Tingkatkan Pembinaan Siswa Berprestasi
![]() |
| Ilustrasi |
Padang, Laras Post Online – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengharapkan pemerintah daerah melakukan pembinaan terhadap siswa-siswi berprestasi, dengan menganggarkan dana pembinaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Direktur Pembinaan SMP Kemdikbud, Didik Suhardi mengatakan, pemerintah daerah hendaknya melakukan pembinaan terhadap siswa-siswi berprestasi dengan sebaik-baiknya.
Pembinaan tersebut bisa melalui alokasi dana pembinaan melalui APBD) sehingga untuk melakukan pembinaan kepada siswa berprestasi tidak hanya mengandalkan APBN.
Ajang OSN, tambah Didik, merupakan aktualisasi dari proses pembelajaran di sekolah. Seleksinya begitu ketat dari tingkat sekolah hingga provinsi. Dengan begitu peserta OSN merupakan siswa-siswi terbaik dari yang terbaik. Jika di tingkat provinsi tidak dibina secara intensif, maka saat berlaga di tingkat nasional, mereka kalah bersaing dan prestasinya pasti jeblok.
“Saya mohon tiap kabupaten/kota melakukan pembinaan karena tidak mungkin siswa dicomot di tengah jalan sehingga akan KO di sini,” ungkap Didik saat memberikan sambutan dalam penutupan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP, pada Selasa (20/05/2014)di Hotel Grand Inna Padang, Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, pembinaan yang baik pasti akan meningkatkan prestasi siswa, terutama siswa di luar Jawa. Para pembina dan pemda harus serius melakukan pembinaan agar bisa menyaingi prestasi siswa-siswi di Pulau Jawa. “Supaya pemerataan kualitas betul-betul terjadi, maka persiapan harus diperkuat dan ditingkatkan. Jangan ada kata menyerah,” ujarnya. (jaya)
Direktur Pembinaan SMP Kemdikbud, Didik Suhardi mengatakan, pemerintah daerah hendaknya melakukan pembinaan terhadap siswa-siswi berprestasi dengan sebaik-baiknya.
Pembinaan tersebut bisa melalui alokasi dana pembinaan melalui APBD) sehingga untuk melakukan pembinaan kepada siswa berprestasi tidak hanya mengandalkan APBN.
Ajang OSN, tambah Didik, merupakan aktualisasi dari proses pembelajaran di sekolah. Seleksinya begitu ketat dari tingkat sekolah hingga provinsi. Dengan begitu peserta OSN merupakan siswa-siswi terbaik dari yang terbaik. Jika di tingkat provinsi tidak dibina secara intensif, maka saat berlaga di tingkat nasional, mereka kalah bersaing dan prestasinya pasti jeblok.
“Saya mohon tiap kabupaten/kota melakukan pembinaan karena tidak mungkin siswa dicomot di tengah jalan sehingga akan KO di sini,” ungkap Didik saat memberikan sambutan dalam penutupan Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP, pada Selasa (20/05/2014)di Hotel Grand Inna Padang, Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, pembinaan yang baik pasti akan meningkatkan prestasi siswa, terutama siswa di luar Jawa. Para pembina dan pemda harus serius melakukan pembinaan agar bisa menyaingi prestasi siswa-siswi di Pulau Jawa. “Supaya pemerataan kualitas betul-betul terjadi, maka persiapan harus diperkuat dan ditingkatkan. Jangan ada kata menyerah,” ujarnya. (jaya)




Post a Comment