Header Ads


Parpol Ujung Tombak Pemberdayaan Politik

Jakarta, Laras Post Online - Proses peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia tak lepas dari peran partai politik (Parpol). Pendidikan politik kepada masyarakat selalu mengutamakan Parpol sebagai ujung tombaknya. Untuk itu, tak ada salahnya bila Parpol mendapat alokasi anggaran yang ideal dari APBN.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berpendapat, alokasi anggaran parpol yang diterima selama ini terlalu kecil, berkisar antara Rp108-Rp128 per suara. Usulan anggaran bagi parpol dari Kemendagri yang berkembang saat ini sekitar Rp 1 triliun. Anggaran itu sebetulnya sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan alokasi anggaran dalam APBN.
 “Menurut saya minimal Rp5000 per suara. Angaka Rp1 triliun relatif kecil dibanding dengan APBN kita. Dana untuk sektor pedidikan saja sekitar Rp400 triliun. Ini dana untuk parpol yang merupakan pilar demokrasi di Indonesia cuma dapat Rp1 triliun. Kita perlu pertimbangkan bersama usulan Mendagri itu,” tandas Fadli, usai menerima Dubes Armenia, pada Jumat (13/3/2015) di DPR.
Menurut Fadli, angka Rp5000 per suara sangat ideal untuk memberdayakan Parpol. Apalagi selama ini Parpol tak punya sumber pendanaan, kecuali iuran anggota dan sumbangan. Dahulu di era liberal, Parpol bisa membuka usaha untuk mencari sumber pendanaannya sendiri. Kini, sudah tak bisa lagi.
Lebih lanjut ia menyatakan, untuk meminimalisir efek penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan lain-lain, sebaiknya dibuat seperti di banyak negara, yaitu ada peran negara dalam membangun Parpol dari segi pembiayaan. “Tentu Parpol juga harus diaudit. Penggunaannya harus jelas dan transparan. Itu, kan, bukan untuk pribadi. Harus ada transparansi dan akuntabiltas,” imbuh Fadli lagi. (yand)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.