Suhaily Syam: Setiap jajaran BPN RI Harus Memiliki Spirit
![]() |
| Sekretaris Utama bpn ri Suhaily Syam, membuka Rakornis Penatagunaan Tanah Dan Konsultasi Teknis Pengendalian Penerapan Kebijakan dan Program TA 2014. |
Jakarta, Laras Post Online - Setiap jajaran BPN RI harus memiliki Spirit, yang merupakan kepanjangan dari Smile, People, Integrity, Responsibility, Innovative serta Teamwork dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Utama Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI), Suhaily Syam, mengatakan hal itu, saat membuka Rapat Kerja Teknis Penatagunaan Tanah Dan Konsultasi Teknis Pengendalian Penerapan Kebijakan dan Program Tahun Anggaran 2014, Senin (5/5/2014) di Hotel Millenium, Jakarta.
Suhaely juga menyatakan, untuk mendukung Reformasi Birokrasi BPN RI, setiap jajaran BPN harus melakukan reformasi diri, merubah mindset serta cultureset dan mengerjakan pekerjaan dengan rasa ikhlas serta penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut sekretaris Utama mengungkapkan, pengaturan pertanahan merupakan kegiatan atau proses mengelola dan mengatur tata guna tanah yang meliputi penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang berwujud konsolidasi pemanfaatan tanah melalui pengaturan kelembagaan yang terkait dengan pemanfaatan tanah sebagai satu kesatuan sistem untuk kepentingan masyarakat secara adil. “Fungsi ini terwakili dengan adanya penatagunaan tanah dan penataan wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, perbatasan dan wilayah tertentu,” tegas Suhaely.
Suhaely menjelaskan, fungsi selanjutnya adalah pengendalian, dimana di dalamnya terkandung makna proses yang integral dari serangkaian metode atau tindakan yang dilakukan secara terus menerus oleh seluruh komponen organisasi untuk memberikan kepastian tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, kehandalan dalam pembuktiannya, keakuratan dalam pelaporannya, serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Fungsi ini terwakili dengan pemantauan dan pembinaan pertanahan dan penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Utama meminta kepada para peserta Rakornis agar melakukan formulasi strategi yang dapat diterapkan di daerah sehingga dapat mendukung upaya percepatan pelaksanaan program pertanahan terutama terkait dengan tugas dan fungsi yang diselenggarakan oleh jajaran bidang pengaturan dan pengendalian pertanahan ke depan. (her)




Post a Comment