Header Ads


Presiden Mendatang Perlu Perhatian Pada Tertib Kawasan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
Jakarta, Laras Post Online - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Presiden RI mendatang, dapat menyampaikan sikap dan pandangan Indonesia tentang pentingnya tertib kawasan dan bisa membangun kerja sama agar pemberlakukan Masyarakat ASEAN 2015 membawa manfaat bagi Indonesia.
Presiden menyatakan, sangat penting mewujudkan tertib kawasan, baik Asia Tenggara maupun Asia Timur. “Juga kerja sama ekonomi kawasan yang lebih baik agar pemberlakukan Masyarakat ASEAN membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia,” kata Presiden SBY dalam keterangan pers, sesaat sebelum bertolak ke Myanmar, Sabtu (10/5/2014) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. 
Presiden menjelaskan, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke - 24 ASEAN di Nay Pyi Daw, Myanmar, sangat penting karena akan segera diberlakukannya Komunitas ASEAN dengan tiga pilar. Ketiga pilar tersebut adalah Komunitas Ekonomi, Komunitas Politik-Keamanan, dan Komunitas Sosial-Budaya. Presiden SBY mengingatkan, Masyarakat ASEAN hanya akan sukses jika semua negara anggota Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara turut berkontribusi.
 “Kalau itu benar dilaksanakan dengan baik, semua negara anggota ASEAN ikut berkontribusi, menyampaikan sikap, posisi  dan ikut mengatasi berbagai persoalan keamanan di kawasan kita, maka posisi ASEAN akan baik,” jelasnya.
Presiden mencontohkan soal isu Laut Tiongkok Selatan yang saat ini menimbulkan ketegangan antara Tiongkok dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Filipina dan Vietnam. Presiden mengingatkan isu ini harus dikelola dengan baik. “Memang ada persoalan antarnegara-negara yang bersangkutan, namun kalau kita menjadi Masyarakat Politik dan Keamanan ASEAN, maka kita tentu bisa membangun posisi dan bagaimana ketegangan atau konflik dapat dikelola dengan baik secara damai, tanpa kekerasan militer, dan berdasarkan hukum-hukum internasional,” SBY menjelaskan.
Menurutnya, isu lain yang harus dikelola dengan baik adalah ketegangan di Asia Timur antara Jepang dan Tiongkok serta Korea Utara dan Korea Selatan. Konflik di kawasan tersebut bagaimana pun berimplikasi pada kawasan Asia Tenggara. Bukan hanya politik dan keamanan, tetapi juga sektor perekonomian.  “Ini penting untuk kita dibicarakan di Mynamar kali ini, dan saya pikir juga akan terus dibicarakan pada persidangan tahun ini,” jelasnya. (tim)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.