Header Ads


Partai Golkar Unggul di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi Diduga Efek Bansos

Bekasi, Laras Post Onlione  - Perolehan suara Partai Golkar yang melambung tinggi di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi pada Pemilihan umum legislatif 9 April 2014 lalu yang mencapai 38% diduga merupakan pengaruh dari penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) di Kecamatan Bantargebang pada tahun 2013 sekitar Rp. 21miliar.
 Pada pemilu legislatif lalu di wilayah Kecamatan Bantargebang yang masuk Daerah Pemilihan II Kota Bekasi, Partai Golkar meraih sura  sebanyak 15.205 suara atau sekitar 38% dari suara sah yakni 40.198 suara, wajar dipertanyakan. Sebab perolehan suara Partai Golkar di kecamatan Bantargebang hampir 150% lebih tinggi dibanding perolehan suara Golkar ditingkat Kota Bekasi yang hanya dikisaran 15,8%.
Tingginya perolehan suara Partai Golkar di Kecamatan Bantargebang diduga banyak dipengaruhi oleh besarnya dana Bantuan Sosial (Bansos) yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota Bekasi kepada masyarakatnya melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang ada di 4 kelurahan di kecamatan Bantargebang pada tahun 2013.
Menurut Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, M.TH. AK Iriyanthy;  tahun 2013 Pemerintah Kota Bekasi yang dipimpin oleh Walikota Dr. Rahmat Effendi (Ketua DPD Parta Golkar Kota Bekasi-Red) mengalokasikan dana Bansos sekitar Rp. 21 miliar dan dana Hibah sekitar Rp. 2 miliar untuk LPM dan BKM se-kecamatan Bantargebang.
Tampaknya Pemerintah Kota Bekasi memberi pengecualian yang berlebihan kepada warga 4 kelurahan di Kecamatan Bantargebang dalam bentuk pemberian dana Bansos dan hibah. BKM dan LPM di kelurahan dan kecamatan lainnya paling tinggi mendapat dana hibah Rp. 500.000.000,- dan bansos hanya puluhan juta rupiah saja.
Kader PDI Perjuangan Kota Bekasi, Riky Tambunan menanggapi tingginya perolehan suara Partai Golkar di Kecamatan Bantargebang dan besarnya alokasi dana Bansos di kecamatan tersebut pada tahun 2013 mengatakan, perlu diteliti penggunaan dana Bansos di Kecamatan Bantargebang dan siapa saja yang terlibat dalam kepengurusan pemanfaatan dana dan penerima dana tersebut.
“Yang jelas pasti banyak pengaruh dana Bansos tersebut terhadap peningkatan perolehan suara Partai Golkar pada Pileg lalu di kecamatan Bantargebang. Masyarakat tidak mudah memisahkan peran Rahmat Effendi sebagai walikota Bekasi dan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi,” ujarnya. 
Masih menurut Riky, pertanyaan lain  adalah kenapa partai lain yang ada di eksekutif dan legislatif Kota Bekasi membiarkan alokasi dana bansos yang begitu besar untuk wilayah kecamatan Bantargebang. Dana bansos ini sangat gampang untuk disalahgunakan mengingat pengawasan penggunaannya tidak jelas. “Jangan sampai dana bansos ini dimanfaatkan oleh salah satu partai tertentu pada Pemilu Presiden bulan Juli nanti,” ujar Riky. (RAMOTI/M POHAN)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.