Header Ads


Pengelola Sampah Siluman, Tumpukan Sampah Jadi Ajang Mengais Rezeki, Kasatpel LH Kecamatan Disinyalir 'Main Mata' dengan Oknum RW

JAKARTA, Laraspost - Tidak disangka bau tidak sedap berasal dari Sampah yang menumpuk, tersimpan peluang untuk mengais rezeki.

Tumpukan Sampah menurut Masyarakat awam tidak berguna, dan bermanfaat. lain halnya dengan Kasatpel Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan.

Tumpukan Sampah yang berasal dari Pasar tradisional, atau Sampah yang dibuang oleh Perusahaan, buangan Sampah tersebut, ada peluang untuk mengais rezeki.

   Dan buangan Sampah yang dibuang oleh Perusahaan atau dari Pasar tradisional, namun Sampah tersebut adalah diduga Sampah Siluman.

Sampah Siluman biasanya menumpuk ditepi jalan. atau  berada di Pasar tradisional.

Adapun untuk Mekanisme pengangkutan Sampah Siluman, "dibutuhkan Negosiasi". 

Pasalnya, apabila Sampah akan dibuang atau diangkut oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan, atau diangkut oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota administrasi Jakarta Barat.

"Maka Rukun Warga (RW) atau Pengelola Sampah, "bernegosiasi dahulu dengan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan," ujar Sumber.

Negosiasi dan Koordinasi dengan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan, adalah Konsekwensi untuk Pengangkutan Sampah Siluman. bagaimana? Dan berapa "Upeti per-bulannya.

Rukun Warga (RW) atau pihak pengelola Sampah, dikutip per-bulan berfariasi.

Besar Kutipan, mencapai "Enam Juta Rupiah (Rp6 Jt) per-Bulan. Dan bahkan, ada juga yang "membayar Delapan Juta Rupiah (Rp8 Jt) per-bulan.(Red).

"Dan besar, kecil-nya Kutipan dilihat dari Zonanya," pungkas Sumber tersebut. (Heri. S)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.