Grebeg Suro, Pemerintah Desa Permanu Kecamatan Pakisaji Laksanakan Bersih Desa


Malang, Laraspost .- Bersih desa merupakan kearifan lokal yang menjadi tradisi turun temurun dalam kebudayaan masyarakat khususnya di tanah jawa.

Kegiatan bersih desa sampai dengan saat ini masih banyak kita temui di lingkungan Masyarakat. Bersih desa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam, dan juga sebagai sarana kirim doa untuk para leluhur yang terdahulu.

Tradisi Bersih Desa sebagai upacara adat memiliki makna spiritual di baliknya, Bersih Desa bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. 

Selanjutnya, upacara bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk melestarikan adat jawa yang mencerminkan rasa syukur dan mencegah tolak balak, Pemdes Permanu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang bersama warga masyarakat bergotong royong menyelenggarakan tradisi bersih desa.


Edi Suharmaji selaku kepala Desa Permanu memaparkan dengan munculnya ide kreatif dan antusias tinggi dari warga setempat jadi agenda bersih desa terselenggara lebih meriah sebab didalamnya ada berbagai kegiatan yang digelar.

"Kami dari pihak Pemdes Permanu beserta Panitia acara bersih Desa membuat rangkaian kegiatan bersih Desa pada tahun ini meliputi kirab budaya (sound system) yang menjadi tren masa kini," tandasnya (30/6/2025).

Turut hadir dalam memeriahkan kegiatan acara bersih Desa ini yakni perwakilan Bupati Malang, Forkopimcam, Lembaga Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Linmas dan unsur Masyarakat tumpah ruah dalam kegiatan tersebut. 

Edi Suharmaji menyebut di wilayahnya bersih desa menjadi agenda tahunan, selain menjadi ungkapan rasa syukur juga untuk memupuk rasa kebersamaan antar warga setempat, terlebih dalam bersih desa ini.

Dalam rangkaian festival acara yang dimulai dari kirab budaya di Dusun Blau peserta karnaval di setiap RT dan RW pada tanggal 28  (malam), kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya tanggal 29 Juni pagi yakni doa bersama di petilasan punden Dusun Blau (Mbah Nyai Tumpuk), dan pada tanggal 30 nyadran di Punden.

Hal itu untuk melestarikan seni tradisional, dan ditutup dengan puncak acara pagelaran wayang kulit.

Acara Bersih Desa yang merupakan warisan adat istiadat sebagian bangsa Indonesia ini seyogyanya dipertahankan dan dilestarikan agar jangan musnah. 

Hal ini perlu diketahui oleh generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila dengan memanjatkan doa bersama.

Edi Suharmaji mengharap, "semoga Kegiatan bersih Desa pada tahun ini secara hakikat dapat membersihkan dari fisik maupun non fisik serta menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama warga dan mendapatkan keberkahan, Kesehatan, panen yang melimpah dan Masyarakat Sejahtera," tutupnya. (Gan)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.