Anggaran Tersedia Hanya Bisa Perbaiki 10 % Jalan Rusak
![]() |
| Ilustrasi |
Purwokerto, Laras Post Online - Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan perbaikan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan terkendala keterbatasan anggaran.
"Alokasi anggaran dari APBD Banyumas untuk perbaikan jalan hanya sebesar Rp120 miliar. Padahal, panjang ruas jalan kabupaten yang rusak mencapai 402 kilometer," kata Kepala Dinas SDABM Banyumas Irawadi di Purwokerto, Rabu.
Menurut dia, dari total anggaran tersebut, sebesar Rp70 miliar di antaranya digunakan untuk membangun jalan "hotmix", sisanya untuk perbaikan dan pemeliharaan rutin.
Dengan demikian, kata dia, alokasi anggaran tersebut diprediksi tidak akan cukup untuk menyelesaikan perbaikan jalan rusak di Kabupaten Banyumas.
"Berdasar perhitungan kami, dana perbaikan hanya mampu menyelesaikan sekitar 5--10 persen jalan yang rusak," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya membuat skala prioritas jalan yang perlu segera diperbaiki.
Dia memperkirakan perbaikan jalan rusak akan dimulai pada pertengahan Maret 2014 dan saat ini masih dalam tahap lelang.
Menurut dia, pembangunan dan perbaikan jalan rusak diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga enam bulan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera memperbaiki ruas jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara-Karangkobar.
"Kerusakan ruas jalan tersebut merupakan permasalahan permanen karena sering longsor, terakhir terjadi di sekitar Paweden. Padahal, keberadaan jalan provinsi tersebut sangat dibutuhkan untuk transportasi dari Banjarnegara menuju Dieng maupun Kalibening, yaitu sebagai lintasan perekonomian maupun wisata," kata Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo.
Selain itu, dia mengharapkan perbaikan ruas jalan provinsi penghubung Kalibening-Pekalongan dapat segera dilaksanakan karena jalur tersebut sangat penting bagi perekonomian warga Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, maupun Pekalongan.
Dalam hal ini, kata dia, warga Kalibening butuh pasokan ikan dari Pekalongan dan sebaliknya, warga Pekalongan butuh pasokan sayuran dari Kalibening.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa Pemprov Jateng pada tahun 2014 mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk membuka akses jalan penghubung Dieng dengan Kabupaten Batang melalui Desa Bitingan.
"Dana yang dibutuhkan sekitar Rp5,5 miliar, namun baru dialokasikan sebesar Rp1,4 miliar. Jika ruas jalan Dieng-Batang dapat dibuka, akan mempermudah akses wisatawan yang akan mengunjungi Dieng, terutama yang berasal dari wilayah pantura," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan membuka akses jalan Banjarnegara-Kebumen melalui Desa Pesangkalan. (M Imron)




Post a Comment