Pemerintah Genjot Produksi Elektronik Dalam Negeri
Jakarta, Laras Post Online - Guna mengurangi impor, pemerintah akan meningkatkan produksi komputer, barang elektronik dan optik di pasar dalam negeri pada tahun ini.
"Memang produksi dalam negeri belum besar. Tetapi, sekarang ini waktunya produk barang elektronik Indonesia bisa tampil. Ini akan mensubstitusi impor cukup besar," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Rabu (12/2).
Total pertumbuhan produksi barang elektronik diperkirakan mencapai 10%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi komputer, barang elektronik dan optik pada 2013 hanya 9,32% dibandingkan 2012 yang mencapai 10,34%.
Meski pertumbuhan pada 2013 lebih rendah daripada 2012, pemerintah masih optimistis produksi dari industri elektronik di dalam negeri akan tumbuh 10% pada tahun ini.
Menurut Hidayat, impor barang elektronik ke Indonesia cukup besar. Untuk telepon genggam, impor pada tahun 2013 mencapai 70 juta unit. Pada tahun ini jika pemerintah tidak memaksimalkan produk dalam negeri, impor telepon genggam bisa mencapai 80 juta unit.
Berdasarkan catatan Electronik Marketer Club (EMC), penjualan produk elektronik di dalam negeri pada tahun ini diprediksi mencapai Rp37 triliun atau tumbuh 12% dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya Rp33 triliun karena ditopang penjualan televisi light emitting diode (LED).
Hidayat juga mengatakan pihaknya menginginkan agar produk-produk elektronik yang dijual di dalam negeri bisa dihasilkan oleh produsen lokal. "Jika ditanyakan bisa mengurangi impor seberapa besar, belum ada hitungannya. Yang penting domestik memulai dulu produk yang kecil-kecil," ujarnya.
Sementara itu, kalangan produsen peralatan listrik pada tahun ini juga optimis penjualan tumbuh 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya seiring dengan naiknya pemakaian listrik menjadi 17,7 Tera Watt hour (TWh).
Berdasarkan data BPS, industri peralatan listrik pada 2013 tumbuh 7,85% dibandingkan pada 2012. Para pelaku industri peralatan listrik juga mencatatkan pertumbuhan pada 2013 mencapai 10% (year-onyear).
Ketua Umum Asosiasi Industri Alat Pengukur Listrik Supardji Soekowati mengatakan, permintaan peralatan listrik selalu diiringi dengan pemasangan sambungan listrik baru. "Pertumbuhan ini seiring dengan pemakaian listrik nasional yang naik 10%. Kami masih beruntung karena pertumbuhannya di atas pertumbuhan nasional yang hanya 6%," katanya.
Menurut Supardji, permintaan produk peralatan listrik pada tahun lalu didorong oleh pembangkit listrik baru di beberapa daerah. Berdirinya pembangkit listrik membuat masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan diri ke PT PLN (Persero) untuk pemasangan sambungan listrik baru. (Idris)




Post a Comment