Header Ads


Rakyat Berharap Pemerintah Segera Atasi Konflik Agraria

Pintu gerbang pabrik minyak kelapa sawit PT. Nauli Sawit.
Medan, Laras Post Online  - Konflik agraria di Propinsi Sumatera Utara cenderung meningkat dari tahun ke tahun, banyak kasus yang tidak terselesaikan, meski sudah lama berlangsung. Bahkan jumlahnya termasuk yang paling tinggi, jika dibandingkan dengan propinsi lain. 
“Tahun ini saya bertekad akan memutuskan kasus-kasus besar agraria,” demikian tutur Menteri Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan, dalam acara Seminar Nasional  implementasi  Kebijakan Hukum Pertanahan Nasional Terhadap Penyelesaian Pertanahan, beberapa waktu lalu di Medan.
Sementara itu, konflik agraria antara warga Kelurahan Bajamas lK IV Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah dengan PT Nauli Sawit, terus berlanjut bahkan warga sempat menggelar demo besar-besar. Warga berharap pemerintah pusat dapat mencari solusi untul menyelesaikan konflik agraria yang melibatkan warga dan perusahaan.
Salah seorang warga, Ludik Silaban, kepada wartawan Laras Post mengatakan, dalam konflik pertanahan itu, warga sempat memberi kuasa kepada Law Firm RB Situmeang & Partner, beralamat Jalan Hayam Wuruk No 103-104 Jakarta 11160, untuk mempertahankan dan atau mendapatkan kembali lahannya yang sejak tahun 2004 lalu telah dikuasai oleh PT. Nauli Sawit.
“Saya mendapatkan lahan itu dari pemerintah, melalui Program Transmigrasi lokal, dan sudah saya dapatkan sertipikat hak pakai yang ditingkatkan menjadi sertipikat hak milik,” ujar Ludik.
Ludik menjelaskan, peningkatan status lahan dengan Nomor Persil 692 itu, berdasarkan Keputusan Kepala BPN No.21/KBPN/1989 Tanggal 29 Nopember 1989, tentang Perubahan Hak Pakai menjadi Hak Milik atas tanah tanah yang telah diberikan kepada para transmigran. Dengan keputusan itu, Sertipikat Hak Pakai No 1719 diubah menjadi Hak Milik No 2570.
Lahan yang menjadi sengketa itu, terletak di Desa Sigodung Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah dan karena terjadi pemekaran sekarang berubah menjadi Kelurahan Bajamas LK IV Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Pada saat transmigrasi berlangsung, pemerintah juga memberi bantuan kepada warga termasuk saya, berupa bibit karet superuntuk ditanam di lahan tersebut, dengan harapan bilamana karet sudah besar dan bisa disadap akan membantu kehidupan sehari hari namun harapan tersebut, kini musnah,” pungkasnya. 
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Jurnalis Eksis Transformasi (JET) Indonesia, Zulfikar H, SH mengatakan, pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Kabinet Kerja, masyarakat berharap agar pemerintah  cepat tanggap atas permasalahan rakyat yg sekarang ini masih  banyak terjadi, baik yg sudah terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya dan yg akan datang.
“Rakyat sesungguhnya menyambut sikap Presiden Joko Widodo sering blusuksan,  tapi yang sangat diinginkan oleh rakyat adalah bukti kongkret, salah satunya upaya yang akan dilakukan oleh Menteri Agraria Tata Ruang/BPN,” ujarnya. 
Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari pihak PT Nauli Sawit. (zulfikar hutagalung/zulbahri)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.