Header Ads


Wawasan Kebangsaan Dikalangan Generasi Muda Rendah


Kebumen, Laras Post - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Kebumen menilai bahwa dunia pendidikan masih perlu banyak dievaluasi. Hal itu seiring dengan masih minim atau rendahnya pengetahuan kebangsaan dikalangan generasi muda khususnya remaja.

Menurut data yang diperoleh KNPI Kebumen, dari ribuan pencari kerja yang mengikuti tes wawasan kebangsaan, bisa dikatakan cukup minim yang lulus tes wawasan kebangsaan. Kondisi tersebut jelas sangat memprihatinkan bagi bangsa ini. Terlebih mereka yang dites wawasan kebangsaan sebagian besar merupakan pencari kerja yang baru lulus sekolah SMA/SMK.

 "Jika yang baru lulus sekolah saja wawasan kebangsaanya minim, bagaimana bagi mereka yang sudah lama lulus malah tidak tahu wawasan kebangsaan bangsanya sendiri," ungkap Sekretaris DPD KNPI Kebumen, Miskun SPd disela-sela acara diskusi wawasan Kebangsaan yang digelar KNPI Kebumen dan dihadiri perwakilan sejumlah organisasi kepemudaan di Kebumen, Jumat(21/8) di SD Muhammadiyah Kebumen.

Menurut Miskun, sekolah merupakan tempat yang cukup strategis untuk membentuk mental generasi bangsa. Maka dari itu dia berharap dunia pendidikan khususnya sekolah jangan hanya menuntut siswanya agar sukses dibidang akademik saja, melainkan juga menuntut kesuksesan pendidikan mental atau karakter.

 "Meski sekolah dianggap menjadi tempat yang strategis untuk pendidikan mental generasi muda, peran orang tua dan masyarakat juga tetap dibutuhkan,"tegasasnya.

Sementara itu Koordinator Konsultan Perekrutan Tenaga Kerja (K2PTK) Kebumen,Erwin Hadi SH membenarkan terkait kondisi minimnya pengetahuan kebangsaan dikalangan generasi muda Kebumen tersebut. Bahkan berdasarkan hasil tes wawancara pada sejumlah Bursa Kerja Kursus (BKK) di Kebumen selama tahun 2015 ini, pengetahuan kebangsaan dikalangan generasi muda kian menurun. 


"Coba saja dibanyangkan, ketika ditanya tentang dasar Negara ataupun empat pilar bangsa Indonesia, hampir sebagian besar lulusan SMK/SMA tidak bisa menjawabnya. Alasanya mereka lupa, ini kan halyang memalukan sebagai generasi muda bangsa saat ini," kata ungkap Erwin disela-sela diskusi.

Dijelaskanya, minimnya pengetahuan kebangsaan dikalangan remaja,terutama bagi mereka yang baru lulus sekolah menunjukan bentuk kegagalan dunia pendidikan Kebumen dalam memberikan pendidikan kebangsaan kepada anak didiknya. Atas persoalan itu, kedepan seharusnya menjadi PR besar untuk melakukan evaluasi pada dunia
pendidikan, terutama sekolah-sekolah yang ada di Kebumen.

"Jika generasi muda saat ini saja tidak mengetahui dasar-dasar bangsa Indoensia, bagaimana mereka akan mencintai bangsa ini. Apabilapersoalan ini tetap dibiarkan, maka bakal tidak mungkin bangsa ini
dijajah lagi,"paparnya.

Erwin juga menyampaikan, kondisi sekarang sangat bebeda dengan kondisi ketika masih ada buku Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4). Dimana pada saat itu hampir sebagian besar lulusan SMA/SMK masih
menguasai pengetahuan kebangsaan, sepertihalnya dasar-dasar negara. Namun setelah Pemerintah menghilangkan P4, lulusan-lulusan sekolah mulai banyak yang tidak tahu tentang dasar-dasar negara Indonesia.

"Dengan bergabungnya Indonesia pada pasar ASEAN mulai tahun ini, seharusnya dunia pendidikan lebih keras lagi dalam memberikan pendidikan kebangsaan terhadap generasi mudanya. Karena jika tidak,tidak menjadi kemungkinan kita akan kalah bersaing dalam pasar bebas mendatang,"pungkas pria yang juga warga Kecamatan Ayah tersebut. (Beniyanto/Waluyo)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.