Header Ads


Wartawan & Polisi Tambal Jalan

Cianjur, Laras Post Online  - Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur tengkorak Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, sejumlah anggota Polres Cianjur dan Jurnalis peliput di Cianjur secara swadaya melakukan penambalan sejumlah lubang ditengah jalan nasional itu. Setidaknya disepanjang jalur yang acap kalai terjadi kecelakaan itu terdapat 45 titik lubang dengan kedalaman sekitar 15 centimeter.
 Polres Cianjur, AKP Zainal Abidin, melalui KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu Yudhi Haryanto, mengatakan, Jalur Gekbrong merupakan jalur rawan terjadi kecelakaan lalulintas. Menurutnya, dari 24 kecelakaan yang terjadi pada bulan Januari hingga awal Februari di Kabupaten Cianjur, 10 di antaranya terjadi di Jalur Gekbrong Jalan Raya Cianjur-Sukabumi.
“Ada beberapa faktor kecelakaan yang terjadi di jalur Gekbrong diantaranya human error, kendaraannya, kondisi alam dan kondisi jalan. Kalau di Jalur Gekbrong memang banyak disebabkan lubang akibat aspalnya terkelupas dengan berbagai sebab seperti air dan beban,” kata Yudhi kepada awak media di Jalur Gekbrong, Kamis (13/2/2014).
Yudhi, di sepanjang Jalur Gekbrong atau tepatnya mulai dari pertigaan Cikancana sampai Sukaraja terdapat sekitar 200 lubang dengan diameter dan kedalaman yang bervariasi. Satu di antaranya lubang di pertigaan ke arah Gunung Padang. Lubang itu berada di tengah jalan dengan diamaeter yang cukup besar, yakni 1 meter. Lubang itu dinilai membahayakan pengguna jalan lantaran juga berada tepat di tikungan.
“Hasil dari olah tempat kejadian perkara banyak kendaraan roda dua yang terjatuh akibat terjerumus atau menghindari lubang-lubang. Karena itu penambalan yang kami lakukan bersama wartawan ini sebagai upaya preventif. Minimalnya bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas,” ujar Yudhi.
Selain itu, upaya penambalan tersebut juga meringankan tugas intansi terkait yang menangani Jalur Gekbrong. Mengingat Jalur Gekbrong merupakan jalan berstatus nasional sehingga kewenangannya di Kementerian Pekerjaan Umum. Lagi pula anggaran 2014 untuk perbaikan jalan di Jalur Gekbrong ini masih belum terealisasi hingga Februari.
“Ya kita bantu saja tugas Kementerian PU, kalau menunggu anggaran tentu akan lebih banyak lagi korban kecelakaan akibat jalan berlubang. Penambalan ini juga sebagai upaya pencegahan dan pengurangan angka kecelakaan. Kegiatan ini juga akan terus dilakukan dengan mensurvei beberapa lubang. Jika terbuka lagi akan kami tutup dengan cara yang sama,” ujar Yudhi.
 Nur Achmad (39) alias Komeng salah seorang jurnalis televisi swasta, mengatakan, lubang-lubang jalan yang menganga di Jalan Raya Sukabumi sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Sebab, medan jalan yang lurus menurun dan menanjak sangat rentan terjadi kecelakaan. Serta tak sedikit jalur Gekbrong ini menelan korban jiwa.
“Penambalan jalan berlubang sebagai kepedulian kami, dan mewakili warga agar jangan sampai menimbulkan banyak korban berejatuhan akibat jalan berlubang. Cukup saya saja yang terakhir jadi korban akibat jalan berlubang,” paparnya.
Dijelaskannya, penambalan jalan berlubang dilakukan mulai dari Kecamatan Warungkondang hingga Gekbrong. Selain itu, pasir dan bebatuan yang digunakan hasil dari swadaya unit laka lantas Polres Cianjur dan wartawan. Disamping itu, menurut dia, kecelakaan akibat lubang di Jalur Gekbrong bukan pertama kali terjadi. Apalagi terdapat UU yang bisa menjerat penyelenggara jalan jika mengabaikan kondisi jalan yang rusak.
“Untuk itu, kami harap pemerintah peka dalam hal ini. Serta bisa secepatnya dilakukan perbaikan jalan, sebelum banyak korban yang berjatuhan akibat jalan berlubang ini,” harapnya. (Edis)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.