Header Ads


Pungli Jembatan Timbang Bisa Dipidana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo 
Semarang, Laras Post Online - Praktik pungutan liar yang dilakukan oknum Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika di Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang, bisa dibawa ke ranah hukum pidana.
 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, bisa saja pungutan liar di jembatan timbang dibawa ke ranah hukum. “Tapi kami memberikan sanksi disiplin sesuai dengan peraturan pemerintah yang ada dulu,” katanya Kamis (8/5/2014) di Semarang.
Ganjar menyatakan, akan membawa permasalahan pungli di jembatan timbang ini menjadi isu nasional. “Saya akan berbicara dengan Presiden karena menurut saya ini (permasalahan pungli di jembatan timbang, red) sistemik dan saya tidak bisa hanya menghukum saja tapi juga mencarikan solusinya,” ujarnya.
Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengungkapkan bahwa dua petugas Jembatan Timbang Subah, Kabupaten Batang, yang tertangkap tangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang melakukan pungutan liar, telah dinonaktifkan dari jabatannya. 
“Dua petugas kami di Jembatan Timbang Subah telah dijatuhi sanksi internal berupa penonaktifan yang bersangkutan sejak Selasa (29/4) dan ditarik untuk ditugaskan di kantor Dishubkominfo Jateng,” terangnya.
Menurutnya, pemberian sank­si kepegawaian yang bersifat administratif tersebut akan melekat terus secara personal sampai yang bersangkutan memasuki masa pensiun. “Surat keputusan dari Gubernur Jateng atas sanksi terhadap dua petugas kami itu akan segera ditetapkan dalam waktu dekat,” terangnya.
Urif menyebutkan, terkait kasus itu, Kepala Seksi Pengawas dan Operasional serta Kepala Pelaksana Teknis Jembatan Timbang, Subah juga akan dikenai sanksi manajerial. “Sebagai atasan, mereka dinilai lalai melakukan pengawasan terhadap anak buahnya sehingga juga akan dikenai sanksi manajerial,” ujarnya.
Ia menyatakan, Dishubkominfo Jateng berencana membenahi sistem informasi dan sarana yang ada, sebagai upaya untuk menghilangkan praktik pungli di jembatan timbang.
Dishukominfo Jateng juga akan melakukan evaluasi sumber daya manusia terhadap 279 petugas yang bertugas di 16 jembatan timbang di Jateng. “Jumlah petugas yang ada di jembatan timbang sekarang sangat tidak ideal dan perlu ada penambahan menjadi 640 petugas,” katanya.
Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini sedang dilakukan evaluasi apakah akan diputuskan mempercepat penambahan jumlah petugas di jembatan timbang atau mengevaluasi jumlah jembatan timbang yang telah ada sekarang. Jembatan timbang yang tidak efektif akan diusulkan ke Kementerian Perhubungan agar ditutup sementara sampai ada penambahan petugas. (tim)

No comments

Terimakasih, apapun komentar anda sangat kami hargai

Powered by Blogger.