Petani Kembali Mendemo Kantor BPN
![]() |
| Para Petani lereng Gunung Kelud asal Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri kembali mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kediri, Senin (16/6). |
Kediri, Laras Post Online – Petani lereng Gunung Kelud asal Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri kembali mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kediri, Senin (16/6). Mereka menggelar aksi unjuk rasa kesekian kali karena kecewa terhadap kinerja BPN yang mereka nilai lamban dalam memproses pembebasan lahan.
Para pengunjuk rasa, sambil membentangkan poster dan spanduk berisi tuntutan pembebasan lahan. Dalam orasinya, juru bicara pengunjuk rasa, Trianto menyebutkan adanya indikasi permainan dalam kasus sengketa lahan pertanian. Untuk itu mereka meminta BPN melakukan validasi ulang data penerima lahan yang selama ini diduga fiktif.
Trianto pada kesempatan itu mengatakan, lahan seluas 59 hektar yang masih sengketa di wilayah Ngancar hingga kini masih digarap oleh orang suruhan PT Perkebunan Sumber Sari Petung.
Menurutnya, padahal lahan itu merupakan lahan redistribusi yakni tanah milik negara yang dibagikan kepada petani untuk digarap demi meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga bukan merupakan tanah milik perusahaan perkebunan.
Ia menuding, Pemerinta Kabupaten Kediri maupun BPN seperti terlibat tarik ulur sehingga tanah itu, tidak dapat dimanfaatkan warga sekitar yang mendapat redistribusi.
Trianto menyatakan, pihaknya sudah belasan kali melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati maupun BPN untuk meminta hak pengelolaan lahan redistribusi. Namun upaya para petani hingga kini belum membuahkan hasil. “Kami akan kembali melakukan unjuk rasa sampai tuntutan dikabulkan Pemerintah Kabupaten Kediri dan BPN. (her)
Para pengunjuk rasa, sambil membentangkan poster dan spanduk berisi tuntutan pembebasan lahan. Dalam orasinya, juru bicara pengunjuk rasa, Trianto menyebutkan adanya indikasi permainan dalam kasus sengketa lahan pertanian. Untuk itu mereka meminta BPN melakukan validasi ulang data penerima lahan yang selama ini diduga fiktif.
Trianto pada kesempatan itu mengatakan, lahan seluas 59 hektar yang masih sengketa di wilayah Ngancar hingga kini masih digarap oleh orang suruhan PT Perkebunan Sumber Sari Petung.
Menurutnya, padahal lahan itu merupakan lahan redistribusi yakni tanah milik negara yang dibagikan kepada petani untuk digarap demi meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga bukan merupakan tanah milik perusahaan perkebunan.
Ia menuding, Pemerinta Kabupaten Kediri maupun BPN seperti terlibat tarik ulur sehingga tanah itu, tidak dapat dimanfaatkan warga sekitar yang mendapat redistribusi.
Trianto menyatakan, pihaknya sudah belasan kali melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati maupun BPN untuk meminta hak pengelolaan lahan redistribusi. Namun upaya para petani hingga kini belum membuahkan hasil. “Kami akan kembali melakukan unjuk rasa sampai tuntutan dikabulkan Pemerintah Kabupaten Kediri dan BPN. (her)




Post a Comment