Vaksinasi Tidak Cukup Tekan Pandemi, Tetap Patuhi Prokes, Penerima Vaksin Tembus 16 Juta
![]() |
| Foto : Ilustrasi Vaksinasi COVID-19. |
JAKARTA, LARAS POST - Vaksinasi tidak cukup menekan angka pandemi Covid-19, maka anjuran Pemerintah terkait kepatuhan Protokol Kesehatan seperti, 3M PPKM Mikro batasi mobilitas dan biasakan olahraga pagi dijamin aman terhindar dari COVID-19. Sementara Penerima vaksin COVID-19 tahap satu hari ini tembus 16 juta lebih, tepatnya 16.000.947 setelah bertambah 293.364 orang.
Demikian angka tersebut berdasarkan data yang diperoleh LARAS POST dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (28/05/2021).
Pada vaksinasi tahap dua jumlah penerima vaksin sebanyak 10.486.399 setelah bertambah 126.401 orang.
Adapun total sasaran vaksinasi di Indonesia sebanyak 40.349.049 orang.
Penanganan COVID-19
Di sisi lain, pasien sembuh hari ini melonjak naik sebanyak 5.370 pasien sehingga akumulasi menjadin1.654.557 orang.
Sedangkan, penambahan terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 5.862 orang, sehingga akumulasi menjadi 1.803.361 orang.
Sementara itu, kasus aktif bertambah 299 sehingga jumlah menjadi 98.704 kasus, dan pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Suspek jumlah keseluruhan sebanyak 103.383 orang. Ada pun pemeriksaan atau uji spesimen dilakukan terhadap 110.682 spesimen.
Sebaran penambahan positif COVID-19, lima provinsi terbanyak adalah Jawa Barat menduduki posisi tertinggi dengan penambahan sebanyak 1.206 kasus, disusul Jawa Tengah 668 kasus, selanjutnya DKI Jakarta 602 kasus, kemudian Riau 503 kasus dan Nusa Tenggara Barat 451 kasus.
Untuk provinsi dengan akumulasi positif terbanyak yakni DKI Jakarta mencapai 427.371 kasus, Jawa Barat 311.967 kasus, Jawa Tengah 197.148 kasus, Jawa Timur 154.060 kasus, dan Kalimantan Timur 71.224 kasus.
Pada sisi lain, lima provinsi yang mengalami pasien sembuh tertinggi, yakni Jawa Barat 921 orang, disusul DKI Jakarta 805 orang, selanjutnya Jawa Tengah 541 orang, kemudian Nusa Tenggara Barat 507 orang dan Riau 459 orang.
Dari 34 Provinsi atau 510 kabupaten dan kota yang melaporkan penanganan kasus COVID-19, tiga provinsi tidak melaporkan kenaikan kasus positif, yakni Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua.
Untuk provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif di bawah 10 orang, terdapat empat provinsi, yakni Gorontalo satu orang, Sulawesi Barat tiga orang, Maluku Utara tiga orang, dan Sulawesi Tenggara enam orang.
Sementara itu lima provinsi dengan akumulasi positif terendah yakni, Maluku Utara 4.494 orang, Gorontalo 5.485 orang, Sulawesi Barat 5.501 orang, Maluku 7.727 orang dan Bengkulu 7.905 orang. (Her/TB)




Post a Comment