BKKBN Nilai Penurunan Jumlah Penduduk Belum Otimal
![]() |
| Kepala BKKBN, Prof. Dr. Fasli Jalal |
"Kita masih akui usaha penurunan jumlah penduduk di Indonesia belum optimal, masih mencapai 1,4 persen, karena itu dibutuhkan kerja serius dan koordinasi antar lembaga, kata Kepala BKKBN, Prof. Dr. Fasli Jalal dalam sambutan temu pengelola dan pelaksana program kependudukan, KB tingkat nasional 2014 di Surabaya,Rabu.
Menurutnya, BKKBN menargetkan laju pertumbuhan penduduk hanya tumbuh 1,1 persen pertahun, tetapi saat ini masih cukup tinggi. "Secara bertahap pihaknya akan turunkan menjadi 1,27 persen kemudian 1,1 persen," katanya, seraya menambahkan, pengaturan keluarga sejahtera itu penting untuk menjadikan bangsa yang maju.
Temu pelaksana program kependudukan yang diikuti lebih dari 600 peserta dari 33 propinsi, Fasli menjelaskan, begawan ekonom nasional, Prof. Wijoyo Nitisastro kala itu memperkirakan, jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 akan mencapai 330 juta karena pertumbuhannya masih berkisar 1,5 persen per tahun. Jika hal itu tidak ditanggulangi, akan terjadi kesulitan pemenuhan pangan, kesehatan dan gisi, termasuk layanan pendidikan.
Syukur alhamdullilah, jumlah penduduk tahun itu hanya mencapai 237 juta, atau kurang sekitar 100 juta jiwa yang seharusnya lahir. Itu semua atas kerja keras dari semua pihak utamanya dari para pekerja penyuluh KB lapangan dan instansi terkait seperti departemen kesehatan dan pendidikan untuk terus berkoordinasi dalam usaha menekan jumlah pertumbuhan penduduk.
Temu pelaksana program kependudukan yang dilaksanakan tiap tahun itu, kini mengambil tema "Peningkatan Kebersamaan Pencapaian Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga ."
Indonesia, kata Fasli, saat ini sudah termasuk negara 10 besar yang berpengaruh dalam kontribusi ekonomi dunia. Jika penduduknya punya pendidikan tinggi, kesehatan dan gizinya terjamin, tentu bukan hanya dijadikan pusat pasar produk dunia tetapi juga membuat produk yang punya daya saing tingggi.
Gatra
Ditempat terpisah, Sekretaris Utama BKKBN Ir. Ambar Rahayu yang didampingi Kepala Bagian Humas Drs.Adi Wahyono mengatakan, BKKBN saat ini akan terus menggalakkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra) guna memberikan pelayanan dan konsultasi gratis kepada usia muda, dan usia lanjut dalam kaitan reproduksi anak.
Usaha ini bagian dari hasil study banding ke Cina dan Singapura dimana kedua negara itu dapat menurunkan angka pertumbuhan penduduknya secara drastis.
Pusyan Gatra, kata Ambar merupakan pelayanan satu atap terkait konsultasi mencegah kehamilan muda dan usia lanjut. Lembaga ini saat ini lebih diutamakan kepada lapisan masyarakat yang tidak mampu karena itu pemberian alat kontrasepsi dan layanan konsultansi bersifat gratis.
Kedepan, katanya, pembiayaan lembaga itu akan melibatkan perusahaan besar di propinsi setempat karena manfaatnya dapat dirasakan semua pihak. JIka kleuarga Indonesia sejahtera, maka semua orang alan ikut merasakan, katanya, seraya menambahkan, untuk mewujudkan sejahtera itu jumlah anak perlu diatur agar orang tua dapat menjaga kesejatan dan pendididkannya.(oleh Theo dan Sudarmi Alwy)




Post a Comment