Presiden: Kebebasan Pers Harus Tetap Dipertahankan
![]() |
| Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Kongres PWI ke XXIV di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (28/9). |
Solo, Larast Post - Presiden Jokowi meminta wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memerangi berita palsu atau hoax, yang menyebabkan ujaran kebencian di media sosial dewasa ini.
“Terus lakukan kegiatan jurnalisme secara lebih baik dan benar, agar informasi hoax dapat ditangkal secepat mungkin,” ujar Jokowi, saat membuka Kongres ke XXIV PWI, pada Jumat (28/9/2018) di Ballroom, The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah.
Jokowi menegaskan, berita hoax saat ini tersebar luas di media sosial, Informasi informasi yang disebar melalui link link tak kredibel. Menurutnya, jika terus dibiarkan akan mempengaruhi masyarakat. "Masyarakat bisa mendapatkan informasi yang sebenarnya tidak selalu benar," ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengingatkan, agar tak ada lagi kekerasan terhadap wartawan yang sedang bekerja. “Pekerjaan jurnalistik dilindungi oleh undang undang, maka tak boleh ada lagi kekerasan kepada wartawan yang sedang meliput,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Margiono mengatakan, pada Kongres ke XXIV ini akan dilakukan pemilihan Ketua Umum PWI masa bakti tahun 2018 - 2023.
Ia menyebutkan, masing - masing calon Ketua Umum PWI harus menandatangani fakta integritas, salah satunya adalah tidak melakukan politik uang. "Kongres kali ini diikuti 150 peserta dan peninjau. Selain pengurus harian PWI, ada pula peninjau dari unsur PWI maupun luar PWI," papar dia.
Kongres resmi dibuka Presiden Jokowi dengan seremoni pemukulan gong. Dalam membuka kongres dan pemukulan gong tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Ketua Umum PWI Margiono, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Hadir juga dalam acara itu, sejumlah tokoh – tokoh pers nasional, Wakil Walikota Solo, dan para pejabat lainnya. (Tim)




Post a Comment