juta untuk interior kabin, USD 4,5 juta untuk sistem keamanan, dan USD 1,1 juta untuk biaya administrasi.
Pesawat ini mampu membawa rombongan presiden hingga 67 orang dan terbang hingga 10-12 jam serta mendarat di bandara kecil. Interior pesawat ini terdiri atas beberapa ruangan, yaitu Ruang Rapat (Meeting Room) VVIP berkapasitas 4 orang, Kamar Kenegaraan (State Room) VVIP yaitu ruang tidur mewah yang dapat menampung 2 orang, 12 kursi eksekutif, dan 44 kursi staff.
Pesawat ini memiliki dua mesin CFM56-7, dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 0,785 Mach, sementara kecepatan maksimumnya adalah 0,85 Mach. Jangkauan jelajah maksimum mencapai 4.620 Nm (8.556 km).[15] Ukuran Boeing Bussiness Jet 2 mempunyai panjang hingga 38 meter dengan rentang sayap hingga 35,79 meter dan tinggi 12,5 meter. Pesawat ini mampu terbang hingga ketinggian maksimum 41.000 kaki, dengan daya jelajah 10.000 km dengan daya tampung bahan bakar 35.539 liter yang ditampung dalam enam tangki bahan bakar. (her, sg, ram)
Demi Penghematan Jokowi Rela Terbang Lebih Lama
Demi efisiensi biaya alias pengiritan, Presiden Jokowi rela menjalani penerbangan lebih lama demi biaya perjalanan yang lebih murah.
Pesawat Kepresidenan berjenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2). Pesawat itu hanya bisa terbang maksimal 10-12 jam. Nah, perjalanan ke AS membutuhkan waktu lebih lama dibanding daya tahan terbang pesawat itu.
Dengan fakta tersebut, maka Pesawat Kepresidenan harus beberapa kali transit dalam perjalanan dari Jakarta ke Washington DC. Total perjalanan pun jadi lebih lama.
Jika lewat jalur komersil total lama penerbangan Jakarta-Washington sekitar 23 jam dengan satu kali transit, maka perjalanan Pesawat Kepresidenan lebih lama, totalnya mencapai 27 jam 30 menit dan dua kali transit. Pesawat Kepresidenan akan transit di Abu Dhabi dan Schipol, baru kemudian terbang ke Washington DC.
Waktu tempuh 27 jam 30 menit juga diperlukan Pesawat Kepresidenan untuk membawa pulang Presiden Jokowi dari San Fransisco ke Jakarta pada Kamis 29 Oktober. Dalam perjalanan pulang, Pesawat Kepresidenan akan transit di Honolulu dan Guam. Metode perjalanan ini disebut Seskab Pramono Anung lebih murah dibandingkan menyewa pesawat komersil.
"Memang beliau sangat ingin perjalanan itu ngirit. Dibandingkan dengan jalur komersial, Presiden ingin lebih irit," kata Pramono Anung usai mengantar Presiden Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2015).
Sekilas tentang BBJ-2
Pesawat Kepresidenan dibeli di masa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan harga USD 91,2 juta atau sekitar IDR 820 miliar, dengan perincian USD 58,6 juta untuk badan pesawat, USD 27 juta untuk interior kabin, USD 4,5 juta untuk sistem keamanan, dan USD 1,1 juta untuk biaya administrasi.
Pesawat ini mampu membawa rombongan presiden hingga 67 orang dan terbang hingga 10-12 jam serta mendarat di bandara kecil. Interior pesawat ini terdiri atas beberapa ruangan, yaitu Ruang Rapat (Meeting Room) VVIP berkapasitas 4 orang, Kamar Kenegaraan (State Room) VVIP yaitu ruang tidur mewah yang dapat menampung 2 orang, 12 kursi eksekutif, dan 44 kursi staff.
Pesawat ini memiliki dua mesin CFM56-7, dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 0,785 Mach, sementara kecepatan maksimumnya adalah 0,85 Mach. Jangkauan jelajah maksimum mencapai 4.620 Nm (8.556 km).[15] Ukuran Boeing Bussiness Jet 2 mempunyai panjang hingga 38 meter dengan rentang sayap hingga 35,79 meter dan tinggi 12,5 meter. Pesawat ini mampu terbang hingga ketinggian maksimum 41.000 kaki, dengan daya jelajah 10.000 km dengan daya tampung bahan bakar 35.539 liter yang ditampung dalam enam tangki bahan bakar. (her, sg, ram)




Post a Comment