Teater Atofka Tampil Pada Workshop Antikorupsi
![]() |
| Ilustrasi |
Jakarta, Laras Post Online - Tiga perempuan muda berdiri dan saling bertatapan. Salah satu di antaranya tersenyum sinis kemudian berteriak histeris. “Waaaa….. Korupsi lagi diskon 50 persen!”
“Mana… mana… mana…?”
Dua lainnya tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha…. Asyiik, korupsi sekarang gampang dan murah-meriah.”
Ketiganya terbahak-bahak lagi seolah merayakan kemenangan. “Hahahaha…. Huahahahaha…”
Lima detik kemudian mereka diam dan kembali duduk.
Teater Atofka merepresentasikan fenomena korupsi yang terjadi dalam hitungan puluhan detik saja. Sang mentor, Andi Bersama meminta para peserta Workshop Antikorupsi “Aksi Kreatif Redam Korupsi” yang digelar di Gedung KPK pada Selasa (9/9), mengeksplorasi korupsi dalm bentuk suara, mimik dan bunyi. “Bayangkan korupsi kini menghampiri kalian,” perintahnya.
Selain Andi, ada pula sejumlah narasumber lain yang memberikan pembekalan tentang seni teater dan pengetahuan antikorupsi. Antara lain, Wakil Ketua PPATK Agus Santoso (Kejahatan Keuangan), Malhamang Zam Zam (Penyutradaraan), Ane Matahari (Musik), Yustianysah Lesmana (Artistik) dan Fungsional PJKAKI Nanang Farid Syam (Pemberantasan Korupsi).
Kegiatan ini, merupakan hasil kerja sama Komunitas Suara Untuk Negeri dengan KPK di bidang pencegahan melalui medium seni dan budaya. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam sambutannya, seni budaya memiliki elastisitas pesan yang memungkinkan semua orang mencerna dengan mudah. “KPK membutuhkan pesan-pesan yang lunak. Karena tema korupsi sudah sedemikian berat,” katanya.
Ada 10 grup teater yang terpilih mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan teater sekolah setingkat SMA atau remaja yang ada di Jakarta. Antara lain Teater Detik SMA 86, Teater Alamat Alumni SMA 94, Teater Papan SMKN 48, Teater Patlapiti SMA 48, Teater Bilik Er 96 SMA 96, Teater Atlas MAN 14, Teater Sneptu SMA 41, Teater Hang Tuah SMA Hang Tuah, Teater Atlas SMKN 14 dan Teater Atofka Yayasan Merpati. Selama sehari penuh, mereka mengikuti workshop.
Setelah workshop ini, para peserta akan memasuki tahap penulisan naskah, persiapan pertunjukan dan penjurian. Mereka akan menampilkan pertunjukan teater bertema antikorupsi pada 21-23 November di Bulungan, Jakarta. (jaya)




Post a Comment