DPK GAFATAR Bangkalan Turut Memperingati HUT PMI Ke 69
![]() |
| Foto bersama Bung M. Fadil dan dr Edy memegang tabloid bersama staf PMI dan Anggota GAFATAR Bangkalan. (foto by Rudi) |
Bangkalan, Laras Post Online - GAFATAR (bergerak di sosial budaya) kembali melakukan aksi sosial kemanusiaan di HUT PMI ke 69 dalam tajuk setetes darah untuk menolong 1000 nyawa manusia, pada (17/09/2014).
Aksi sosial ini sangat di apresiasi oleh dr Edy selaku pimpinan unit PMI Bangkalan. Gerakan ini dilakukan juga oleh Ormas GAFATAR di 34 Propensi di seluruh Nusantara secara serempak dengan harapan bisa berbagi cinta dan kasih antar sesama manusia.
GAFATAR tidak membawa atas nama agama tertentu, aliran apapun atau atas nama Porpol manapun. “Bahkan kami tidak akan mendirikan Parpol apapun di bumi Nusantara sampai kapanpun,” ujar Ketua DPK GAFATAR Bangkalan, M. Fadil.
Ia menjelaskan, GAFATAR merupakan Ormas yang menjungjung nilai– nilai luhur budaya Nusantara sebagaimana termaktub dalam Pancasila. Dengan harapan Pancasila menjadi Sakti kembali.
Fadil menyatakan harapanya gerakan ini dapat menjadi virus positif, agar masyarakat Bangkalan khususnya dan Madura pada umumnya serta di seluruh Nusantara dapat tergugah dari rasa solidaritas antar sesame. “Menurut informasi dari Ketua Unit PMI Bangkalan bahwa masyarakat Madura sangat kental terhadap adat dan kultur yang sangat kuat terhadap tradisi dari nenek moyangnya, bahwa; dengan memberikan darahnya sama dengan mengambil satu nyawanya di dalam raga mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan GAFATAR bukanlah pencitraan tetapi adalah gerakan moral dan kemanusiaan dengan harapan pihaknya dapat mengaplikasikan sifat Tuhan terhadap hambanya yatiu kasih dan sayang.
“Melalui gerakan sosial sila ke 3 akan terwujud dengan nyata, yaitu dengan darah kami akan terwujud persatuan Indonesia, dikarenakan ada rasa solidaritas sesama manusia, bukan maksud mencerai berai atau terpecah belah, tetapi Greakan kami ingin sekali menyatukan benang merah yang telah putus dan kusut sejak penjajahan kolonial belanda dan itu di rasakan sampai sekarang. Yang kami angkat dan junjung tinggi adalah pembukaan UUD’45 dan Pancasila, bukan atas nama Agama,” pungkasnya.
Sementara itu, dr Edy mengungkapkan, atas perintah Presiden Soekarno, PMI kembali dibentuk. Tanggal pembentukannya, 17 September 1945. “Kita peringati setiap tahun sebagai Hari Palang Merah Indonesia,” jelasnya.
Disebutkan, kegiatan utamanya kala itu adalah membantu korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang.
Edy menegaskan, dalam melaksanakan tugasnya PMI mengacu pada pada tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. “Prinsip itu adalah Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Tugas pokok PMI ada 4 yakni, kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana, pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pelayanan transfusi darah. Biasa kita kenal dengan istilah, donor darah. (Rds)




Post a Comment