Abaikan Prokes Sasaran COVID-19, Pasca Lebaran 2021 Bagi Pemudik dan Arus Balik Terjadi Angka Positif Meningkat Tajam 6.278 Orang
![]() |
| Jumlah terpapar COVID-19 di Indonesia Update 27 Mei 2021. |
JAKARTA, LARAS POST - Mengabaikan Protokol Kesehatan menjadi sasaran Pandemi COVID-19, hal ini terjadi penyebab akibat dari pelanggaran larangan mudik lebaran 2021 sebagaimana anjuran Pemerintah dan pula terjadi ledakan arus balik. Maka terkonfirmasi positif Pandemi COVID-19, terus meningkat tajam. Kali ini sebanyak 6.278 sehingga akumulasi menjadi 1.797.499 orang.
Berdasarkan pemantau LARAS POST di lapangan, Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan kasus positif COVID-19 tertinggi dengan kenaikan sebanyak 1.370 kasus.
Demikian angka itu berdasarkan data yang diperoleh LARAS POST dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (27/05/2021).
Sedangkan, kasus aktif bertambah 2.218 sehingga jumlah menjadi 98.405 kasus, dan pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Suspek jumlah keseluruhan sebanyak 97.733 orang. Ada pun pemeriksaan atau uji spesimen dilakukan terhadap 89.949 spesimen.
Sementara itu penambahan sembuh sebanyak 3.924 sehingga jumlah menjadi 1.649.187 orang.
Sebaran penambahan positif COVID-19, lima provinsi terbanyak adalah Jawa Barat menduduki posisi tertinggi dengan penambahan sebanyak 1.370 kasus, disusul DKI Jakarta 940 kasus, selanjutnya Riau 810 kasus, kemudian Jawa Tengah 694 kasus, dan Sumatera Barat 313 kasus.
Untuk provinsi dengan akumulasi positif terbanyak yakni DKI Jakarta mencapai 426.759 kasus, Jawa Barat 309.661 kasus, Jawa Tengah 196.480 kasus, Jawa Timur 153.814 kasus, dan Kalimantan Timur 71.156 kasus.
Pada sisi lain, lima provinsi yang mengalami pasien sembuh tertinggi, yakni Jawa Barat 1.057 orang, disusul DKI Jakarta 586 orang, selanjutnya Riau 248 orang, kemudian Jawa Tengah 240 orang, dan Yogyakarta 205 orang.
Dari 34 Provinsi atau 510 kabupaten dan kota yang melaporkan penanganan kasus COVID-19, tiga provinsi tidak melaporkan kenaikan kasus positif, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Papua.
Untuk provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif di bawah 10 orang, terdapat tujuh provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur satu orang, Sulawesi Tenggara satu orang, Papua Barat dua orang, Kalimantan Utara empat orang, Sulawesi Utara empat orang, Sulawesi Tengah tujuh orang, dan Maluku sembilan orang.
Sementara itu lima provinsi dengan akumulasi positif terendah yakni, Maluku Utara 4.491 orang, Gorontalo 5.484 orang, Sulawesi Barat 5.498 orang, Maluku 7.727 orang dan Bengkulu 7.839 orang. (Her)




Post a Comment