Demi Mewujudkan Rasa Syukur, Pemdes Karang Pandan Gelar Tradisi Bersih Desa
Malang, Laraspost - Bersih Desa merupakan kearifan lokal yang menjadi tradisi turun temurun dalam kebudayaan masyarakat khususnya di tanah jawa, Kegiatan bersih desa sampai dengan saat ini masih banyak kita temui di lingkungan Masyarakat. Bersih desa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam, dan juga sebagai sarana kirim doa untuk para leluhur yang terdahulu.
Tradisi Bersih Desa sebagai upacara adat memiliki makna spiritual di baliknya, Bersih Desa bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. Selanjutnya, upacara bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari, Untuk melestarikan adat jawa yang mencerminkan rasa syukur dan mencegah tolak balak, Pemdes Karang Pandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang bersama warga masyarakat bergotong royong menyelenggarakan tradisi bersih desa.
Djumain selaku Kepala Desa Karang Pandan memaparkan dengan munculnya ide kreatif dan antusias tinggi dari warga setempat jadi agenda bersih desa terselenggara lebih meriah sebab didalamnya ada berbagai kegiatan yang digelar.
"Kami dari pihak Pemdes Karang Pandan beserta Panitia acara bersih Desa membuat rangkaian kegiatan bersih Desa pada tahun ini yakni tanggal 27 juni 2025 Pemdes,panitia, Lembaga Desa beserta BPD tabur bunga di 3 makam mantan Kepala Desa berada di titik yang berbeda yaitu, Kedungmonggo, Bendo,dan Pakisaji. masih di tanggal 27 juni setelah tabur bunga di lanjut acara khotmil qur'an (siang) kemudian pukul 18:00 santunan anak yatim piatu di lanjut pengajian umum di Balai Desa Karang Pandan" paparnya. (30/6/2024).
Turut hadir dalam memeriahkan kegiatan acara bersih Desa ini yakni perwakilan Bupati Malang, Forkopimcam, Lembaga Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Linmas dan unsur Masyarakat tumpah ruah dalam kegiatan tersebut. Djumain menyebut di Wilayahnya bersih Desa menjadi agenda tahunan, selain menjadi ungkapan rasa syukur juga untuk memupuk rasa kebersamaan antar warga setempat, terlebih dalam bersih Desa ini.
Djumain menambahkan pada tanggal 29 juni 2025 rangkaian acara di lanjut dengan senam bersama warga Desa Karang Pandan yang di hadiri kurang lebih 300 peserta, kemudian di tanggal 30 juni 2025 pagi barikan di halaman kantor Desa, tak lupa tarian dan gending Jawa karawitan, atau nyanyian tradisional, Hal itu untuk melestarikan seni tradisional, dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Tantut Sutanto, serta penyerahan piagam penghargaan/tali asih kepada Tokoh Masyarakat Desa Karang Pandan.
Acara Bersih Desa yang merupakan warisan adat istiadat sebagian bangsa Indonesia ini seyogyanya dipertahankan dan dilestarikan agar jangan musnah. Hal ini perlu diketahui oleh generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila dengan memanjatkan doa bersama.
Djumain mengharap, "semoga Kegiatan bersih Desa pada tahun ini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama warga dan bisa mendapatkan keberkahan, Kesehatan, kedamaian, kenikmatan, panen yang melimpah dan Masyarakat Sejahtera," tutupnya. (Gan)




Post a Comment