TNI Jaga Netralitas
![]() |
| Panglima TNI Jenderal Moeldoko |
Jakarta, Laras Post Online - Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan tetap menjaga netralitasnya dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 9 Juli 2014.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, seluruh pasukannya bersikap netral, walaupun dalam peraturan undang-undang seluruh anggota TNI tidak diwajibkan bersikap netral.
“TNI diatur tidak memilih sampai 2009, 2014 tidak diatur. Saran saya diatur agar TNI tetap berposisi netral. Itu Perpu-nya bagian dari 4 poin yang di-endorse Kemendagri, TNI netral sudah terbukti,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (25/5) di lapangan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menyinggung keamanan penyelenggaraan Pilpes, Moeldoko menyatakan kesiapan pasukannya dalam melakukan pengamanan di Pilpres 9 Juli nanti. “Pilpres sudah oke semua, kita semua pada posisi lebih siap daripada kemarin, ada waktu sebulan lagi,” ujarnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman menyatakan sikap netral TNI pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. “Sikap TNI jelas, kami netral,” katanya usai membuka TNI Manunggal Membangun Desa, Sabtu (24/5/2014) di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
Budiman menegaskan, jajaran TNI tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing dalam Pilpres 2014.
Adapun kepada anggota keluarga TNI, pihaknya membebaskan pilihan sesuai dengan kata hati masing masing keluarga. “Kami bebaskan mereka memilih sesuai kata hati mereka. Tidak ada penggiringan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Budiman juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban sehingga proses Pilpres berjalan aman. “Kami mohon masyarakat yang memiliki hak pilih, menjadi penggerak menyadari bahwa Pilpres itu pesta demokrasi rakyat,” ucapnya.
Menurut Budiman, masyarakat hendaknya mampu untuk menunjukkan kematangan politik dengan tidak menodai penyelenggaraan pemilihan presiden dan wakil presiden. “Jangan nodai dengan permusuhan karena Pemilu ini salah satu sarana mengadakan kepemimpinan secara damai,” tegasnya. (her/sg)
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, seluruh pasukannya bersikap netral, walaupun dalam peraturan undang-undang seluruh anggota TNI tidak diwajibkan bersikap netral.
“TNI diatur tidak memilih sampai 2009, 2014 tidak diatur. Saran saya diatur agar TNI tetap berposisi netral. Itu Perpu-nya bagian dari 4 poin yang di-endorse Kemendagri, TNI netral sudah terbukti,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (25/5) di lapangan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menyinggung keamanan penyelenggaraan Pilpes, Moeldoko menyatakan kesiapan pasukannya dalam melakukan pengamanan di Pilpres 9 Juli nanti. “Pilpres sudah oke semua, kita semua pada posisi lebih siap daripada kemarin, ada waktu sebulan lagi,” ujarnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman menyatakan sikap netral TNI pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. “Sikap TNI jelas, kami netral,” katanya usai membuka TNI Manunggal Membangun Desa, Sabtu (24/5/2014) di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.
Budiman menegaskan, jajaran TNI tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing dalam Pilpres 2014.
Adapun kepada anggota keluarga TNI, pihaknya membebaskan pilihan sesuai dengan kata hati masing masing keluarga. “Kami bebaskan mereka memilih sesuai kata hati mereka. Tidak ada penggiringan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Budiman juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban sehingga proses Pilpres berjalan aman. “Kami mohon masyarakat yang memiliki hak pilih, menjadi penggerak menyadari bahwa Pilpres itu pesta demokrasi rakyat,” ucapnya.
Menurut Budiman, masyarakat hendaknya mampu untuk menunjukkan kematangan politik dengan tidak menodai penyelenggaraan pemilihan presiden dan wakil presiden. “Jangan nodai dengan permusuhan karena Pemilu ini salah satu sarana mengadakan kepemimpinan secara damai,” tegasnya. (her/sg)




Post a Comment