Header Ads


SBY Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

* Dihadiri Sejumlah Pejabat dan Para Anggota Dewan\

Presiden SBY, Wapres Boediono dan Gubernur Jokowi Dodo hadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila
di Lubang Buaya (1/10/2014)

Jakarta, Laras Post Online  - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di lokasi peringatan Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, sekitar pukul 07.46 WIB. Di depan Gedung Paseban, SBY disambut oleh Gubernur DKI Jokowi dan Wapres Boediono.
SBY kemudian masuk ke dalam Gedung Paseban menunggu upacara yang rencananya akan dimulai, Rabu (1/10/2014), pukul 08.00 WIB.
Di tempat upacara yang terletak di depan Monumen Pancasila Sakti, peserta upacara sudah bersiap sejak pagi. Anggota TNI, Pramuka, maupun siswa-siswi sekolah SD sampai SMA sudah berbaris rapi di tempatnya masing-masing.
Tamu-tamu undangan, seperti anggota DPR/DPD terpilih dan keluarga pahlawan revolusi, sudah duduk di bawah tenda. Di lapangan sudah diputar lagu-lagu perjuangan yang membuat suasana menjadi khidmat.
Tepat pukul 08.00 WIB, upacara dimulai. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden SBY. Ketua DPD Irman Gusman membacakan teks Pancasila sedang Ketua MPR Sidarto Danusubroto membacakan Pembukaan UUD 1945.

SBY Puji Paduan Suara Siswa 

Chrstine, Siswi yang menyayikan lagu Untuk Bumi Kita
Sementera itu, paduan suara pelajar yang bertugas dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, mendapat kejutan istimewa. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memuji penampilan mereka. 

Usai upacara, Presiden mendatangi paduan suara (aubade) yang ditempatkan di dekat lapangan upacara. Ketika itu SBY didampingi Wapres Boediono, Ketua MPR Marzuki Alie, presiden terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh. 

Presiden mendengarkan dua buah lagu yang dinyanyikan aubade siswa. Lagu tersebut adalah "Gugur Bunga" dan sebuah lagu ciptaannya, "Untuk Bumi Kita". 

"Semua bagus, musik bagus, penyanyi bagus, suaranya bagus, beat-nya bagus," ujar SBY memuji paduan suara, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (1/10/2014).

Tidak hanya itu, Presiden juga bercerita kepada segenap hadirin bahwa lagu tersebut diciptakannya empat tahun yang lalu di kota Oslo, Ibu Kota dari Norwegia, tepatnya saat konferensi perubahan iklim. Dalam lagunya, dia ingin berpesan bahwa melestarikan hutan dan lingkungan sekitar perlu dilakukan agar bumi kita bisa dapat terus terjaga.

"Mudah-mudahan anak-anak Indonesia ingat, kita harus menyelamatkan Indonesia, dunia, Tanah Air kita, bumi kita agar di masa yang akan datang bisa terus lestari," pesannya.

Paduan suara yang dipuji SBY tersebut berasal dari sekolah-sekolah di Jakarta. Di antaranya adalah SMA Negeri 78 Kemanggisan Jakarta, SMA Negeri 34 Pondok Labu Jakarta, SMA Negeri 49 Jagakarsa, SMA 3 Penabur, dan SMA Negeri 39 Cijantung Jakarta. Para pelajar yang merupakan anggota paduan suara di sekolahnya ini telah di karantina dan mendapatkan pelatihan di wisma Kementerian Sosial (Kemensos) di Jalan Dewi Sartika Cawang selama enam hari.

Swary, siswa kelas XII SMAN 34, salah satu anggota paduan suara tersebut mengatakan, mereka menyanyikan enam lagu, yakni Gugur Bunga, Untuk Bumi Kita yang diciptakan SBY, Bangun Pemudi Pemuda, Garuda Pancasila, Syukur, dan Pada Pahlawan. 

"Kami latihan di karantina selama enam hari di Depsos," ucap Swary. 

Ia juga bercerita, anggota paduan suara itu terdiri dari sekira 150 orang dari SMAN 34 sebanyak 31 orang, SMAN 78 sebanyak 32 orang, SMAK 3 Penabur 31 orang, dan SMAN 49 serta SMAN 39 sekitar 30 orang. (sg/damit)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.