Panglima TNI Membuka 100 Experts Meeting di Mabes TNI Cilangkap
| Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat membuka 100 Experts Meeting |
Jakarta, Laras Post Online - Panglima TNI, Jenderal TNI Dr. Moeldoko membuka 100 Experts Meeting/pertemuan para ahli pangan yang bertema “Memastikan Terwujudnya Kedaulatan Pangan” di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/3/2015).
Acara yang digelar Mabes TNI dan Forum Purnabakti Eselon Satu Indonesia (FORPESI) ini diikuti 169 peserta. Adapun sebagai narasumber dalam acara tersebut antara lain, KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., KASAU Marsekal TNI Agus Supriyatna dan Akademisi Dr. Ir. Suryo Wiyono, MSc. Agr.
Moeldoko menegaskan dalam amanatnya, maksud diselenggarakannya 100 Experts Meeting ini memastikan terwujudnya kedaulatan pangan. Untuk mensosialisasikan arah kebijakan, menyamakan presepsi dan langkah tindakan serta meningkatkan dukungan para pihak stakeholders yang terkait dengan kedaulatan pangan. Dengan tujuan memperoleh saran dan masukan untuk mempercepat kepastian terwujudnya kedaulatan pangan melalui peningkatan sinkronisasi dengan lintas kementerian/LPNK.
Moeldoko menegaskan dalam amanatnya, maksud diselenggarakannya 100 Experts Meeting ini memastikan terwujudnya kedaulatan pangan. Untuk mensosialisasikan arah kebijakan, menyamakan presepsi dan langkah tindakan serta meningkatkan dukungan para pihak stakeholders yang terkait dengan kedaulatan pangan. Dengan tujuan memperoleh saran dan masukan untuk mempercepat kepastian terwujudnya kedaulatan pangan melalui peningkatan sinkronisasi dengan lintas kementerian/LPNK.
“Kedaulatan pangan ini penting karena menyangkut hidup orang banyak, menyangkut hidup rakyat Indonesia yang digali dari kearifan lokal dan sumber daya alam Indonesia yang berlimpah. Pada perspektif keamanan negara dan stabilitas nasional kedaulatan dan pangan itu menjadi item strategis”, ujar Panglima TNI.
Sementara itu, dalam konteks kedaulatan kebutuhan pangan menjadi isu negara-negara dunia dalam pencarian lahan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangannya yang dapat menjadikan Indonesia sebagai sasaran penguasaan ditengah kecenderungan pergeseran Geo Politik dan Geo Ekonomi yang saat ini telah ada pergeseran dari Timur Tengah, ke Asia dan Asia Pasifik.
“Pangan menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan nasional terlebih bila dihadapkan kepada upaya membangun sistem pertahanan keamanan rakyat semesta, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan bahwa kedaulatan pangan dan kemandirian pangan merupakan basis dari ketahanan nasional sebagai modal dasar terciptanya stabilitas nasional”, kata Jenderal TNI Moeldoko.
Disebutkan pula kegiatan ini dalam rangka menjalankan salah satu misi organisasi, yakni memberikan bantuan pemikiran kepada kalangan eksekutif termasuk TNI dan legislatif, badan usaha dan lembaga masyarakat. FORPESI terpanggil untuk ikut mensukseskan terselenggaranya program pemerintah yang teramat penting yaitu mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, ujar Moldeoko mengakhiri amanatnya. (yan)




Post a Comment