Header Ads


Laras Post Tekankan Wartawan Patuhi PPRA dan KEJ

Wartawan Laras Post saat mengikuti pelatihan jurnalistik.
Jakarta, Laras Post - Redaksi Laras Post tekankan wartawannya dalam meliput dan menulis berita tentang anak agar mematuhi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) yang dikeluarkan Dewan Pers.

“Ini merupakan bagian dari upaya insan pers dalam memberikan perlindungan terhadap anak,” kata Wakil Pemimpin Redaksi Laras Post R. Akram SM pada pelatihan jurnalistik yang diikuti jajaran wartawan Laras Post, di Jabodetabek, di redaksi Laras Post, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/19).

Selain itu, lanjut Akram, mematuhi PPRA juga untuk menghindarkan wartawan dari ancaman pidana sebagaimana ketentuan Pasal 97 Undang Undang  Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Ia menjelaskan, Pasal 19 ayat (1) UU SPPA mengamanatkan, Identitas Anak, Anak Korban, dan/atau Anak Saksi wajib dirahasiakan dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik.

Menurut Pasal 19 ayat (2) UU SPPA, lanjut Akram, identitas anak itu meliputi nama Anak, nama Anak Korban, nama Anak Saksi, nama orang tua, alamat, wajah, dan hal lain yang dapat mengungkapkan jati diri Anak, Anak Korban, dan atau Anak Saksi.

Akram menegaskan, berdasarkan Pasal 97 UU SPPA, jika melakukan pelanggaran atas Pasal 19 UU SPPA, wartawan berpotensi terkena delik pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak lima ratus juta rupiah.

Lebih lanjut, ia juga berpesan agar wartawan Laras Post, baik cetak maupun online, untuk senantiasa mentaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS).

Dalam pelatihan jurnalistik ini, selain menyampaikan materi hukum pers, juga diberikan arahan tentang cara menulis yang baik sesuai kaidah jurnalistik.

Redaktur Laras Post Iwan mengatakan, pelatihan akan digelar setiap dua minggu sekali dan wajib diikuti seluruh wartawan Laras Post yang bertugas di wilayah Jabodetabek. "Harapan saya target empat bulan wartawan bisa memiliki ilmu jurnalistik secara profesional serta dapat mengimplementasikan di tengah masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi Laras Post Online Sugiarto mengatakan, belajar tak memandang usia. "Sampai saat ini saya pun masih belajar menulis, mencari pengetahuan agar dalam menulis lebih baik lagi," ungkap pria yang juga salah satu pendiri Laras Post ini.

Sugih berpesan kepada peserta agar berlatih secara berkesinambungan dan sering membaca berita, terutama media besar. "Dengan begitu saya yakin teman teman semua akan dapat meningkatkan keahlian menulis dan semakin profesional," pungkasnya. (sujono siarif)
.

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.