Header Ads


Bathara Saverigadi Dewandoro Lahir Dari Keluargga Seniman

Bathara Saverigadi Dewandoro
Jakarta, Laras Post Online -  Bagi seniman, nilai-nilai (tatanan dan tuntunan) dapat diekspresikan menjadi karya seni penuh makna simbolis, didaktis, sekaligus menghibur. Inilah yang akan direpresentasikan penari muda berbakat, penyandang gelar Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai koreografer kelas dunia termuda berbasis seni tari tradisi,  Bathara Saverigadi Dewandoro.
Pelajar Kelas 2 SMU Angkasa 2 Jakarta Timur  yang akrab disapa Bathara ini, memang terlahir dari keluarga seniman. Ayahnya Suryandoro seorang begawan alumni Institute Seni Indonesia (ISI) Surakarta  program komposisi tari sementara  ibunya Dewi Sulastri master tari dunia alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Kali ini Bathara   kembali mem­buat repertoar tari bertajuk,  “Gama Gan­drung” (Perjalanan Gandrung). Tari Gama Gandrung ini didukung oleh pemusik Sri Waluyo peñata artistik Agus Linduaji dan penata kostrum Yani Wulandari. Persembahan tari tradisional kontemporer berlatar belakang tari Gandrung Banyuwangi ini, dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), pada Rabu 11 Juni 2014 lalu.
Kenapa Gandrung? “Saya mengagumi sejarah kese­nian Gandrung. Tari Gandrung memuat berbagai makna, seperti ungkapan syukur, suka cita, harapan, sampai dengan kesakralan.  Lewat Tari Gandrung inilah, simbolisasi tentang harmonisasi antara alam dan manusia dicoba untuk digambarkan oleh para penari yang akan kami persembahkan,” ungkap Bathara Saverigadi Dewandoro , saat  dijumpai di tempatnya berlatih, di Swargaloka Art and Culture Foundation, Pasar Rebo Jakarta Timur
Remaja yang lahir di Bantul Yogyakarta, 7 Februari 1997 ini, memperlihatkan pertumbuhan logika dan penalaran yang lebih dibanding anak-anak seusianya. Belasan karya repertoar tari dilewatinya, baik di dalam negeri maupun di mancanegara. Khususnya melalui pegelaranThe Indonesia Opera Drama Wayang. Bathara juga telah menciptakan beberapa karya tari yang mengantarkannya mendapat sejumlah penghargaan.
Penghargaan tersebut dian­taranya; Juara 1 Lomba Tari Kreasi Pesta Seni Pelajar Tingkat DKI Jakarta 2011 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta, Juara 1 Lomba Tari Kreasi Se-Jabodetabek - Festival Selaras Pinang 2012, penghargaan Penata Tari Terbaik dari Himpunan Seni Budaya Bangsa Indonesia (HISBI) 2012,  atas karyanya berjudul “Tekad,” dan Juara 1 Lomba Tari Kreasi Kelompok Nasional, yang diselenggarakan Universitas Indonesia dalam rangka 7th NFF National Folklore Festival 2013.
Bathara kerap juga tampil menjadi narasumber di berbagai kegiatan variety show televisi, diantaranya melalui acara “Inspirator Muda Indonesia, Kick Andy” Metro TV, dan acara “Tea Time” Metro TV tampil bersama penyiar senior Desi Anwar. Bathara juga sempat membintangi Film Televisi (FTV) “Tusuk Konde” yang disutradarai Enison Sinaro. (suryati)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.