Terkait Insiden di Batam KASAD : Saya Tidak Akan Membela Anggota yang Bersalah
![]() |
| kasad jenderal gatot nurmantyo |
Jakarta, Laras Post Online - Empat orang anggota TNI menderita luka tembak akibat bentrok antara TNI dan Polri yang bermula saat penggerebekan BBM di perumahan Cipta Asri, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (21/9) malam.
Kadis Penerangan TNI AD Brigjen Andika Prakasa belum dapat menjawab dengan pasti tentang kejadian tersebut. Namun menurutnya, “Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Makanya kami siap melakukan investigasi gabungan,” katanya di Mabes TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (22/09/2014).
Sementara itu KASAD Jenderal Gatot Nurmantyo pada saat jumpa pers seusai acara Sertijab Pangkostrad baru di Cilodong, mengatakan, “Investigasi sedang dilakukan dan saya tidak akan mengorbankan nama Baik TNI justru akan saya korbankan jika ada Anggota saya yang terbukti bersalah, dan akan dihukum sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Kasad kepada awak media, (26/9/14).
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab bentrok antar keduanya. Pihak TNI maupun Polri tengah melakukan pengusutan untuk mengungkap kasus ini.
Terjadi kesalahpahaman
Sementara itu pihak Polisi menyebutkan ada sekitar 20 personel Dirkrimsus Polda Kepri dan brimob yang ikut melakukan penggerebekan tersebut. “Diketahui, pemilik inisial N. Di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Ada provokasi terhadap situasi sehingga pada waktu itu gagal mengamankan dan menyita, bahkan kecenderungan untuk kondisi tidak aman buat petugas kita, dan memutuskan meninggalkan lokasi,” kata Juru bicara Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di kantornya, Senin (22/09/2014).
Boy menyebutkan provokasi yang dimaksud, adanya upaya menggagalkan langkah kepolisian yang dilakukan warga di perumahan. Terkait ada tertembaknya anggota TNI, kata Boy, peristiwa itu terjadi adanya kesalahpahaman komunikasi antara Anggota Polri dengan TNI di lapangan.
“Terkait ada tertembaknya Anggota TNI, ini adalah yang mengikuti peristiwa itu setelah terjadi dinamika ketika saat akan lakukan penyitaan BBM dan penangkapan orang yang diduga melakukan itu, inisial N. Kemudian secara berurutan terjadilah dinamika kesalahpahaman komunikasi di lapangan antara petugas dengan sepertinya teman-teman TNI yang berasal dari batalyon 134, ada 4 alami luka tembak di bagian kaki,” ujarnya seperti dikutip DetikNews. (Sugih)




Post a Comment