Header Ads


Kanwil BPN Provinsi Jatim Peringati HAN Ke-54


Acara Pemotongan Tumpeng Oleh Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur
Surabaya, Laras Post Online - Dalam rangka memperingati Hari Agraria Nasional (HAN) yang ke -54 (24/09), Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur menggelar upacara bendera yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari kantor pertanahan yang ada di jawa timur serta dihadiri oleh forpimda tersebut berjalan dengan penuh antusias dan penuh semangat bagi para peserta upacara.
Bukan hanya itu saja, dalam upacara bendera tersebut, turut dihadiri oleh pihak-pihak yang telah melakukan kerjasama atau MoU dengan kanwil BPN Jatim dengan seluruh jumlah peserta upacara yang menghadiri acara tersebut berjumlah kurang lebih 500 orang.
Seusai upacara tersebut dilaksanakan, pihak Kanwil BPN Prov Jatim melanjutkan acara tersebut dengan menggelar syukuran dalam kemasan ramah tamah yang ditandai dengan acara pemotongan tumpeng oleh H. Muchtar, SH, MM selaku Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur.
Dalam rangkaian peringatan Hari Agraria Nasional pada saat upacara, diserahkan penghargaan pengabdian kepada pegawai di lingkungan BPN Provinsi Jawa Timur dan penyerahan sertipikat hak atas tanah secara simbolis diantaranya penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada Karyawan atau Karyawati, Penyerahan Sertipikat hak atas tanah program Strategis Pertanahan yang telah diselesaikan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten atau Kota di Jawa Timur sampai dengan bulan September 2014 sejumlah 76.402 bidang (74,30%) dari target tahun 2014 sejumlah 102.850 bidang. Dalam kesempatan tersebut diserahkan secara simbolis kepada pemegang atas tanah sejumlah 22 sertipikat Hak Atas Tanah.
Saat acara tersebut selesai dilaksanakan, sempat terjadi sedikit ketegangan di halaman kantor, kerumunan massa dengan membawa seperangkat alat pengeras suara, poster serta spanduk, massa yang menamakan diri dari majelis Tajul Muslimin, Sukorejo Pasuruan mendatangi Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, menuntut hak atas tanah milik masyarakat yang belum bersertipikat.

Suasana Demo Di luar/ halaman
Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur

“Hingga hari ini kami masih belum menerima sertipikat atau pemberitahuan terhadap tanah milik keluarga dan kerabat kami yang sudah kami lakukan pengurusan kepada BPN Jawa Timur sejak tahun 1995 lalu. Justru malah muncul sertifikat baru atas nama orang lain," ujar Surip (56) saat diwawancarai oleh beberapa wartawan.
Surip adalah keponakan Sa'i yang memiliki tanah dikawasan Tambak Sawah, Waru Sidoarjo, seluas sekurangnya 12 hektar. Proses pengajuan seritifkasi tanah, kata Surip sudah dilakukan sejak sekitar tahun 1980. Lebih dari 10 tahun, kata Surip tidak ada pemberitahuan sama sekali dari pihak BPN Jawa Timur, terkait permohonan sertifikasi tersebut.
Menjelang tahun 1995, lanjut Surip pihaknya kembali melakukan pengurusan sertifikat tanah. "Justru ketika kami mulai kembali melakukan pengurusan, ternyata muncul pemberitahuan bahwa tanah milik leluhur kami itu sudah bersertifikat atas nama orang lain yang sama sekali tidak kami kenal. Ini tidak masuk akal," Tegas Surip.
Surip menduga ada permainan. Karena menurutnya tidak ada proses jual beli, atau proses apapun, tetapi tiba-tiba ada orang yang mengaku tanah tersebut milik mereka. "Oleh karena itu, sampai kapanpun kami akan kembali bertanya tentang surat atau sertifikat tanah kami ke BPN Jawa Timur," Ujar Surip kepada wartawan, Rabu (24/09).
Mengenakan baju muslim lengkap dengan kopiah warna putih, massa Tajul Muslimin Sukorejo Pasuruan, bertekad menuntut BPN Jawa Timur terkait sertifikasi tanah milik warga masyarakat yang hingga saat ini masih belum diberikan sertifikasi tersebut.
Aksi didepan kantor BPN Jawa Timur, Rabu (24/09) mendapat pengawalan ketat petugas Polisi. Sempat terjadi saling dorong antara Polisi dengan massa pengunjuk rasa yang nekad ingin memasuki gedung kantor BPN Jawa Timur dikawasan Injoko tersebut. (Ales)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.