Header Ads


Penanganan Kebakaran Hutan Jadi Agenda Prioritas

Presiden Jokowi didampingi Menko PMK dan Menkes menyerahkan KIS kepada Suku Anak Dalam, di Kab. Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10).
Jakarta, Laras Post – Penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, telah ditetapkan menjadi agenda prioritas, untuk memastikan penanganan asap berjalan sesuai agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja secara marathon ke daerah daerah yang di landa bencana asap.

Setelah melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan dan Jambi, Jokowi melanjutkan kunjungan kerja Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (31/10/2015).

Dalan kunjungan kerja Jokowi kali ini didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

Menko Puan kepada wartawan mengatakan, pemerintah jauh-jauh hari telah menjadwalkan kunjungan ke lokasi kabut asap. Namun, agenda itu bersamaan dengan tugas lain dari Presiden Jokowi, termasuk saat harus ikut mendampingi presiden dalam kunjungan kenegaraan ke AS awal pekan ini.

Puan menegaskan, Kemenko PMK telah menempatkan penanganan dampak kabut asap ke dalam agenda prioritas. Sebab itu kementerian atau lembaga di bawah Kemenko PMK seperti Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, Kemensos dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) akan terus mengupayakan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Sejak bencana asap terjadi, kata Puan, pihaknya telah menginstruksikan BNPB untuk memastikan upaya penanggulangannya. “Kemenko PMK juga sudah menginstruksikan agar pemberian bantuan untuk korban dan masyarakat terdampak kabut asap dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

Seperti diberitakan, setelah berada di Pulau Sumatera selama 3 hari, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (31/10) pagi.

Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam siaran persnya Sabtu (31/10) mengemukakan, setibanyak di Palangkaraya sekitar pukul 11.00 WIB, Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju salah satu SD di Palangkaraya dan dilanjutkan kunjungan ke Lahan Gambut Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Ari mengatakan, lahan  Gambut Kabupaten Pulang Pisau adalah lahan yang pernah didatangi Presiden pada tanggal 25 September 2015 lalu. Saat berkunjung, di lahan itu tengah terjadi kebakaran, Presiden menyaksikan sendiri sulitnya memadamkan api di lahan gambut tersebut. “Perlu segera adalah pembuatan kanal-kanal blocking,” ucap Presiden saat itu.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan ini, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Kepala BNPB Wilem Rampangilei.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa provinsi. Namun karena luasnya lahan dan lahan gambut terbakar yang kedalamannya bisa sampai 5 meter, sehingga upaya pemadaman sulit dan tidak semudah yang dibayangkan.

“Ini bukan kebakaran hutan, tapi lahan gambut yang sampai lima meter (dalamnya),” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai meninjau ruangan belajar bebas kabut asap di SDN 181/IV, Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Jambi, Jumat (30/10/2015).

Jokowi menyebutkan, pemerintah sudah mengerahkan 11 ribu anggota TNI dan Polri untuk mengupayakan pemadaman baik lewat darat dan udara. Selain itu, pemerintah juga menerima bantuan dari beberapa negara sahabat.

Lebih lanjut ia menyebutkan, salah satu langkah efektif yang diprioritaskan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan, ke depan akan diupayakan membuat hujan buatan, dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk mempercepat turunya hujan. (her, sg, ram)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.