Kantor Pertanahan Jaktim Serahkan Ratusan Sertipikat
![]() |
| Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Timur, Drs. H. Lukman Hakim, SH. ketika dijumpai Laras Post di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. |
Lukman Hakim menyebutkan, penyerahan sertipikat ini, diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan modal usaha, karena dengan memiliki sertipikat warga yang membutuhkan permodalan, dapat mengajukan pijaman modal ke bank dengan jaminan sertipikat dan mempermudah peralihan hak atas tanah.
Kepala Kantor BPN Jakarta Timur, sebagai penerima Penghargaan Citra Pelayanan Pertanahan itu menjelaskan, tanah bersertipikat bukan sosial aset lagi tapi menjadi kapital aset, karena dengan sertipikat tanah, pemilik dapat mengagunkan ke bank untuk modal usaha.
Ia menyebutkan, jumlah sertipikat tanah yang diserahkan tersebut belum seluruhnya, karena proses penyerahannya dilakukan secara bertahap. Namun Lukman tidak merinci jumlah sertipikat dan kelurahan yang mendapat layanan program tersebut.
Penyerahan sertipikat diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya penerima setipikat. Selain itu, penerbitan sertipikat juga, dapat memberikan kepastian dan pelindungan hukum kepada pemegang hak atas tanah.
Lukman Hakim menegaskan, dalam pengurusan sertifikat tanah tersebut, masyarakat tidak dibebani biaya, terkecuali biaya lain yang terkait proses pematokan maupun kelengkapan administrasi.
Menurut sumber Laras Post di lingkungan Kantor BPN RI, kinerja H Lukman Hakim dapat dijadikan contoh oleh pejabat dan pegawai Kantor Pertanahan lainnya, sehingga pelayanan Kantor Pertanahan semakin meningkat.
Makna Strategis
Sementara itu, Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto pada kesempatan yang sama mengatakan, perayaan HUT RI tahun ini, memiliki makna strategis mengingat Indonesia akan memiliki pemimpin baru, setelah melaksanakan Pemilu.
Berkaitan dengan itu, Walikota meminta masyarakat untuk menyikapi secara bijak. Terlebih, mekanisme Pemilu baik legislatif maupun Pilpres berlangsung aman dan lancar. “Masyarakat jangan menyikapi berlebihan, jangn juga terlalu cuek atau tidak peduli,” ujarnya.
Ia juga berharap agar warga tidak mudah terprovokasi serta bersama-sama menunggu hasil Pilpres yang saat ini tengah menjalani proses sidang Mahkamah Konstitusi (MK). “Kita harap masyarakat Jakarta Timur memandang situasi ini sebagai mekanisme kepemimpinan lima tahunan. Jangan gampang terprovokasi dengan banyaknya isu, tunggu hasil dari MK,” tegasnya. (her)




Post a Comment