Segera, Manfaatkan Potensi Sagu
![]() |
| sagu |
Jakarta, Laras Post Online –Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Prof Mohammad Bintoro mengatakan, jika sagu dimanfaatkan dengan baik dan digunakan untuk menggantikan gandum impor di Tanah Air, maka tidak perlu lagi impor terigu.
“Pati sagu dapat menggantikan beras dan gandum. Pati sagu itu dapat digunakan untuk roti, kue kering, biskuit, kerupuk, dan empek-empek,” jelasnya dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ilmu Pengetahuan (Mapiptek) , Rabu (26/3/2014) di Jakarta.
Ia mengungkpakan hingga saat ini, Indonesia merupakan negara pengimpor gandum terbesar nomor dua di dunia setelah Mesir. Impor gandum Indonesia mencapai 6,2 juta metrik ton dengan nilai 2,2 miliar dolar AS.
Secara senada Kepala Balai Besar Pasca Panen Litbang Kementerian Pertanian, Rudy Tjahjohutomo mengatakan, sagu memiliki kaya serat yang lebih tinggi jika dibandingkan gandum, namun hingga kini, potensi sagu belum dimanfaatkan dan sagu belum sepenuhnya dilirik oleh industri.
Ia menyebutkan, masyarakat saat ini masih mengalami kesulitan untuk memanfaatkan sagu karena sagu belum tersentuh oleh industry. Jika Industri mengolah sagu menjadi tepung, akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tepung.
Menurutnya, sebagai bahan makanan sagu mempunyai kandungan serat empat kali dari gandum. Kandungan serat yang banyak itu sangat cocok untuk usus. Sagu juga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Berbeda dengan bahan pangan lain seperti beras yang minim serat dan tinggi glukosa.
Sementara itu, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Listyani Wijayanti menyatakan, untuk mendorong industrialisasi sagu, diperlukan adanya pusat inovasi sagu yang berfungsikan sebagai tempat membantu menyelesaikan masalah-masalah nyata, tentang persaguan dengan pendekatan secara holistik dan sistemik. (ram)




Post a Comment